BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Slider

latest
randomposts4

SULAWESI UTARA

Sulut/block-7/#E4D932

PAPUA

Papua/block-2/#5351E5

JAKARTA

JAKARTA/block-2/#00A0A2

POHUWATO

Pohuwato/block-1/#235FB6

NUSA TENGGARA

Nusa%20Tenggara/block-2/#0019A2

GORONTALO

Gorontalo/block-2

KESEHATAN

Kesehatan/block-1/#45B623

RIAU

Riau/block-2

SULAWESI SELATAN

Sulsel/block-2/#1200EF

OPINI

Opini/block-7/#990505

KALIMANTAN TIMUR

KALTIM/block-2/#C603AB

ACEH

Aceh/block-2/#C60350

KRIMINAL DAN HAM

Kriminal%20Dan%20Ham/block-5/#FF0000

NASIONAL

Nasional/block-8

DAERAH

Daerah/block-9

EKONOMI

Economy/block-3/#229304

OLAH RAGA

Olah%20Raga/block-5/#FF0000

JABODETABEK

Jabodetabek/block-1

GLOBAL

internasional

Latest Articles

Dua Menteri Akan Segera ke Merangin


Suaraindonesia1.com, Bangko-Dua orang menteri kabinet Merah Putih, dalam waktu dekat akan segera berkunjung ke Merangin. Pertama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan kedua Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN  H Wihaji.


Kedua menteri itu berkunjung ke Kabupaten Merangin untuk sejumlah agenda strategis bagi kemajuan Bumi Tali Undang Tambang Teliti. Hal tersebut sebagaimana dikatakan Bupati Merangin H M Syukur usai Sholat Subuh, Kamis (11/6).


‘’Kami menyambut baik rencana kunjungan kerja dua menteri itu. Kita harapkan kehadiran mereka dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Merangin, khususnya peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan keluarga,’’ujar Bupati.


Kehadiran Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul lanjut bupati, untuk meletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat, di Desa Tanjung Lamin. Sedangkan Pak Menteri H Wihaji, untuk singkonisasi program Pusat dan Daerah.


Dikatakan bupati, kehadiran Sekolah Rakyat di Merangin merupakan bagian dari program nasional Kementerian Sosial, yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.


Program ini lanjut bupati, menyediakan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk tempat tinggal asrama, makan tiga kali sehari, layanan kesehatan, serta perlengkapan belajar yang seluruhnya ditanggung negara.


Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, H Wihaji berkunjung ke Merangin, untuk program prioritas nasional di bidang kependudukan, keluarga berencana, serta penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Merangin. 


Report( nasri)

Kapolri: Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026






SUARAINDONESIA1,Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, jajarannya bakal ikut menggelar nonton bareng perhelatan Piala Dunia 2026. Nantinya, nobar gratis itu bakal diselenggarakan baik di tingkat Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia. 

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Dalam pertemuan itu juga dibahas sejumlah kerja sama mulai dari nobar, perizinan hingga pengamanan. 

"Kami tentunya sangat menyambut baik terkait dengan rencana kerja sama untuk mendukung program dalam rangka nonton bareng Piala Dunia. Dan kebetulan tadi kami sepakat bahwa kami, Polri, akan membantu untuk mengajak masyarakat nobar, mulai dari Mabes, Polda, Polres, dan Polsek di seluruh wilayah," kata Sigit. 

Menurut Sigit, pelaksanaan nobar di kantor polisi juga menjadi wadah untuk hiburan masyarakat Indonesia khususnya para pecinta si kulit bundar. Serta, menghidupkan roda perekonomian UMKM di basis wilayah masing-masing. 

"Sehingga kemudian ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM tingkat daerah," ujar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit menyebut, pelaksanaan nobar World Cup ini juga bisa diselipkan edukasi terhadap masyarakat untuk menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

"Dan tentunya ini juga bagian dari kegiatan yang bisa kita selipkan untuk hal-hal yang bersifat edukasi untuk masalah-masalah yang terkait dengan harkamtibmas," ucap Sigit. 

Di sisi lain, Sigit menyatakan, kerja sama nobar di Mabes, Polda, Polres hingga Polsek ini untuk semakin mendekatkan aparat kepolisian dengan lapisan masyarakat. 

"Tentunya kerja sama ini juga menjadi hal yang sangat baik buat institusi Polri, khususnya menjelang Hari Bhayangkara, dan kita akan bantu apa saja yang nanti diperlukan terkait mulai dari perizinan sampai dengan kegiatan-kegiatan pengamanan dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Saya kira dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat dan mari kita nobar bersama-sama Piala Dunia untuk menjadi hiburan bagi kita semua," tutup Sigit.

(Red/Si1)

Antrean SPBU dan Penyalahgunaan Barcode Dibahas, DPRD Sulut Dukung Langkah Tegas Polda

 



Suaraindonesia1, Manado – Upaya memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Sulawesi Utara terus dilakukan melalui kolaborasi antara Polda Sulut, DPRD Sulut, Pertamina, Hiswana Migas, dan instansi terkait lainnya.


Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang membahas berbagai persoalan penyaluran BBM subsidi, termasuk antrean di sejumlah SPBU dan potensi penyalahgunaan sistem barcode subsidi. Pertemuan tersebut berlangsung di Polda Sulut, Selasa (9/6/2026).



Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut, Pricylia Rondo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sulut yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi terhadap berbagai kendala distribusi BBM subsidi di daerah.


Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk memastikan subsidi energi dari pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Sulut dalam membangun koordinasi bersama seluruh stakeholder. Ini merupakan bentuk komitmen bersama agar distribusi BBM subsidi berjalan lebih baik dan tepat sasaran," ujar Pricylia.


Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat meningkatkan pengawasan di lapangan melalui pemantauan yang lebih intensif serta evaluasi berkala terhadap mekanisme distribusi BBM subsidi.

Komisi II DPRD Sulut juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah pengawasan terpadu yang akan dilakukan bersama instansi terkait guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi.


Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, menjelaskan bahwa pengawasan akan terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial.


Menurutnya, masih ditemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan barcode subsidi, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih maksimal untuk menjaga agar distribusi BBM bersubsidi tetap sesuai ketentuan yang berlaku.


Melalui kerja sama dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan penyaluran BBM subsidi di Sulawesi Utara dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

(Red/Si1)

Panglima TNI dan Menhan RI Hadiri Raker Bersama Komisi I DPR RI


Jakarta, suaraindonesia1.com, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).


Dalam rapat tersebut, Kementerian Pertahanan bersama TNI menyampaikan rencana kebutuhan anggaran Tahun 2027 guna mendukung pembangunan kekuatan pertahanan dan kesiapan operasional TNI.



Usai rapat, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa kebutuhan sistem pertahanan negara terus berkembang mengikuti dinamika lingkungan strategis global. “Kebutuhan sistem pertahanan negara itu selalu dinamis dan selalu meningkat karena di mana-mana di seluruh dunia sistem pertahanan negara itu adalah faktor utama untuk menjaga kedaulatan negara, khususnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.



Menhan menambahkan, dukungan anggaran diperlukan untuk menjaga kesiapan pertahanan negara serta mendukung pelaksanaan tugas-tugas TNI dalam membantu pemerintah. “Itulah yang kami usulkan kepada Komisi I dengan harapan tambahan ini bisa mendapatkan restu dari Badan Anggaran dan disetujui untuk menjadi alokasi anggaran APBN pertahanan negara di tahun 2027,” pungkas Menhan.



Report, Ida Ismayani

PBTI Siap Gelar 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026, Atlet Terbaik Asia Bakal Hadir


Jakarta, suaraindonesia1.com, Di atas matras, batas-batas negara akan kembali melebur dalam semangat persaingan dan persahabatan. Jakarta kini bersiap menjadi tuan rumah 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026, ajang yang tengah dipersiapkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk mempertemukan para taekwondoin terbaik Asia dalam satu gelanggang kompetisi.


Kejuaraan bergengsi tersebut akan digelar pada awal Agustus 2026 di kawasan olahraga paling ikonik di Indonesia, yakni Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Bagi komunitas taekwondo Indonesia, ajang ini bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional yang memenuhi standar dunia.


Persiapan menuju kejuaraan terus dimatangkan oleh organisasi taekwondo nasional. PBTI menegaskan bahwa mereka memiliki pengalaman panjang dalam mengelola kompetisi nasional maupun internasional. Dukungan wasit bersertifikat, pelatih, atlet, manajer pertandingan, hingga tenaga teknis berpengalaman menjadi modal utama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar internasional.



Kejuaraan ini akan mempertandingkan dua disiplin utama taekwondo, yakni Poomsae dan Kyorugi. Untuk kategori Poomsae, nomor Recognized dan Freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Agustus 2026, sedangkan pertandingan Kyorugi kategori senior putra dan putri akan digelar pada 3–5 Agustus 2026.


Pemilihan venue juga bukan tanpa alasan. Indoor Tennis GBK merupakan arena yang pernah digunakan dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Lokasi ini memiliki area pertandingan berstandar internasional dengan ukuran Field of Play mencapai 40 x 40 meter. Kapasitas tribun yang mencapai hampir empat ribu penonton memungkinkan atmosfer kompetisi berlangsung meriah sekaligus nyaman bagi atlet maupun penonton.


Panitia juga menyiapkan tiga arena pertandingan yang akan digunakan untuk nomor Poomsae dan Kyorugi. Selain itu tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti ruang VIP, kantin, kafe, ruang direktur pertandingan, serta area berpendingin udara untuk menjaga kenyamanan seluruh peserta dan ofisial.


Penutupan pendaftaran peserta dijadwalkan pada Juli 2026. Setelah itu panitia akan melakukan registrasi ulang peserta serta menerima kedatangan Technical Delegate, Competition Supervisory Board, dan para wasit internasional. Program penyegaran wasit internasional dan technical meeting juga telah masuk dalam agenda resmi sebelum pertandingan dimulai.


Bagi Indonesia, kejuaraan ini memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar perebutan medali. Event internasional semacam ini menjadi kesempatan emas bagi atlet-atlet nasional untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik Asia tanpa harus keluar negeri. Di sisi lain, penyelenggaraan turnamen juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kegiatan taekwondo di Asia Tenggara.


Keberhasilan menggelar kejuaraan internasional secara konsisten akan memberikan dampak berantai bagi pembinaan olahraga. Atlet mendapatkan jam terbang, wasit memperoleh pengalaman internasional, sementara penyelenggara nasional semakin terasah dalam mengelola event berskala besar.


Sekarang, perhatian kini tertuju pada bagaimana Indonesia memanfaatkan momentum tersebut. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, maka awal Agustus 2026 bukan hanya akan menjadi ajang perebutan podium, melainkan juga menjadi etalase kemampuan Indonesia dalam menyambut dunia Taekwondo Asia di Jakarta.


Sekarang, perhatian kini tertuju pada bagaimana Indonesia memanfaatkan momentum tersebut. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, maka awal Agustus 2026 bukan hanya akan menjadi ajang perebutan podium, melainkan juga menjadi etalase kemampuan Indonesia dalam menyambut dunia Taekwondo Asia di Jakarta. 



Report, Ida Ismayani

Warga Ciumbuleuit Khawatir Longsor Akibat Pengerukan Tanah di Lahan Miring Dekat Permukiman


BANDUNG, SuaraIndonesia1.com – Aktivitas pengerukan tanah di kawasan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, diduga dilakukan oleh pihak Pesantren Nurul Huda. Kegiatan yang berlangsung di area tanah miring yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut memicu kekhawatiran akan potensi bencana longsor.


Sejumlah warga sekitar melaporkan bahwa pengerukan tersebut telah mengakibatkan dampak fisik pada rumah-rumah di lokasi terdekat, di antaranya retakan pada bangunan dan awal muka tanah yang tidak stabil. Kekhawatiran utama warga adalah struktur tanah yang kian labil, yang berpotensi memicu longsor susulan, khususnya saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi yang dapat mempercepat pergerakan tanah.


Seorang warga bernama Lucky, yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi pengerukan, menyampaikan bahwa retakan mulai terlihat di beberapa bagian tanah dan tembok setelah aktivitas alat berat berlangsung.


"Kami khawatir jika hujan deras turun, tanah yang sudah dikeruk akan semakin tidak stabil. Keselamatan warga harus menjadi prioritas karena rumah-rumah berada sangat dekat dengan lokasi pengerukan," ujarnya.

Selain risiko longsor, warga juga mengeluhkan aktivitas pemotongan pohon di lingkungan yang kerap dilakukan pada malam hari. Menurut mereka, kegiatan tersebut menimbulkan getaran dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Warga mendesak pihak terkait untuk segera melakukan kajian teknis terhadap kondisi lereng serta memastikan bahwa seluruh proses pengerukan telah memenuhi ketentuan perizinan dan standar keselamatan lingkungan.


Masyarakat setempat meminta Pemerintah Daerah Kota Bandung, dinas teknis terkait, serta pihak penanggung jawab kegiatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah mitigasi yang diharapkan warga meliputi pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall), pemeriksaan stabilitas lereng secara berkala, serta penghentian sementara aktivitas pengerukan jika terbukti berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pesantren Nurul Huda maupun perwakilan pengelola lahan terkait kekhawatiran warga dan dugaan dampak longsor yang terjadi. Warga berharap seluruh pihak mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di kemudian hari. 


Reporter: Jhul-Ohi

DUGAAN KLAIM TANAH OLEH MANTAN ALEG BUOL MEMICU GELOMBANG PROTES, WARGA KANTANAN DESAK APH DAN DINAS PERTANAHAN BERTINDAK


BUOL, SuaraIndonesia1.com – Polemik pertanahan di Desa Kantanan, Kabupaten Buol, kembali memanas. Sejumlah warga bersama kalangan pemuda dan aktivis menyoroti dugaan pengklaiman lahan milik masyarakat yang disebut-sebut melibatkan seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Buol berinisial JR. Dugaan tersebut memicu kritik keras karena dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang selama ini menguasai dan mengelola lahan tersebut.


Masyarakat Desa Kantanan mendesak pemerintah dan instansi terkait agar segera melakukan penelusuran menyeluruh terhadap status kepemilikan tanah yang saat ini menjadi polemik. Warga menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu konflik agraria yang lebih luas.


Di tengah sorotan publik tersebut, aktivis muda Buol, Jamaludin B. Hamsa, meminta Dinas Pertanahan agar segera mengambil langkah konkret dengan mempercepat proses penerbitan sertifikat kepada pihak yang secara sah memiliki dasar kepemilikan atas tanah yang disengketakan.


"Negara harus hadir memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Jika memang terdapat bukti yang menunjukkan siapa pemilik sah tanah tersebut, maka proses administrasi pertanahan harus segera dituntaskan agar tidak ada lagi ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan klaim sepihak," tegas Jamaludin.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan berbagai dokumen dan bukti yang dianggap relevan kepada Dinas Pertanahan guna membantu proses verifikasi dan memastikan bahwa hak masyarakat terlindungi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Menurut Jamaludin, lambannya penyelesaian administrasi pertanahan dapat membuka ruang terjadinya praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Oleh sebab itu, transparansi dan profesionalitas penyelenggara pelayanan pertanahan menjadi hal yang mutlak diperlukan.


Selain mendesak Dinas Pertanahan, Jamaludin juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan melakukan penyelidikan secara objektif terhadap seluruh pihak yang terkait dalam polemik tersebut.


"Apabila benar terdapat pihak yang melakukan pengklaiman tanpa dasar hukum yang sah, maka APH harus bertindak tegas. Tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Jika ditemukan unsur pelanggaran hukum, termasuk dugaan pemalsuan dokumen, penyalahgunaan kewenangan, atau bentuk pelanggaran lainnya, maka proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Sejumlah pemuda dan masyarakat Desa Kantanan juga mempertanyakan dasar hukum dari klaim yang dilakukan terhadap lahan tersebut. Mereka berharap pemerintah desa, Dinas Pertanahan, serta aparat penegak hukum dapat membuka seluruh data dan dokumen yang berkaitan dengan status tanah dimaksud agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


Publik menilai bahwa penyelesaian persoalan agraria harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Kepastian hukum atas tanah tidak hanya menyangkut aspek administrasi semata, tetapi juga menyangkut hak hidup masyarakat yang selama bertahun-tahun menggantungkan sumber penghidupannya pada lahan yang mereka kelola.


Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berinisial JR terkait tudingan yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan berbagai pihak tetap perlu dibuktikan melalui proses verifikasi administrasi dan mekanisme hukum yang berlaku.


Masyarakat berharap pemerintah daerah, Dinas Pertanahan, dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret agar polemik tersebut tidak semakin meluas serta mampu memberikan kepastian hukum yang adil bagi seluruh pihak yang berkepentingan. (JO)

AKTIVIS GORONTALO MURKA! PT AIRINDO DAVINCI (BONEVA) DIDUGA ABAIKAN KEWAJIBAN CSR, RAHMAN PATINGKI: JANGAN BODOHI RAKYAT DENGAN DALIH BANTUAN BENCANA!


BONE BOLANGO, SuaraIndonesia1.com – Kemarahan publik terhadap keberadaan PT Airindo Davinci (Boneva) di Kabupaten Bone Bolango kian memuncak. Perusahaan yang telah bertahun-tahun beroperasi dan memanfaatkan sumber daya alam daerah itu dinilai belum menunjukkan transparansi terkait pelaksanaan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam berbagai regulasi yang mengatur perusahaan pemanfaat sumber daya alam.


Sorotan dan kecaman keras tersebut datang dari Ketua Umum Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Wilayah Provinsi Gorontalo, Rahman Patingki. Ia mempertanyakan kontribusi nyata perusahaan terhadap masyarakat sekitar setelah sekian lama menikmati keuntungan dari aktivitas usahanya di Bone Bolango.


"Perusahaan ini sudah bertahun-tahun berdiri dan beroperasi di Bone Bolango. Pertanyaannya, apa yang benar-benar telah diberikan kepada masyarakat dalam bentuk program CSR yang terencana, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan? Jangan sampai daerah hanya menjadi tempat mengambil keuntungan, sementara masyarakat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri," tegas Rahman.

Menurut Rahman, pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dan meminta penjelasan mengenai pelaksanaan CSR perusahaan. Namun jawaban yang diterima justru menimbulkan keprihatinan karena CSR disebut telah dilakukan melalui bantuan saat terjadi banjir dan bencana lainnya.


"Bantuan banjir dan bantuan saat musibah memang baik dan patut diapresiasi. Tetapi jangan mencoba menggiring opini seolah-olah bantuan insidental itu sudah mewakili seluruh kewajiban CSR perusahaan. Itu dua hal yang berbeda secara konsep maupun implementasi," ujarnya.

Rahman menjelaskan bahwa bantuan bencana pada dasarnya merupakan respons darurat yang bersifat insidental dan diberikan ketika terjadi suatu peristiwa tertentu. Sementara CSR merupakan tanggung jawab sosial yang harus direncanakan secara sistematis, memiliki target yang jelas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"CSR bukan sekadar membagikan bantuan ketika banjir datang. CSR adalah program yang mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, penguatan kapasitas masyarakat, pemulihan pascabencana, hingga pencegahan risiko sosial. Itu sebabnya kami menolak keras jika bantuan insidental dijadikan alasan untuk mengklaim kewajiban CSR telah selesai dilaksanakan," katanya.

Lebih lanjut, Rahman mengaku heran dengan sikap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.


"Kami mempertanyakan di mana fungsi pengawasan pemerintah. Mengapa persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas seperti ini terkesan dibiarkan? Jangan sampai muncul kesan bahwa ada pembiaran terhadap kewajiban yang seharusnya dijalankan oleh perusahaan," ujarnya.

FKPR menilai sudah saatnya pemerintah daerah, instansi teknis, dan lembaga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam di Bone Bolango, termasuk meninjau pelaksanaan program CSR yang seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.


Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal persoalan ini, Rahman Patingki menegaskan bahwa FKPR akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 11 Juni 2026 hingga Jumat, 12 Juni 2026.


Aksi tersebut akan membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional PT Airindo Davinci (Boneva), membuka secara transparan pelaksanaan program CSR perusahaan kepada publik, serta meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.


"Kami tidak anti investasi. Kami mendukung investasi yang taat aturan dan menghormati hak-hak masyarakat. Tetapi kami menolak investasi yang hanya datang mengambil keuntungan tanpa menunjukkan tanggung jawab sosial yang jelas kepada daerah dan masyarakat tempat mereka beroperasi," tegas Rahman.

Ia juga menegaskan bahwa FKPR akan membawa persoalan ini ke berbagai lembaga yang berwenang untuk meminta dilakukan klarifikasi, pemeriksaan, dan penelusuran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Bila memang perusahaan telah melaksanakan kewajibannya sesuai aturan, silakan buka kepada publik secara transparan. Namun jika terdapat ketidaksesuaian, maka pemerintah wajib bertindak. Jangan biarkan rakyat terus bertanya-tanya sementara perusahaan terus menikmati keuntungan dari sumber daya alam daerah ini," pungkas Rahman.

Aksi yang akan digelar selama dua hari tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu bentuk tekanan publik agar pemerintah dan pihak perusahaan memberikan penjelasan yang terbuka mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Bone Bolango. (JO)

LSM GTI Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pemotongan Kapal Ilegal di Lahan PT Indo Hong Hai International


Bitung – Suaraindonesia1, LSM Garda Timur Indonesia (GTI) melontarkan kritik keras terhadap dugaan pemanfaatan lahan milik PT Indo Hong Hai International yang sudah lama tidak beroperasi untuk aktivitas pemotongan kapal dan pengolahan besi tua yang diduga dilakukan tanpa mengantongi izin yang sah.


Ketua Umum LSM GTI, Fikri Alkatiri, menegaskan bahwa dugaan penyewaan lahan oleh pemilik kepada seorang pengusaha bernama Udin untuk kegiatan pemotongan kapal harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Menurutnya, tidak mungkin aktivitas berskala besar tersebut berlangsung tanpa diketahui oleh pihak-pihak terkait.


"Ini bukan aktivitas kecil yang bisa luput dari perhatian. Pemotongan kapal merupakan kegiatan berisiko tinggi yang berkaitan dengan lingkungan hidup, keselamatan kerja, perizinan usaha, hingga potensi pencemaran laut. Jika benar dilakukan tanpa izin, maka ini merupakan bentuk dugaan pelanggaran serius yang tidak boleh dibiarkan," tegas Alkatiri.


GTI menilai pemilik lahan PT Hong Hai Internasional tidak dapat melepaskan tanggung jawab apabila lahannya digunakan untuk aktivitas yang diduga melanggar ketentuan hukum. Pihak yang memperoleh keuntungan dari penyewaan lahan juga wajib dimintai pertanggungjawaban dengan sengaja menyewakan lahan untuk kegiatan ilegal 


LSM GTI juga menyoroti minimnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lahan yang selama ini tidak produktif namun diduga dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis tertentu.


"Kami mempertanyakan, berapa kontribusi yang diberikan kepada daerah dari aktivitas tersebut? Jangan sampai ada pihak yang menikmati keuntungan besar sementara negara dan daerah tidak memperoleh manfaat apa pun. Ini harus dibuka secara terang-benderang kepada publik," ujarnya.


GTI mendesak Polres Bitung, Polda Sulawesi Utara, KSOP Bitung, Dinas Lingkungan Hidup, dan Pemerintah Kota Bitung untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap:


Legalitas pemanfaatan lahan PT Indo Hong Hai International.


Izin kegiatan pemotongan kapal dan pengolahan besi tua.


Dokumen lingkungan hidup dan pengelolaan limbah B3.


Potensi kerugian negara dan daerah.


Pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.


Dugaan pembiaran oleh instansi yang memiliki kewenangan pengawasan.



"Apabila aparat penegak hukum tidak segera bertindak, maka publik berhak mempertanyakan keseriusan negara dalam menegakkan hukum di Kota Bitung. Jangan sampai muncul kesan bahwa aktivitas yang diduga ilegal bisa berjalan bebas karena adanya pihak-pihak tertentu yang melindungi atau membekingi," tegas Alkatiri.


Fikri  menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan membawa temuan-temuan yang ada ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada langkah hukum yang jelas dari aparat penegak hukum dan instansi terkait.


"Kami meminta seluruh pihak yang terlibat diperiksa tanpa pandang bulu. Jika ditemukan unsur pelanggaran, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan terbuka. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan segelintir orang yang diduga memanfaatkan aset dan lingkungan demi keuntungan pribadi," tutupnya.

Aktivis Bone Bolango Soroti Dugaan Intervensi Kepala Desa dalam Pengelolaan BUMDes Bongopini, Desak Bupati Segera Bertindak


BONE BOLANGO, SuaraIndonesia1.com – Aktivis Bone Bolango, Jamaludin B. Hamsa, mendesak Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bongopini, Inspektorat, Dinas PMD, serta seluruh elemen pengawas pemerintahan desa untuk segera mengambil langkah tegas terhadap berbagai temuan yang terungkap dalam laporan hasil investigasi pengelolaan BUMDes Bongopini periode 2025–2026.


Menurut Jamaludin, temuan yang diungkap dalam laporan investigasi tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan administrasi biasa. Berbagai fakta yang terungkap menunjukkan adanya dugaan intervensi terhadap kelembagaan BUMDes, lemahnya pengawasan, ketidakjelasan tata kelola keuangan, serta potensi penyalahgunaan kewenangan yang apabila terbukti dapat berimplikasi pada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Berdasarkan laporan investigasi, ditemukan dugaan penyerahan dana modal BUMDes sebesar Rp92.471.000 kepada pihak di luar bendahara resmi, dugaan pengelolaan hasil usaha yang tidak masuk dalam sistem kas BUMDes, ketidaksesuaian laporan keuangan, penggunaan aset tanpa dasar kerja sama yang jelas, hingga dugaan intervensi dalam pengambilan keputusan operasional yang semestinya menjadi kewenangan pengurus BUMDes. Temuan lain juga menunjukkan adanya nota transaksi yang tidak lengkap, tidak adanya berita acara serah terima aset, serta munculnya klaim utang yang tidak pernah diputuskan melalui mekanisme rapat pengurus.


Jamaludin menegaskan bahwa apabila temuan tersebut terbukti benar, maka kondisi tersebut berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, serta Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang melarang penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintahan.


"Pasal 26 ayat (4) Undang-Undang Desa secara jelas melarang Kepala Desa menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan kewajibannya. Sementara Undang-Undang Administrasi Pemerintahan melarang setiap pejabat melakukan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk apapun. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang muncul dalam laporan investigasi harus diuji secara objektif melalui audit dan pemeriksaan resmi," ujar Jamaludin.

Namun yang lebih memprihatinkan, menurutnya, adalah lemahnya fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga representasi masyarakat desa. Padahal berdasarkan ketentuan perundang-undangan, BPD memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa, termasuk memastikan bahwa pengelolaan aset dan keuangan desa berjalan sesuai aturan.


"Saya melihat hingga hari ini peran BPD masih belum maksimal dalam mengawal penyelesaian persoalan ini. Padahal jika benar berbagai temuan tersebut telah diketahui, maka BPD tidak boleh hanya berhenti pada pembentukan tim investigasi dan penyusunan laporan. BPD harus berdiri di garda terdepan untuk memastikan seluruh rekomendasi hasil investigasi ditindaklanjuti secara nyata," tegasnya.

Jamaludin mendesak BPD Bongopini untuk segera menggelar Musyawarah Desa Khusus, memanggil seluruh pihak yang terlibat, membuka hasil investigasi kepada masyarakat secara transparan, serta secara resmi menyerahkan hasil investigasi kepada Inspektorat Kabupaten Bone Bolango guna dilakukan audit investigatif yang independen dan menyeluruh.


Menurutnya, jika BPD memilih diam atau tidak mengambil langkah lanjutan atas berbagai temuan tersebut, maka hal itu akan menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai komitmen lembaga pengawasan desa dalam menjaga kepentingan rakyat.


"Saya ingin mengingatkan bahwa BPD bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan desa. BPD adalah representasi masyarakat yang diberi mandat untuk mengawasi jalannya pemerintahan desa. Ketika muncul dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan desa, maka BPD harus berada di garis depan, bukan justru menjadi penonton," katanya.

Selain mendesak BPD, Jamaludin juga meminta Bupati Bone Bolango untuk segera memerintahkan Inspektorat melakukan audit investigatif terhadap seluruh aspek pengelolaan BUMDes Bongopini, termasuk aliran dana, penggunaan aset, pengadaan barang, laporan keuangan, dan seluruh aktivitas operasional yang menjadi temuan investigasi.


Ia menegaskan bahwa apabila hasil audit nantinya menemukan adanya pelanggaran administrasi berat, penyalahgunaan kewenangan, atau kerugian keuangan desa, maka Pemerintah Kabupaten Bone Bolango wajib mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Jangan biarkan persoalan ini mengendap dan hilang begitu saja. Masyarakat berhak mengetahui ke mana uang desa digunakan, siapa yang mengelola, dan siapa yang bertanggung jawab. Jika memang tidak ada pelanggaran, maka audit akan membersihkan nama semua pihak. Namun jika ditemukan adanya penyimpangan, maka siapapun yang terlibat harus bertanggung jawab tanpa memandang jabatan maupun kedudukan," tegas Jamaludin.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Bongopini, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, organisasi kemasyarakatan, media, dan seluruh elemen pengawas untuk bersama-sama mengawal persoalan ini hingga tuntas demi menjaga integritas pemerintahan desa dan memastikan bahwa BUMDes benar-benar hadir untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.


"Ini bukan persoalan individu. Ini adalah soal menjaga uang rakyat, menjaga aset desa, menjaga marwah pemerintahan desa, dan memastikan bahwa hukum serta prinsip transparansi tetap berdiri di atas segala kepentingan," pungkasnya. 

(JO)

Di Tengah Sorotan Media Global, AKPERSI Tegaskan Indonesia Tetap Negara Kuat dan Berdaulat


JAKARTA, SuaraIndonesia1.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.IKJ., angkat bicara terkait meningkatnya pemberitaan sejumlah media internasional yang menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dengan narasi yang dinilai cenderung pesimistis dan berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah laporan media internasional berbasis Singapura yang secara intens mengulas tekanan terhadap rupiah, pasar saham Indonesia, serta menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. 


Menurut Rino Triyono, kebebasan pers merupakan prinsip yang harus dihormati dalam sistem demokrasi global. Namun demikian, masyarakat Indonesia juga perlu memiliki kemampuan membaca dan menganalisis setiap narasi internasional secara kritis agar tidak terjebak pada pembentukan persepsi yang merugikan kepentingan nasional.


"Kami menghormati kebebasan pers internasional. Akan tetapi ketika Indonesia terus-menerus ditempatkan sebagai objek pemberitaan negatif, masyarakat berhak bertanya apakah narasi tersebut semata-mata analisis ekonomi atau telah berkembang menjadi pembentukan persepsi global terhadap Indonesia," tegas Rino.

Sorotan internasional semakin menguat setelah media Singapura The Straits Times menerbitkan laporan berjudul "Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip" yang menyebut Indonesia sedang menghadapi gelombang penjualan aset oleh investor global akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, sementara investor asing telah menarik miliaran dolar dari pasar obligasi Indonesia. 


Narasi serupa juga muncul dalam laporan The Business Times yang menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai semakin intervensif dan berdampak terhadap persepsi risiko investasi di Indonesia. 


Sementara itu, analisis Reuters yang ditulis dari Singapura dan London menyebutkan bahwa sejumlah kebijakan ekonomi pemerintah telah memicu kekhawatiran pasar, sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar keuangan Indonesia. Laporan tersebut bahkan menggambarkan adanya risiko terbentuknya "doom loop" atau lingkaran tekanan yang dapat memperburuk sentimen investor apabila kepercayaan pasar terus melemah. 


Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia bahkan mengambil langkah luar biasa dengan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal reguler untuk membantu menstabilkan rupiah yang sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat. 


Menurut Rino, seluruh pemberitaan tersebut harus disikapi secara objektif dan profesional, namun tidak boleh membuat bangsa Indonesia kehilangan kepercayaan diri sebagai negara besar yang memiliki fondasi ekonomi kuat.


"Indonesia bukan negara kecil yang mudah digoyang oleh opini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta kekuatan sumber daya manusia yang terus berkembang."

Rino menambahkan bahwa dalam perspektif geopolitik, Singapura selama ini dikenal memiliki hubungan strategis yang sangat erat dengan pusat-pusat kekuatan ekonomi dan keuangan Barat, termasuk Amerika Serikat. Karena itu, menurutnya, setiap narasi yang berkembang dari pusat-pusat keuangan internasional perlu dibaca secara kritis dan tidak diterima mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia.


"Secara pribadi saya memandang Singapura memiliki kedekatan strategis yang kuat dengan kepentingan ekonomi global Barat. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mampu memilah antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Indonesia."

Meski demikian, Rino menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati Singapura sebagai negara sahabat dan mitra strategis dalam ASEAN. Hubungan bilateral kedua negara harus tetap dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan menghargai kedaulatan masing-masing.


Lebih lanjut, DPP AKPERSI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas sosial, memperkuat sektor ekonomi produktif, serta meningkatkan literasi informasi di tengah derasnya arus pemberitaan global.


"Jangan sampai rakyat Indonesia kehilangan optimisme hanya karena tekanan pemberitaan internasional. Bangsa ini telah berkali-kali menghadapi krisis dan selalu mampu bangkit lebih kuat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan nasional, ketahanan ekonomi, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri."

Sebagai organisasi pers, DPP AKPERSI juga mengajak media nasional untuk tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang profesional, independen, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.


"Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat. Kita menghormati seluruh negara dan seluruh media internasional, tetapi kepentingan nasional, kedaulatan ekonomi, dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan biarkan bangsa ini dilemahkan oleh perang persepsi maupun narasi yang dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap negaranya sendiri," pungkas Rino Triyono.

Reporter: Jhul-Ohi

Tindak Lanjut ToT DPP, Ranting PDI Perjuangan Tanjung Priok Gelar Penyuluhan Perempuan Akar Rumput


Jakarta, suaraindonesia1.com, Pengurus Ranting PDI Perjuangan,Kelurahan Tanjung Priok menggelar kegiatan Penyuluhan Perempuan Penggerak Akar Rumput di Balai Warga RW 03, Jalan Kampung Bahari V A9 RT 003/RW 003, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput yang sebelumnya diselenggarakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, *BINTANG PUSPAYOGA* Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan sosialisasi materi hasil pelatihan sekaligus penguatan kapasitas perempuan di tingkat akar rumput.


Ketua Ranting PDI Perjuangan Tanjung Priok, *LQ ISKANDAR* menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya partai dalam memperkuat peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan berpolitik. Selain itu, penyuluhan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman perempuan terhadap berbagai isu sosial yang berkembang di lingkungan sekitar.



“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang telah kami ikuti. Kami berharap ilmu dan materi yang diperoleh dapat diteruskan kepada perempuan-perempuan di wilayah Tanjung Priok sehingga semakin banyak kader dan masyarakat yang memiliki pemahaman serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya,” ujar Ketua Ranting Tg priok


Penyuluhan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut diikuti oleh para perempuan dari berbagai lingkungan di wilayah Tanjung Priok. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya peran perempuan sebagai penggerak di tingkat keluarga dan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan terus mendorong penguatan basis perempuan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan memiliki kesadaran politik yang baik.



Selain memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan Training of Trainer (TOT), kegiatan ini juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat dan sejahtera. Para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta peran keluarga dalam menjaga tumbuh kembang anak sejak usia dini.


Materi yang disampaikan sejalan dengan komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Edukasi mengenai pola makan bergizi, pencegahan stunting, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.


Hal tersebut juga sejalan dengan pesan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Anak, *Charles Honoris,* yang menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga yang sehat. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik bagi ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas.


Melalui kegiatan TOT ini, para kader tidak hanya dipersiapkan menjadi agen pendidikan politik di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor dalam mengampanyekan pola hidup sehat, pentingnya gizi seimbang, serta kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak di lingkungan masing-masing.


Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.



Report, Ida Ismayani

LSM GTI Bersama Aliansi Masyarakat Pinasungkulan Siap Gelar Aksi, Desak PT MSM dan Pemerintah Bertanggung Jawab


Pinasungkulan – Suaraindonesia1, LSM Garda Timur Indonesia (GTI) bersama Aliansi Masyarakat Pinasungkulan menyatakan siap menggelar aksi  besar-besaran sebagai bentuk protes dan penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang diduga timbul akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT MSM di wilayah sekitar Pinasungkulan.


Ketua Umum LSM GTI, Fikri Alkatiri, menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menanggung berbagai dampak yang mereka kaitkan dengan aktivitas pertambangan, sementara perhatian dan solusi yang nyata dinilai belum dirasakan secara maksimal oleh warga.


"Jangan hanya mengambil keuntungan dari kekayaan alam di daerah ini, tetapi mengabaikan suara masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan. Kami menilai sudah saatnya PT MSM memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat," tegas Fikri.


LSM GTI juga menyoroti peran pemerintah yang dinilai harus lebih aktif dalam memastikan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. Menurut mereka, pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton ketika muncul berbagai keluhan dan tuntutan dari warga yang terdampak.


"Kami mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan dan tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya. Negara harus hadir ketika rakyat menyampaikan keluhan dan mencari keadilan," lanjutnya.


Aliansi Masyarakat Pinasungkulan menuntut agar PT MSM membuka ruang dialog yang transparan dengan masyarakat serta menjelaskan berbagai persoalan yang menjadi keluhan warga. Selain itu, pemerintah daerah maupun instansi terkait diminta untuk turun langsung ke lapangan guna mendengarkan aspirasi masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap berbagai dampak yang dikeluhkan warga.


LSM GTI menegaskan bahwa aksi damai yang akan digelar bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk peringatan keras kepada PT MSM dan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap suara masyarakat.


"Kami akan berdiri bersama masyarakat Pinasungkulan. Aspirasi rakyat tidak boleh diabaikan. Jika keluhan masyarakat terus dikesampingkan, maka gelombang penolakan dan tuntutan keadilan akan semakin besar. Kami meminta PT MSM dan pemerintah segera mengambil langkah nyata, bukan hanya janji dan wacana," tutup Fikri.


Aksi damai tersebut akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka terkait berbagai persoalan yang mereka nilai perlu segera mendapat perhatian dan penyelesaian dari PT MSM serta pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan pengawasan dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.

Red.

Drainase dan Sambungan Aspal di Desa Dunu Jadi Sorotan Publik, Pengawasan Teknis BPJN Dipertanyakan


GORONTALO UTARA–SuaraIndonesia1.com, Pekerjaan drainase dan Sambungan Aspal dan juga penahan badan jalan di Desa Dunu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, menjadi sorotan dan perhatian publik setelah ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang diduga hanya di tinggalkan begitu saja.


Berdasarkan hasil pantauan wartawan di lokasi, terlihat beberapa bagian pekerjaan yang diduga belum selesai dengan baik. Pada sejumlah titik tampak sambungan aspal yang tidak merata, bahu jalan yang mulai retak, hingga bagian drainase dan penahan jalan yang terlihat belum tertata rapi.


Selain itu, terdapat pula beberapa bagian konstruksi di sisi badan jalan yang dinilai berpotensi mengalami pengikisan apabila tidak segera dilakukan penanganan lanjutan. Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik terkait kualitas pekerjaan, pengawasan teknis, serta efektivitas pelaksanaan proyek di lapangan.


Publik menilai pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu konstruksi, serta waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai teknis sebagaimana diatur dalam ketentuan kontrak dan regulasi yang berlaku.


Karena itu, publik mendesak instansi teknis yang berwenang, baik dari PUPR kabupaten, PUPR provinsi, maupun pihak balai jalan sesuai kewenangannya, agar segera melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut guna memastikan kualitas pekerjaan benar-benar sesuai standar dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan dini.


Pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi juga dinilai perlu diperketat, mengingat proyek infrastruktur jalan menyangkut keselamatan pengguna jalan serta penggunaan anggaran negara yang harus dilaksanakan secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya memperoleh informasi resmi terkait status jalan, identitas kontraktor pelaksana, sumber anggaran, nilai proyek, konsultan pengawas, masa pelaksanaan pekerjaan, masa pemeliharaan, maupun pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut. dugaan jangan sampai ada Kerugian Negara di pekerjaan ini tersebut.


Redaksi tetap membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada seluruh pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi dan berimbang.


Reporter: Opan Luawo

Viral, Hamid Hulu Jalan Kaki Menuju Mekah, Jadi Satu-satunya Pejalan Kaki yang Lintasi Jalur Ekstrem Gorontalo Utara


GORONTALO UTARA–SuaraIndonesia1.com, Tekad besar ditunjukkan Hamid Hulu, warga asal Desa Limbatihu Pantai, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, yang nekat melakukan perjalanan menuju Mekah, Arab Saudi, dengan berjalan kaki.


Perjalanan tersebut telah dimulai sejak tujuh hari lalu dari kampung halamannya. Dalam perjalanannya, Hamid telah melewati jalur Trans Isimu, Kabupaten Gorontalo, dan pada Rabu (10/6/2026) diketahui berada di Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.


Hamid menargetkan perjalanan menuju Tanah Suci itu akan ditempuh selama kurang lebih dua tahun hingga tiba di Mekah.


Menariknya, Hamid menjadi satu-satunya pejalan kaki yang melintasi jalur ekstrem Trans Gorontalo Utara menuju perbatasan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam perjalanan menuju Mekah.


Rute tersebut dikenal cukup berat karena dipenuhi tanjakan panjang, turunan curam, serta tikungan tajam yang membentang dari Kecamatan Sumalata, Kecamatan Biau, hingga Kecamatan Tolinggula sebelum memasuki wilayah perbatasan Kabupaten Buol.


Menurut Hamid, perjalanan itu merupakan bagian dari cita-cita dan niat besarnya untuk menuju Mekah, Arab Saudi.


“Satu-satunya rintangan yang pertama kali saya lewati di jalur Trans Gorontalo Utara yaitu tanjakan, turunan, dan banyak tikungan sepanjang perjalanan,” ujar Hamid.


Kawasan jalan Trans Gorontalo Utara menuju Kabupaten Buol memang dikenal sebagai salah satu jalur dengan medan cukup menantang di wilayah utara Sulawesi. Hampir di setiap ruas jalan terdapat tanjakan dan tikungan yang menguji fisik maupun mental para pengguna jalan.


Meski harus menghadapi medan berat dan perjalanan ribuan kilometer, Hamid Hulu tetap melangkah dengan penuh semangat dan keyakinan untuk menuntaskan perjalanan panjangnya menuju Tanah Suci Mekah.


Reporter: Opan Luawo

Charles Honoris Dinilai Konsisten Mengawal Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis


Jakarta, suaraindonesia1.com, Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional terus menjadi sorotan publik. Seiring berkembangnya kasus tersebut, berbagai informasi dan nama-nama yang diduga terkait juga ramai beredar di sejumlah grup WhatsApp.


Di tengah mencuatnya kasus tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa sejak awal telah menginstruksikan seluruh kadernya untuk tidak terlibat dalam berbagai bentuk komersialisasi program yang diperuntukkan bagi masyarakat tersebut.


Sejumlah kalangan menilai sikap partai tersebut sejalan dengan kritik yang selama ini disampaikan salah satu kader PDIP yang juga menjabat sebagai pimpinan Komisi IX DPR RI. Politikus tersebut dinilai konsisten mengingatkan pemerintah terkait berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG.


Sebelum mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan BGN, kritik terhadap tata kelola program MBG telah beberapa kali disampaikan. Sorotan utama diarahkan pada sistem pengawasan, kontrol kualitas, serta mekanisme pelaksanaan program yang dinilai masih belum berjalan optimal.


Kritik tersebut mencakup perlunya perbaikan tata kelola, penguatan sistem pengawasan, serta peningkatan transparansi dalam pelaksanaan program agar tujuan pemberian makanan bergizi kepada masyarakat dapat tercapai secara efektif dan tepat sasaran.


Kasus yang kini tengah menjadi perhatian publik itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola program MBG sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan anggaran negara yang digunakan untuk mendukung program strategis nasional tersebut.



Report, Ida Ismayani