BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Slider

latest
randomposts4

SULAWESI UTARA

Sulut/block-7/#E4D932

PAPUA

Papua/block-2/#5351E5

JAKARTA

JAKARTA/block-2/#00A0A2

POHUWATO

Pohuwato/block-1/#235FB6

NUSA TENGGARA

Nusa%20Tenggara/block-2/#0019A2

GORONTALO

Gorontalo/block-2

KESEHATAN

Kesehatan/block-1/#45B623

RIAU

Riau/block-2

SULAWESI SELATAN

Sulsel/block-2/#1200EF

OPINI

Opini/block-7/#990505

KALIMANTAN TIMUR

KALTIM/block-2/#C603AB

ACEH

Aceh/block-2/#C60350

KRIMINAL DAN HAM

Kriminal%20Dan%20Ham/block-5/#FF0000

NASIONAL

Nasional/block-8

DAERAH

Daerah/block-9

EKONOMI

Economy/block-3/#229304

OLAH RAGA

Olah%20Raga/block-5/#FF0000

JABODETABEK

Jabodetabek/block-1

GLOBAL

internasional

Latest Articles

Deepfake, Kebenaran, dan Krisis Kepercayaan dalam Demokrasi Modern


Oleh Dipriansah Wahab

Peserta LK-III HMI Badko Sulut-Go


Bicara tentang perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ia telah melahirkan teknologi manipulasi visual dan audio yang dikenal sebagai deepfake. Teknologi ini mampu menciptakan video, gambar, maupun suara palsu yang sangat menyerupai tokoh nyata, sehingga sulit dibedakan dari konten asli. Dalam konteks demokrasi yang sangat bergantung pada informasi, kepercayaan publik, dan partisipasi warga negara, kehadiran deepfake menjadi isu krusial.


Demokrasi modern bertumpu pada prinsip keterbukaan informasi, kebebasan berekspresi, dan rasionalitas publik dalam mengambil keputusan politik. Namun, ketika realitas dapat direkayasa secara digital, batas antara fakta dan manipulasi menjadi kabur. Pertanyaannya kemudian: apakah deepfake sepenuhnya merupakan ancaman bagi demokrasi, atau justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat praktik demokratis?


Menurut berbagai lembaga riset teknologi menunjukkan peningkatan signifikan produksi konten deepfake dalam beberapa tahun terakhir. Deepfake tidak hanya digunakan dalam hiburan atau industri kreatif, tetapi juga mulai merambah ranah politik. Di beberapa negara, beredar video manipulatif yang menampilkan tokoh publik seolah-olah menyampaikan pernyataan kontroversial, yang pada kenyataannya tidak pernah diucapkan.


Kemudian yang lain menunjukkan bahwa tingkat literasi digital masyarakat masih relatif rendah. Banyak warga kesulitan membedakan konten asli dan palsu, terutama ketika deepfake disebarkan melalui media sosial dengan kecepatan tinggi. Dalam situasi pemilu atau konflik politik, kondisi ini berpotensi memperbesar disinformasi, polarisasi, dan delegitimasi proses demokrasi.


Namun, di sisi lain, teknologi serupa juga digunakan secara positif, misalnya untuk simulasi kebijakan publik, pendidikan politik, arsip sejarah digital, hingga kampanye kreatif yang meningkatkan partisipasi pemilih muda. Data ini menunjukkan bahwa deepfake bersifat ambivalen, berpotensi merusak sekaligus membangun.


Ancaman utama deepfake terhadap demokrasi terletak pada kemampuannya merusak kepercayaan publik. Demokrasi hanya dapat berjalan jika warga percaya pada institusi, proses pemilu, dan informasi yang beredar di ruang publik. Ketika masyarakat tidak lagi yakin apakah suatu video atau pernyataan adalah benar, maka yang terjadi adalah krisis epistemik-krisis tentang apa yang bisa dipercaya.


Deepfake juga dapat digunakan sebagai alat propaganda politik, karakter assassination, dan manipulasi opini publik. Dalam konteks ini, demokrasi berisiko direduksi menjadi arena pertarungan citra dan emosi, bukan adu gagasan dan program. Lebih jauh, deepfake dapat dimanfaatkan oleh aktor non-demokratis untuk menciptakan kekacauan informasi, sehingga melemahkan daya kritis warga negara.


Namun, menolak teknologi secara total bukanlah solusi. Sejarah menunjukkan bahwa setiap teknologi baru, mulai dari mesin cetak hingga media sosial, selalu membawa risiko dan peluang. Jika diatur dengan baik, deepfake justru dapat membantu demokrasi. Misalnya, teknologi rekayasa visual dapat digunakan untuk pendidikan politik berbasis simulasi, memperjelas dampak kebijakan publik, atau menghidupkan kembali sejarah demokrasi sebagai sarana pembelajaran kritis.


Dengan kata lain, persoalannya bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan pada kerangka etika, regulasi, dan kesadaran publik dalam menggunakannya.


Kacamata saya memandang bahwa deepfake saat ini lebih berpotensi menjadi ancaman bagi demokrasi dibandingkan alat kemajuannya, terutama di negara-negara dengan literasi digital yang belum matang dan regulasi yang lemah. Demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan, tetapi juga tanggung jawab moral dan rasionalitas publik. Tanpa itu, teknologi secanggih apa pun justru akan mempercepat kemunduran demokrasi.


Namun demikian, saya juga meyakini bahwa deepfake tidak dapat dihindari dan tidak seharusnya ditolak secara absolut. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjinakkan teknologi agar tunduk pada nilai-nilai demokrasi: kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Di sinilah peran negara, masyarakat sipil, institusi pendidikan, dan generasi muda menjadi sangat penting.


Deepfake adalah ujian bagi demokrasi modern. Ia bisa menjadi senjata perusak atau alat pencerahan. Pilihannya bergantung pada kesadaran kolektif kita: apakah membiarkan teknologi mengendalikan demokrasi, atau justru menjadikan demokrasi mampu mengendalikan teknologi.


Reporter: Jhul-Ohi

Kunker ke Merangin, Kemensos Dijadwalkan Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat dan Dam Betuk



Suaraindonesia1.Com, MERANGIN – Bupati Merangin, M. Syukur, menerima kunjungan jajaran Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Kementerian Sosial RI di Rumah Dinas Bupati Merangin, Senin (26/1).


Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Bupati M. Syukur bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf pada Kamis (22/1) yang lalu si Jakarta.


Dalam pertemuan tersebut, Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena beserta jajaran akan langsung melakukan kunjungan ke Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas dan Desa Tanjung Lamin Kecamatan Pamenang Barat, Selasa (27/1).


Guna mematangkan kegiatan Kunker, Bupati M. Syukur langsung memimpin Rapat Koordinasi bersama Direktur PKAT Kemensos, I Ketut Supena dan jajaran pemerintah Kabupaten Merangin.


Fokus utama pembahasan adalah kesiapan teknis lapangan terkait pemberdayaan masyarakat adat dan optimalisasi potensi daerah.


Berdasarkan hasil rapat, Direktur PKAT dijadwalkan akan turun langsung ke dua lokasi yaitu Sekolah Rakyat (SR) di Tanjung Lamin, peninjauan fasilitas pendidikan bagi komunitas adat dan peninjauan rencana keramba ikan di Dam Betuk Desa Tambang Baru serta evaluasi potensi ekonomi kerakyatan melalui sektor perikanan.


"Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana di lokasi yang akan dikunjungi sudah siap, sehingga kunjungan Bapak Direktur besok dapat memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan komunitas adat kita," ujar M. Syukur di sela-sela rapat.


Rapat pematangan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Kemensos RI serta jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkab Merangin, di antaranya Kadis Perikanan Merangin Dedy Darmantias, perwakilan Polres Merangin, Sekdin Dinas Sosial Mas’ud, Kabag SDA  Haidir dan Kabag Prokompim Antin.


 (Bg, nasri)

Pesawat Smart Air PK-SNS Lakukan Pendaratan Darurat di Perairan Pantai Cemara Nabire, Seluruh Penumpang Selamat.



NABIRE – Suaraindonesia1, Sebuah pesawat udara jenis Cessna 208 B Grand Caravan milik Smart Aviation dengan nomor registrasi PK-SNS mengalami insiden pendaratan darurat di perairan Pantai Cemara, dekat ujung Bandara Douw Aturure Nabire, Kampung Karadiri I, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) siang.


Pesawat tersebut diketahui lepas landas dari Bandara Douw Aturure Nabire sekitar pukul 12.54 WIT dengan tujuan Bandara Kaimana, membawa 11 orang penumpang, 1 orang pilot, dan 1 orang kru pesawat.

Namun, sekitar dua menit setelah lepas landas, pilot pesawat menghubungi petugas Air Traffic Control (ATC) untuk meminta izin kembali mendarat di bandara asal, lantaran diduga mengalami gangguan teknis. Petugas ATC kemudian mengarahkan pesawat untuk masuk ke jalur pendaratan Runway 17.


Saat melakukan manuver kembali menuju landasan, pesawat dilaporkan terus mengalami penurunan ketinggian dan tidak mampu mencapai runway. Akibatnya, pesawat akhirnya jatuh dan melakukan pendaratan darurat di laut di sekitar kawasan Logpond Pantai Cemara, tidak jauh dari area bandara baru.


Sekitar pukul 13.14 WIT, seluruh penumpang, pilot, dan kru pesawat berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim gabungan. Dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa, namun beberapa penumpang diduga mengalami trauma akibat kejadian tersebut.


Saat ini, penyebab pasti terjadinya insiden pendaratan darurat tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang terkait penerbangan. Sementara itu, proses evakuasi pesawat masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, serta petugas UPBU Bandara Douw Aturure Nabire.


Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab insiden, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan dan investigasi kepada instansi yang berwenang.


( Hasim Law )

Kajati Gorontalo Resmikan Gedung Aula Basrief Arief Milik Kejari Pohuwato


Suaraindonesia1, Pohuwato - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo, Riyono, SH., M.Hum, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pohuwato, Selasa (27/1/2026).

Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan peresmian gedung aula baru Kejari Pohuwato serta pelaksanaan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan hukum dan edukasi kepada masyarakat.

Kedatangan Kajati Gorontalo disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato, Arif Ronaldi, SH, MH beserta jajaran. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pohuwato, Ketua DPRD Pohuwato, Sekretaris Daerah (Sekda) Pohuwato, unsur Forkopimda.

Peresmian gedung baru Kejari Pohuwato ditandai dengan pemotongan pita oleh Kajati Gorontalo.

Gedung baru tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja kejaksaan dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pohuwato.

Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato menyampaikan bahwa keberadaan gedung baru ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Dengan fasilitas yang lebih memadai, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan hukum yang profesional, transparan,” ujar Arif Ronaldi.

Gedung baru yang dimiliki Kejari Pohuwato diberinama Aula Basrief Arief. Tentu penamaan ini tidak sembarangan karena nama yang digunakan memiliki makna filosofi yang dalam bagi insan Adhyaksa.

"Penamaan Aula Basrief Arief memiliki makna yang mendalam. Basrief arief adalah Jaksa Agung Indonesia ke 22 yang dikenal dengan sosok bersahaja, berintegritas dan menggunakan hati dalam penegakan hukum," terang Arif Ronaldi.

Sementara itu dalam sambutannya, Kajati Gorontalo menegaskan bahwa keberadaan gedung yang representatif harus dibarengi dengan peningkatan integritas, profesionalisme, serta kualitas sumber daya manusia aparatur kejaksaan. 

"Kejaksaan hadir bukan karena kewenangannya tapi keteladanannya. Saya harapkan gedung baru ini menjadi ruang kolaborasi, ruang pembelajaran dan ruang transformasi kelembagaan," harap Riyono.

"Saya berpesan agar fasilitas dijaga di rawat serta dibalas dengan kinerja yang unggul dan pelayanan humanis," tambahnya.

Kunjungan kerja Kajati Gorontalo ini diharapkan menjadi momentum penguatan institusi Kejari Pohuwato sekaligus mempererat sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan di Kabupaten Pohuwato.

(Abd)


Kajati Gorontalo Resmikan Gedung Aula Basri Arif Milik Kejari Pohuwato


Suaraindonesia1, Pohuwato - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo, Riyono, SH., M.Hum, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pohuwato, Selasa (27/1/2026).

Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan peresmian gedung aula baru Kejari Pohuwato serta pelaksanaan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan hukum dan edukasi kepada masyarakat.

Kedatangan Kajati Gorontalo disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato, Arif Ronaldi, SH, MH beserta jajaran. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pohuwato, Ketua DPRD Pohuwato, Sekretaris Daerah (Sekda) Pohuwato, unsur Forkopimda.

Peresmian gedung baru Kejari Pohuwato ditandai dengan pemotongan pita oleh Kajati Gorontalo.

Gedung baru tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja kejaksaan dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pohuwato.

Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato menyampaikan bahwa keberadaan gedung baru ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Dengan fasilitas yang lebih memadai, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan hukum yang profesional, transparan,” ujar Arif Ronaldi.

Gedung baru yang dimiliki Kejari Pohuwato diberinama Aula Basri Arif. Tentu penamaan ini tidak sembarangan karena nama yang digunakan memiliki makna filosofi yang dalam bagi insan Adhyaksa.

"Penamaan Aula Basri Arif memiliki makna yang mendalam. Basri arif adalah Jaksa Agung Indonesia ke 22 yang dikenal dengan sosok bersahaja, berintegritas dan menggunakan hati dalam penegakan hukum," terang Arif Ronaldi.

Sementara itu dalam sambutannya, Kajati Gorontalo menegaskan bahwa keberadaan gedung yang representatif harus dibarengi dengan peningkatan integritas, profesionalisme, serta kualitas sumber daya manusia aparatur kejaksaan. 

"Kejaksaan hadir bukan karena kewenangannya tapi keteladanannya. Saya harapkan gedung baru ini menjadi ruang kolaborasi, ruang pembelajaran dan ruang transformasi kelembagaan," harap Riyono.

"Saya berpesan agar fasilitas dijaga di rawat serta dibalas dengan kinerja yang unggul dan pelayanan humanis," tambahnya.

Kunjungan kerja Kajati Gorontalo ini diharapkan menjadi momentum penguatan institusi Kejari Pohuwato sekaligus mempererat sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan di Kabupaten Pohuwato.

(Abd)


Hutan Rusak, Negara Dinilai Gagal: Masyarakat Papua Bergerak Usir Tambang Emas Ilegal



Tolikara-Suaraindonesia1.com. Maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang merusak hutan di Tanah Papua memicu reaksi keras masyarakat lokal di wilayah perbatasan Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Mamberamo Tengah. Senin (26/01/2026) 


Warga menilai negara tidak mampu memberantas aktivitas tambang liar yang belakangan semakin masif dan merusak lingkungan.


Masyarakat setempat mulai melakukan pemeriksaan di sepanjang wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut. Dari hasil patroli mandiri itu, warga menemukan sejumlah kem penambang emas ilegal yang masih aktif beroperasi di kawasan hutan.


“Kami telah menemukan beberapa kem dan penambang yang sedang bekerja. Kami langsung membubarkan mereka, dan kem mereka kami bakar,” ujar Meyani Pagawak kepada wartawan.


Pagawak juga menyampaikan ultimatum tegas kepada para pemilik alat berat yang masih berada di dalam kawasan tambang ilegal tersebut. Ia meminta agar seluruh ekskavator dan kendaraan segera dikeluarkan dari wilayah perbatasan Tolikara dan Mamberamo Tengah dalam waktu satu minggu.


“Kami minta semua ekskavator dan mobil dikeluarkan dari hutan. Jika dalam jangka waktu satu minggu tidak dikeluarkan, maka semua alat berat dan kendaraan yang masih berada di areal tambang akan kami bakar,” tegasnya.


Lebih lanjut, Pagawak mempertanyakan peran dan keberadaan aparat penegak hukum di wilayah Papua yang diduga sengaja membiarkan aktivitas tambang ilegal tersebut berlangsung. Ia menduga adanya praktik setoran dari hasil tambang kepada oknum tertentu.


“Kami sempat mengancam beberapa penambang, dan mereka mengaku bahwa setoran mereka besar kepada oknum-oknum penegak hukum, sehingga alat-alat berat bisa masuk ke hutan dan bahan makanan diantar menggunakan helikopter,” jelas Pagawak.


Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak akan mundur dalam menjaga hutan dan wilayah adat mereka di Tanah Papua. Tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk tetap mempertahankan alat berat di kawasan tersebut.


“Waktunya hanya satu minggu. Kalau tidak dikeluarkan, jangan salahkan kami masyarakat lokal Papua” tutupnya.

H. Hurmin, SE Bupati Sarolangun Di Wakili Sekda Muhammad Arief Buka Musrenbang Kecamatan Singkut



Suaraindonesia1.com_Sarolangun. Bupati Sarolangun Hurmin yang diwakili Oleh Setda Sarolangun Muhammad Arief, Membuka Musrenbang Kecamatan Singkut Senin, 26/1/2026.


Acara kegiatan pembukaan Musrenbang tersebut dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Camat kecamatan Singkut. Hadir dalam kegiatan musrenbang, Sekda kabupaten Sarolangun, Kaban  BAPEDDA kabupaten Sarolangun, Camat kecamatan Singkut, unsur muspika kecamatan Singkut para OPD dan kepala desa sekecamatan Singkut.


Muhamad Arief menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati Sarolangun Hurmin karena tidak bisa hadir untuk membuka Musrenbang, Arief menjelaskan bahwa Bapak Bupati memiliki agenda lain yang tidak bisa ditunda, sehingga tidak bisa hadir dalam acara Musrenbang ini. Dan saya berharap para peserta Musrenbang dapat memahami dan memaklumi ketidakhadiran Bapak Bupati ucapnya.


Sekda Sarolangun Muhamad Arief menyampaikan,"bagi para Kades dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan dana desa dan pembangunan infrastruktur desa juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa, sehingga program-program yang dilaksanakan dapat lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat", ujarnya. 


Lanjut Arief sangat berharap, "saya berharap para Kades dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, sehingga masyarakat dapat lebih percaya dan terlibat dalam proses pembangunan desa, para Kades dapat meningkatkan sinergi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,Jadi teruslah berinovasi dan bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan desa. Jadikan desa sebagai unit pembangunan yang kuat dan mandiri."pungkasnya.


Djarnawi Kusuma

Diduga Rekaman Percakapan Voice Note Whatshap Pengurus PETI Ke Kades Karya Mandiri Bocor.



Suaraindonesia1.com, Parigi Moutong- Selasan Siang (27/1), Rekaman  Voice note whatshap yang di kirimkan dari salah satu pengurus tambang Emas dengan inisial GS ke Kades ( kepala desa ) Karya Mandiri beredar luas di sosial media whatshap yang membahas tentang fee dari hasil pertambangan emas ilegal tersebut. 


Dengen beredarnya rekaman tersebut dugaan atas  keterlibatan Kepala Desa  Karya Mandiri semakin kuat karena dalam percakapam tersebut sempat membahas tentang uang yang telah dikirim ke kades karya Mandiri. 


Isi percakapan GS yang di kirimkan ke kepala desa Karya Mandiri  Ibu Norma dalam rekaman tersebut  berisi " selama ini kontribusi yang saya kasih  ke kamu ( kepala desa )  kalau cuman di bilang lebih dari cukup , lebih.!  Ada semua catatan sama torang, ada samua bukti sama torang, jadi saya minta tolong dengan kamu sebagai pemilik wilayah sampaikan dengan dorang.  kalaupun kamu sudah terima dari dorang sampaikan juga dengan torang " . 


Dengan Adanya rekaman tersebut salah satu  Masyarakat  yang tidak ingin disebutkan Namanya  Ikut berkomentar  saat di temui di kediamannya " Kalau ini rekaman  benar adanya  seharusnya Kades ini di proses sesuai dengan UU yang berlaku kalau bisa Bupati Parigi Moutong Memberikan sangsi tegas yaitu pencopotan terhadap Kades Karya Mandiri, kasian yang terdampak kami petani di Ongka ini pantas air so keruh kuning sebelumnya bisa torang timbah untuk di minum sekarang kasian so tidak. Tutupnya. 


Rjb

Toga Diatas Kerutan, Mbah Saniem Memetik Ilmu Menjemput 'Bintang'



Suaraindonesia1.com, BANGKO - Selasa pagi (27/1), sinar mentari belum sepenuhnya garang. Namun, Gedung Serbaguna Desa Pinang Merah Kecamatan Pamenang Barat sudah riuh oleh aroma minyak kayu putih dan tawa yang renyah. 


Di salah satu sudut ruangan, tangan-tangan keriput sibuk merapikan kain hitam licin. Itu adalah jubah wisuda. Dan pemilik tangan itu bukanlah seorang pemuda, melainkan Mbah Saniem.


Di usianya yang ke-92, jubah itu terasa sedikit kebesaran di tubuh mungilnya. Namun, saat ia menyentuh kain itu, ada binar yang tak sanggup disembunyikan oleh katarak tipis di matanya.


Bagi banyak orang, angka 92 adalah waktu untuk diam, duduk di kursi goyang, dan menunggu senja datang dalam sepi. Namun bagi Mbah Saniem, sepi adalah musuh yang harus dilawan. Baginya, tembok rumah terasa terlalu sempit untuk menghabiskan sisa usia.


Itulah mengapa, setiap kali jadwal kelas Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) tiba, Mbah Saniem akan bersiap dengan semangat yang melampaui fisiknya. Langkah kakinya memang tak lagi sigap, sedikit menyeret dan gemetar, namun semangatnya tak pernah pudar.


Baginya, Selantang bukan sekadar tempat mendengarkan penyuluhan kesehatan atau materi dari para ahli. Sekolah itu adalah tempat ia kembali merasa "ada". 


Di sana, ia bertemu kawan lama, bertukar cerita tentang cucu, dan tertawa bersama tentang hal-hal kecil. Di sekolah itu, Mbah Saniem sedang merayakan hidup.


Puncak dari perjalanan itu terjadi hari ini. Saat namanya dipanggil, seisi ruangan seolah menahan napas. Mbah Saniem bukan hadir sebagai wali untuk cicitnya. Ia adalah sang bintang utama.


Bupati Merangin, M. Syukur, melangkah mendekat. Ada raut haru yang tak bisa disembunyikan oleh sang pejabat saat menatap sosok di depannya. 


Di sampingnya, Ibu Lavita Syukur dan Ibu Sri Rizky tampak berkaca-kaca melihat keteguhan itu. Saat toga disematkan dan piagam berpindah tangan, tepuk tangan pecah memenuhi ruangan.


"Inilah definisi belajar tak mengenal usia yang sesungguhnya," ujar Bupati dengan nada yang bergetar bangga. "Mbah Saniem mengajarkan kita bahwa pendidikan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa."


Saat prosesi berakhir, Mbah Saniem melangkah keluar aula dengan ijazah di pelukannya. Bagi orang lain, itu mungkin hanya selembar kertas. Namun bagi Mbah Saniem, itu adalah bukti kemenangan—kemenangan atas rasa jenuh, kemenangan atas usia, dan kemenangan atas kesepian.


Ia pulang menuju bukan sebagai seorang nenek tua. Ia pulang sebagai seorang wisudawati. Ia membuktikan bahwa selama napas masih berhembus, ruang kelas akan selalu terbuka bagi siapa saja yang hatinya masih ingin belajar.


Di usia hampir satu abad, Mbah Saniem baru saja menuliskan babak baru dalam hidupnya: bahwa menjadi tua bukanlah akhir, melainkan hanya cara lain untuk terus bersinar. 


(Bg nasri)

Yon TP 860/NSK Waropen, Gelar Jumat Bersih di Lapangan Elias Papirindei Waren



Waropen-Suaraindonesia1.com. Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 860/NSK melaksanakan kegiatan Jumat Bersih yang dipusatkan di Lapangan Elias Papirindei, Waren, Kabupaten Waropen, pada Jumat, (23/01/2026) Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.


Kegiatan Jumat Bersih tersebut dipimpin langsung oleh Letkol Inf Alfa Erydani, S.Hub.Int.Han, selaku Komandan Batalyon (Danyon) Yon TP 860/NSK. Sejak pagi hari, prajurit Yon TP 860/NSK bersama-sama membersihkan area lapangan dan lingkungan sekitarnya dari sampah serta rumput liar.


Letkol Inf Alfa Erydani dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan fasilitas umum, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.


“Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kehidupan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa Yon TP 860/NSK akan terus hadir melalui berbagai kegiatan teritorial yang bersifat sosial dan kemasyarakatan sebagai wujud pengabdian TNI kepada rakyat.


Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan langsung TNI dalam menjaga kebersihan serta keindahan wilayah Kabupaten Waropen.

Babinsa Serui Bantu Timbun Halaman Rumah Warga di Sarawandori



Yapen-Suaraindonesia1.com. Wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1709-01/Serui, Koptu Aan Kurniawan, melalui kegiatan gotong royong membantu warga melaksanakan penimbunan halaman rumah milik Bapak Elia Yapanani di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen.Selasa(27/01/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Koptu Aan Kurniawan bersama warga setempat melakukan pengambilan batu kapur dari gunung yang berada di sekitar depan rumah untuk digunakan sebagai material penimbunan. Proses ini dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat.


Selain membantu secara fisik, Babinsa juga memberikan penekanan dan imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar rumah dan kampung, sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan tertata rapi.

Koptu Aan Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat serta membantu mengatasi kesulitan warga binaan.


“Melalui kebersamaan dan gotong royong, kita bisa memperkuat persatuan, mempererat hubungan TNI dengan rakyat, serta menciptakan lingkungan kampung yang bersih, rapi, dan harmonis,” ujarnya.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Babinsa tidak hanya hadir sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap membantu, mengayomi, dan membangun kebersamaan demi kemajuan kampung dan kesejahteraan bersama.

Babinsa Warbah Pererat Silaturahmi Melalui Komsos Bersama Warga Kampung Usaiwa



Waropen-Suaraindonesia1.com. Babinsa Koramil 1709-03/Warbah, Serka Yohanis Pomeo, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga binaannya yang berlangsung di rumah Bapak Guntur Sapari, Kampung Usaiwa, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen.Sabtu(24/01/2026).


Kegiatan Komsos ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi serta menjalin komunikasi yang harmonis antara Babinsa dan masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban, Serka Yohanis Pomeo berdialog langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi, serta membahas berbagai hal terkait kondisi keamanan, ketertiban, dan kehidupan sosial di lingkungan kampung.


Serka Yohanis Pomeo menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan sarana penting bagi Babinsa untuk mengetahui perkembangan situasi wilayah binaan secara langsung. Melalui Komsos, Babinsa dapat membangun kedekatan emosional dengan warga sehingga tercipta rasa saling percaya dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta ketentraman kampung.


Warga Kampung Usaiwa menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif berinteraksi serta peduli terhadap kondisi masyarakat. Diharapkan, melalui kegiatan Komsos yang rutin dilaksanakan, sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.

Puluhan Casis TNI AD Wilayah Warbah Siap Diberangkatkan, Danramil Tekankan Disiplin dan Kesehatan




Waropen-Suaraindonesia1.com. Danramil 1709-03/Warbah, Mayor Cke Yusuf Rinding, melaksanakan kegiatan pengarahan dan pendataan ulang bagi para calon prajurit TNI Angkatan Darat yang akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana tertib dan penuh semangat di Pelabuhan Pidemani Waropen.Selasa(27/01/2026).


Sebanyak 25 orang Calon Siswa (Casis) Bintara PK Gelombang I dan 3 orang Casis Tamtama PK Gelombang I mengikuti kegiatan tersebut. Para casis ini dinyatakan siap untuk melaksanakan keberangkatan menuju Jayapura menggunakan kapal PLNI KM Dorolonda.


Dalam arahannya, Mayor Cke Yusuf Rinding menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta mental dan fisik selama proses perjalanan maupun tahapan seleksi berikutnya. Ia juga mengingatkan para casis agar selalu menjaga sikap, mematuhi aturan, dan membawa nama baik keluarga serta daerah asal.

“Kalian adalah putra-putra terbaik daerah. Persiapkan diri sebaik mungkin, jaga kesehatan, dan tetap semangat dalam menghadapi setiap tahapan seleksi,” tegas Danramil.


Kegiatan pendataan ulang ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan administrasi serta kesiapan personel, sehingga seluruh proses keberangkatan dan seleksi dapat berjalan dengan lancar dan aman.


Dengan adanya pendampingan dan pengarahan langsung dari Danramil, diharapkan para calon prajurit TNI AD ini semakin siap secara fisik, mental, dan administrasi untuk meraih cita-cita menjadi abdi negara yang profesional dan berkarakter.

Respons cepat Polsek Karas bersama Koramil dan warga padamkan kebakaran di Kampung Malakuli



Fakfak – Suaraindonesia1, Respons cepat dan sinergi solid ditunjukkan oleh personel Polsek Karas bersama anggota Koramil Karas serta masyarakat dalam menangani peristiwa kebakaran yang menghanguskan 11 unit rumah warga di Kampung Malakuli, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Senin (26/1/2026) malam.


Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIT di RT 04 Kampung Malakuli. Api diduga berasal dari tungku kayu di salah satu rumah warga yang masih menyala dan tidak disadari oleh pemiliknya. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya akibat tiupan angin kencang serta kondisi bangunan yang berdekatan.


Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat segera berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. 



Sekitar pukul 00.30 WIT, personel Polsek Karas dan anggota Koramil Karas tiba di lokasi dan langsung bergabung bersama warga melakukan upaya pemadaman.

Berkat kerja sama yang solid antara aparat dan masyarakat, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.30 WIT, meskipun masih terdapat sisa bara pada puing-puing bangunan. 


Selanjutnya, pada pukul 02.50 WIT, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan warga mulai mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.


Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 unit rumah warga hangus terbakar. Tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.


Hingga pukul 03.00 WIT, situasi di Kampung Malakuli terpantau aman dan kondusif, Aparat keamanan tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pascakejadian.


Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana, S.E., M.H. mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat.


“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan tungku, kompor, maupun instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan atau saat beristirahat, Kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” tegas Kapolres.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel Polsek Karas, Koramil Karas, serta partisipasi aktif masyarakat dalam penanganan kebakaran tersebut.


“Sinergi TNI–Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan cepat kejadian ini sehingga api tidak meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa, Ini adalah wujud nyata semangat gotong royong dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Kabid Humas.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi situasi darurat di lingkungan masing-masing.


Sinergi dan kepedulian antara TNI–Polri dan masyarakat dalam peristiwa ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah Distrik Karas.


( Hasim )

Sebanyak 4 orang Casis SIPSS ikuti Tes Psikologi



Manokwari - Suaraindonesia1, Dalam rangka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) T. A. 2026 ,Polda Papua Barat melaksanakan Tes CAT Psikologi bagi para calon Siswa SIPSS. (26/01/2026)


Kegiatan ini dilaksanakan diruang Assesment Center Brio SDM Polda Papua Barat dengan menerapkan standar transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas guna menjaring calon perwira Polri yang berkualitas.


Tes psikologi CAT diikuti oleh 4 orang peserta yang telah dinyatakan lulus tahapan seleksi administrasi. Materi ujian dirancang untuk mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, stabilitas emosi, serta kesiapan mental peserta dalam menghadapi tuntutan tugas sebagai anggota Polri. Seluruh proses pelaksanaan diawasi langsung oleh panitia internal dan eksternal untuk memastikan tidak adanya kecurangan.


Panitia seleksi Polda Papua Barat menegaskan bahwa penggunaan sistem CAT bertujuan meminimalisasi intervensi manusia serta memberikan hasil penilaian yang cepat, akurat, dan transparan. Dengan sistem ini, peserta diharapkan dapat bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan dan kompetensi masing-masing.


Melalui tahapan tes psikologi ini, Polda Papua Barat berharap dapat menjaring calon siswa SIPSS yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepribadian matang, serta jiwa kepemimpinan yang kuat. Hasil tes psikologi CAT akan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelulusan peserta ke tahap seleksi selanjutnya.


Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menyatakan bahwa tes psikologi ini bertujuan mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, stabilitas emosi, dan kesiapan mental peserta. "Polda Papua Barat berkomitmen melaksanakan seleksi yang transparan dan objektif untuk mendapatkan calon perwira Polri yang berkualitas," katanya.


Hasil tes psikologi akan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelulusan peserta ke tahap seleksi selanjutnya.


( Hasim )

Kunker ke Merangin, Kemensos Dijadwalkan Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat dan Dam Betuk



Suaraindonesia1.Com, MERANGIN – Bupati Merangin, M. Syukur, menerima kunjungan jajaran Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Kementerian Sosial RI di Rumah Dinas Bupati Merangin, Senin (26/1).


Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Bupati M. Syukur bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf pada Kamis (22/1) yang lalu si Jakarta.


Dalam pertemuan tersebut, Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena beserta jajaran akan langsung melakukan kunjungan ke Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas dan Desa Tanjung Lamin Kecamatan Pamenang Barat, Selasa (27/1).


Guna mematangkan kegiatan Kunker, Bupati M. Syukur langsung memimpin Rapat Koordinasi bersama Direktur PKAT Kemensos, I Ketut Supena dan jajaran pemerintah Kabupaten Merangin.


Fokus utama pembahasan adalah kesiapan teknis lapangan terkait pemberdayaan masyarakat adat dan optimalisasi potensi daerah.


Berdasarkan hasil rapat, Direktur PKAT dijadwalkan akan turun langsung ke dua lokasi yaitu Sekolah Rakyat (SR) di Tanjung Lamin, peninjauan fasilitas pendidikan bagi komunitas adat dan peninjauan rencana keramba ikan di Dam Betuk Desa Tambang Baru serta evaluasi potensi ekonomi kerakyatan melalui sektor perikanan.


"Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana di lokasi yang akan dikunjungi sudah siap, sehingga kunjungan Bapak Direktur besok dapat memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan komunitas adat kita," ujar M. Syukur di sela-sela rapat.


Rapat pematangan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Kemensos RI serta jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkab Merangin, di antaranya Kadis Perikanan Merangin Dedy Darmantias, perwakilan Polres Merangin, Sekdin Dinas Sosial Mas’ud, Kabag SDA  Haidir dan Kabag Prokompim Antin.


 (Bg, nasri)