BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Slider

latest
randomposts4

SULAWESI UTARA

Sulut/block-7/#E4D932

PAPUA

Papua/block-2/#5351E5

JAKARTA

JAKARTA/block-2/#00A0A2

POHUWATO

Pohuwato/block-1/#235FB6

NUSA TENGGARA

Nusa%20Tenggara/block-2/#0019A2

GORONTALO

Gorontalo/block-2

KESEHATAN

Kesehatan/block-1/#45B623

RIAU

Riau/block-2

SULAWESI SELATAN

Sulsel/block-2/#1200EF

OPINI

Opini/block-7/#990505

KALIMANTAN TIMUR

KALTIM/block-2/#C603AB

ACEH

Aceh/block-2/#C60350

KRIMINAL DAN HAM

Kriminal%20Dan%20Ham/block-5/#FF0000

NASIONAL

Nasional/block-8

DAERAH

Daerah/block-9

EKONOMI

Economy/block-3/#229304

OLAH RAGA

Olah%20Raga/block-5/#FF0000

JABODETABEK

Jabodetabek/block-1

GLOBAL

internasional

Latest Articles

Bimbingan Teknis Lifeskill Bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba, Warga Desa Tolongio Dilatih Teknologi Pengolahan Pakan Ternak


Gorontalo Utara - Suaraindonesia1.com, Bimbingan Teknis Lifeskill bagi masyarakat Kawasan Rawan Narkoba, Warga Desa Tolongio Dilatih Teknologi Pengolahan Pakan Ternak


DESA TOLONGIO, 12 Oktober 2026 — Kegiatan Bimbingan Teknis Lifeskill bagi masyarakat kawasan rawan narkoba resmi dibuka di Desa Tolongio, Kabupaten Gorontalo utara, Provinsi Gorontalo.pada Senin 12/10/2026 Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 14 Oktober 2026 ini mengangkat tema "Pelatihan Teknologi Pengolahan Pakan Ternak".

 

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut melalui peningkatan keterampilan dan penciptaan peluang usaha yang produktif. Dengan menguasai teknologi pengolahan pakan ternak, diharapkan warga memiliki keterampilan yang dapat dijadikan sumber penghasilan mandiri.

 

Dalam kegiatan ini, peserta akan dibekali pengetahuan praktis mulai dari teknik pembuatan pakan ternak berkualitas tinggi dengan biaya murah, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga cara pengemasan dan pemasaran produk pakan ternak.

 

Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, melainkan bagian dari upaya menjaga masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari pengaruh buruk narkoba. "Dengan memiliki keterampilan dan kesibukan yang bermanfaat, kita berharap masyarakat semakin tangguh dan tidak tergoda oleh tawaran yang merugikan masa depan," ujarnya.

 

Sejumlah peserta terlihat antusias mengikuti pembukaan kegiatan. Salah satu warga mengaku sangat menyambut baik program ini karena sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian di bidang peternakan.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ananda Bersinar, yang didukung oleh instansi terkait dalam upaya mempercepat pemulihan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan yang rentan terhadap masalah narkoba.

 

Diharapkan setelah pelatihan selesai, peserta tidak hanya mampu membuat pakan ternak untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga mampu memproduksi secara lebih luas sehingga dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

RAHMAN PATINGKI DESAK KAPOLDA BARU GORONTALO BONGKAR AKAR MAFIA TAMBANG: JANGAN HANYA TERTIBKAN ALAT BERAT, TETAPI UNGKAP SIAPA DALANG DI BALIKNYA!


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com — Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo kembali menghadirkan harapan baru bagi masyarakat, khususnya para penambang rakyat di Kabupaten Pohuwato yang hingga kini masih menanti kepastian hukum, keadilan, dan penyelesaian persoalan pertambangan yang telah berlangsung bertahun-tahun.


Ketua Umum Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Wilayah Provinsi Gorontalo, Rahman Patingki, menyampaikan kritik keras terhadap pola penegakan hukum yang selama ini dinilainya belum menjawab persoalan mendasar di balik aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI). Ia menegaskan bahwa pergantian Kapolda maupun rotasi jabatan di tubuh Polri semestinya menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus kesempatan untuk mengevaluasi dan menuntaskan persoalan lama, bukan sekadar pergantian figur tanpa perubahan berarti di lapangan.


"Sudah beberapa kali terjadi pergantian Kapolda Gorontalo, tetapi persoalan pertambangan belum juga menemukan penyelesaian yang benar-benar menjawab keresahan masyarakat. Pertanyaannya, apakah setiap pergantian pimpinan turut membawa evaluasi terhadap persoalan yang diwariskan, atau justru membiarkan masalah itu berjalan terus sampai akhirnya dilupakan oleh waktu?" tegas Rahman.

JANGAN BERHENTI PADA PENYITAAN ALAT BERAT, UNGKAP JARINGAN DI BALIKNYA!


Rahman menilai, tindakan penertiban terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin memang merupakan bagian dari penegakan hukum. Namun, menurutnya, keberhasilan operasi tidak semestinya hanya diukur dari berapa banyak alat berat yang diamankan, melainkan juga dari sejauh mana aparat mampu mengungkap pihak-pihak yang diduga mendanai, mengorganisasi, mengambil keuntungan, dan memperoleh manfaat dari aktivitas tersebut.


Ia menyayangkan apabila penindakan di lapangan lebih banyak menyasar pekerja kecil, sementara pertanyaan mengenai pihak yang memiliki modal besar dan mengendalikan kegiatan pertambangan belum memperoleh jawaban yang transparan.


"Jangan sampai yang terlihat oleh publik hanya alat berat yang diamankan dan pekerja kecil yang berhadapan dengan proses hukum. Lalu, bagaimana dengan pihak yang diduga menyediakan modal? Bagaimana dengan orang-orang yang mengatur kegiatan, menampung hasil tambang, atau mengambil keuntungan paling besar? Apakah semuanya sudah diperiksa secara menyeluruh berdasarkan alat bukti yang sah?" ujar Rahman.

Ia menegaskan, FKPR tidak sedang meminta agar pekerja tambang dibebaskan dari hukum. Prinsip penegakan hukum harus berlaku bagi siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa memandang kedudukan sosial maupun besarnya kekayaan.


Namun, menurut Rahman, keadilan juga menuntut agar penegakan hukum tidak berhenti pada pihak yang paling mudah dijangkau.


"Kalau rakyat kecil terbukti melanggar hukum, proseslah sesuai ketentuan. Tetapi apabila ada pihak lain yang berdasarkan bukti turut berperan, jangan berhenti hanya karena mereka memiliki modal, jaringan, atau pengaruh. Hukum tidak boleh tajam kepada pekerja kecil, tetapi tumpul terhadap siapa pun yang memiliki kekuatan ekonomi," tegasnya.

POHUWATO MENUNGGU KEJELASAN, BUKAN SEKADAR PERGANTIAN PIMPINAN


Persoalan pertambangan rakyat di Pohuwato, kata Rahman, bukanlah masalah yang baru muncul kemarin. Persoalan ini telah lama menjadi perbincangan masyarakat, memunculkan protes, serta melahirkan berbagai desakan agar aparat penegak hukum mengusut pihak-pihak yang diduga berperan di balik kegiatan pertambangan ilegal.


Rahman menyinggung peristiwa yang pernah mencuat ke ruang publik, termasuk persoalan yang dikaitkan dengan Marten Basaur dan Kapolres Boalemo pada masa jabatan AKBP Sigit Rahayudi, S.I.K. Menurutnya, setiap persoalan yang pernah mencuat dan menjadi perhatian masyarakat semestinya memperoleh kejelasan mengenai perkembangan penanganannya.


Ia juga menyoroti desakan sejumlah aliansi yang sebelumnya meminta agar dugaan keterlibatan Yosar Ruiba dalam aktivitas PETI di Pohuwato ditelusuri secara hukum.


Rahman mempertanyakan apakah laporan, informasi, dan desakan yang pernah berkembang tersebut telah ditindaklanjuti secara menyeluruh, serta apakah hasilnya sudah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.


"Publik berhak mengetahui apakah persoalan-persoalan yang pernah ramai diberitakan itu benar-benar ditelusuri sampai tuntas. Kalau memang tidak ditemukan bukti, sampaikan secara jelas sesuai prosedur. Tetapi jika terdapat bukti yang cukup mengenai dugaan pelanggaran, jangan biarkan persoalan itu menghilang begitu saja," ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyebutan nama seseorang dalam pemberitaan maupun pernyataan publik bukanlah bukti bahwa orang tersebut bersalah. Karena itu, pemeriksaan profesional dan proses hukum yang transparan dibutuhkan untuk memastikan kebenaran sekaligus melindungi hak setiap pihak.


DUGAAN SETORAN ATENSI Rp50 JUTA PER ALAT BERAT HARUS DIJAWAB DENGAN PENYELIDIKAN


Rahman turut menyoroti pernyataan yang pernah diberitakan mengenai dugaan pembayaran setoran atensi sebesar Rp50 juta untuk setiap alat berat dalam aktivitas pertambangan ilegal. Ia menilai, apabila pernyataan tersebut benar disampaikan oleh pelaku usaha tambang, aparat perlu memastikan kebenarannya melalui penyelidikan yang objektif, bukan membiarkannya menjadi polemik tanpa kejelasan.


Menurut Rahman, dugaan mengenai aliran uang, penerima dana, maupun kemungkinan adanya informasi penertiban yang bocor kepada pihak tertentu merupakan persoalan serius apabila didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.


"Kalau benar ada uang yang dibayarkan dengan dalih setoran atensi, siapa yang menerima? Untuk kepentingan apa uang itu diberikan? Apakah ada bukti transaksi, saksi, komunikasi, atau petunjuk lain yang dapat diperiksa? Semua pertanyaan itu harus dijawab melalui proses hukum, bukan melalui spekulasi dan saling tuding," katanya.

Rahman menegaskan, dugaan tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Akan tetapi, apabila terdapat keterangan saksi dan bukti awal yang relevan, ia meminta agar aparat tidak mengabaikannya.


Menurutnya, kejelasan hasil pemeriksaan penting bagi semua pihak. Jika tuduhan tidak terbukti, nama pihak yang disebut harus dipulihkan melalui penjelasan yang proporsional. Sebaliknya, apabila ditemukan bukti pelanggaran, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.


DUGAAN KETERLIBATAN FIRMAN LATUDA JANGAN DIBIARKAN MENJADI TANDA TANYA


Tidak hanya persoalan di Pohuwato, Rahman juga menyoroti pemberitaan yang pernah berkembang mengenai dugaan keterlibatan Firman Latuda dalam aktivitas PETI di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Gorontalo.


Menurut informasi dan pengakuan pelaku usaha tambang yang disebut pernah diberitakan, terdapat kekecewaan terkait dugaan pembayaran setoran atensi dan penertiban alat berat yang tetap berlangsung. Rahman menilai, keterangan tersebut perlu diuji dan diklarifikasi melalui mekanisme hukum agar tidak berhenti sebagai pernyataan sepihak di ruang publik.


Atas persoalan tersebut, Rahman sebelumnya menyatakan akan mendorong aksi penyampaian pendapat di Mapolda Gorontalo untuk meminta Kapolda menindaklanjuti informasi yang berkembang dan memanggil pihak-pihak terkait apabila diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.


"Prinsip kami sederhana. Kalau nama seseorang disebut dalam dugaan perkara, jangan langsung menyimpulkan dia bersalah. Periksa keterangannya, periksa bukti-buktinya, dan berikan ruang bagi yang bersangkutan untuk menjelaskan. Jika tidak terbukti, sampaikan hasilnya secara jelas. Namun, jika ditemukan bukti keterlibatan, tindak sesuai hukum yang berlaku," tegas Rahman.

Ia menilai, membiarkan dugaan serius tanpa kejelasan justru dapat memperbesar ketidakpercayaan masyarakat. Karena itu, transparansi mengenai tindak lanjut laporan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi sangat penting.


Rahman juga meminta agar dugaan kebocoran informasi mengenai operasi penertiban, apabila terdapat indikasi dan bukti yang mendukungnya, ditelusuri secara profesional. Sebab, jika benar ada pihak yang membocorkan informasi operasi untuk melindungi kegiatan ilegal, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele.


MISI PEMBERANTASAN MAFIA TAMBANG JANGAN BERHENTI PADA SLOGAN


Rahman mengingatkan bahwa upaya pemberantasan pertambangan ilegal harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terukur, dan dapat dievaluasi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa penegakan hukum tidak hanya hadir ketika operasi penertiban berlangsung, tetapi juga bekerja menelusuri aliran dana, hubungan antarpelaku, dugaan perlindungan terhadap kegiatan ilegal, serta pihak-pihak yang terbukti memperoleh keuntungan dari pelanggaran hukum.


Ia berharap komitmen pemerintah pusat untuk memberantas praktik pertambangan ilegal benar-benar diterjemahkan menjadi langkah konkret di daerah.


"Jangan sampai semangat pemberantasan mafia tambang hanya terdengar keras dalam pernyataan, tetapi hasilnya tidak dirasakan masyarakat. Kalau penertiban berulang kali dilakukan, tetapi dugaan aktor utama tidak pernah memperoleh kejelasan, wajar jika masyarakat terus bertanya dan meminta pertanggungjawaban," ujarnya.

Menurut Rahman, yang dipertaruhkan bukan hanya persoalan tambang, melainkan juga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ketika masyarakat melihat operasi demi operasi berlangsung tanpa penjelasan yang memadai mengenai perkembangan perkara, ruang bagi kecurigaan akan semakin besar.


Karena itu, ia meminta agar setiap tindakan penertiban disertai penyelidikan yang menyeluruh, penanganan perkara yang profesional, serta komunikasi publik yang tidak mengganggu kepentingan penyidikan.


HARAPAN BARU UNTUK KAPOLDA GORONTALO IRJEN POL NURWORO DANANG, S.I.K.


Dengan hadirnya Kapolda Gorontalo yang baru, Irjen Pol Nurworo Danang, S.I.K., Rahman menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu menjadikan persoalan pertambangan ilegal sebagai salah satu agenda evaluasi yang serius dan berkelanjutan.


Ia berharap pimpinan baru tidak hanya melanjutkan pola penertiban di lapangan, tetapi juga mengevaluasi penanganan perkara terdahulu, memeriksa perkembangan laporan yang relevan, serta memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan prosedur hukum.


Rahman meminta agar penanganan dilakukan secara tegas, terukur, profesional, dan tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan.


"Kapolda baru harus berani membuka kembali ruang evaluasi terhadap persoalan-persoalan yang selama ini menjadi pertanyaan publik. Kami tidak meminta siapa pun dikorbankan demi memenuhi tuntutan masyarakat. Yang kami minta adalah keberanian untuk mencari kebenaran, ketegasan untuk menindak pelanggaran yang terbukti, serta keadilan yang tidak membedakan rakyat kecil dan mereka yang memiliki kekuatan ekonomi," ungkapnya.

Ia juga mendorong koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan persoalan pertambangan tidak semata-mata mengandalkan operasi penindakan, tetapi turut mempertimbangkan penataan pertambangan rakyat yang sesuai ketentuan perizinan, perlindungan lingkungan, keselamatan kerja, dan kepastian hukum.


DI BALIK ALAT BERAT YANG DIAMANKAN, ADA NASIB RAKYAT YANG MENUNGGU KEPASTIAN


Bagi Rahman, persoalan ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai urusan alat berat, angka penindakan, atau statistik penegakan hukum. Di balik persoalan pertambangan terdapat masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada pekerjaan sehari-hari, keluarga yang menunggu nafkah, dan warga yang berharap negara hadir memberikan jalan keluar yang adil.


Ia memahami bahwa negara memiliki kewajiban menindak aktivitas yang melanggar hukum. Namun, ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang memberikan kepastian bagi masyarakat agar tidak terus berada dalam lingkaran ketidakpastian, penertiban, dan persoalan ekonomi yang berulang.


"Di balik setiap persoalan pertambangan, ada keluarga yang menunggu kepastian hidup. Ada pekerja yang mungkin hanya menerima upah, sementara keuntungan terbesar belum tentu berada di tangan mereka. Negara tidak boleh menutup mata terhadap pelanggaran hukum, tetapi negara juga harus memastikan bahwa penegakan hukum tidak kehilangan rasa keadilan dan kemanusiaan," tuturnya.

Rahman menegaskan, FKPR akan terus mengawal persoalan ini melalui penyampaian aspirasi, permintaan informasi, dan dorongan agar aparat bekerja secara transparan sesuai kewenangannya.


"Pergantian Kapolda seharusnya menjadi awal untuk memperbaiki apa yang belum selesai, bukan sekadar pergantian nama di papan jabatan. Masyarakat Gorontalo tidak membutuhkan janji yang berulang. Masyarakat membutuhkan kejelasan, keberanian mengungkap fakta, dan hasil penegakan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Rahman Patingki.

Kini, pertanyaan masyarakat tetap sama: sampai kapan persoalan pertambangan ini terus berulang, dan kapan publik memperoleh kejelasan mengenai pihak-pihak yang diduga berada di baliknya?


Bagi FKPR, jawaban atas pertanyaan itu harus diberikan melalui penyelidikan yang objektif, penegakan hukum yang setara, dan keberpihakan pada keadilan bagi seluruh masyarakat Gorontalo.


Rep: JO

Dedikasi Menuju Aksi Nyata, Pemuda Aceh Serantau Dukung Pembangunan di Era Mualem–Dek Fadh


JAKARTA, SuaraIndonesia1.com — Menjelang dua tahun kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Persatuan Pemuda Aceh Serantau melalui Presidium Nasional menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat pelayanan publik, serta memperjuangkan pemulihan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.


Bagi kalangan pemuda, kepemimpinan Mualem–Dek Fadh menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan menggerakkan seluruh potensi daerah. Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam, kekuatan sosial masyarakat, serta generasi muda yang siap mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan masa depan.


Presidium Nasional Persatuan Pemuda Aceh Serantau menilai, berbagai agenda pembangunan yang dijalankan Pemerintah Aceh perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang terbuka antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.


“Bagi kami, Mualem dan Dek Fadh memiliki tanggung jawab besar untuk membawa Aceh semakin maju dan sejahtera. Kami mengapresiasi setiap ikhtiar positif yang dilakukan pemerintah. Ini saatnya seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda dan mahasiswa, ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi nyata bagi Aceh,” demikian pernyataan Presidium Nasional Persatuan Pemuda Aceh Serantau.

Mualem dan Dek Fadh, Momentum Memperkuat Pembangunan Aceh


Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan Aceh melalui percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan investasi, serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.


Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi, upaya pemerintah dalam memperkuat koordinasi pembangunan dan mendorong pemulihan wilayah terdampak bencana menjadi agenda penting yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.


Bagi Persatuan Pemuda Aceh Serantau, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga oleh sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat hingga ke pelosok daerah.


Karena itu, program-program yang telah berjalan perlu terus dikawal agar memberikan dampak nyata, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, petani, nelayan, pelaku usaha kecil, serta generasi muda yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang.


Pemuda dan Mahasiswa Siap Menjadi Mitra Strategis Pemerintah


Persatuan Pemuda Aceh Serantau menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa bukan sekadar penonton dalam perjalanan pembangunan Aceh. Generasi muda harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah yang mampu menyumbangkan pemikiran, inovasi, serta gagasan konstruktif untuk menjawab persoalan daerah.


Ada sejumlah agenda yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga optimalisasi potensi pertanian, perikanan, pariwisata, dan sumber daya alam Aceh.


Selain itu, pemerintah diharapkan terus membuka ruang dialog bagi organisasi pemuda dan mahasiswa agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara terarah dan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif.


Menurut Presidium Nasional Persatuan Pemuda Aceh Serantau, sinergi tersebut akan menjadi kekuatan penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan kebijakan pembangunan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.


“Kami ingin pemuda Aceh hadir membawa solusi. Ketika ada program pemerintah yang baik, kita dukung dan perkuat. Ketika masih ada persoalan, kita sampaikan masukan secara santun, objektif, dan konstruktif. Tujuan kita sama, yakni melihat Aceh semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera,” tegasnya.

Dukungan untuk Aceh yang Lebih Maju dan Sejahtera


Menjelang dua tahun pemerintahan Mualem–Dek Fadh, Persatuan Pemuda Aceh Serantau berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Pemerintah membutuhkan dukungan publik, sedangkan pemuda membutuhkan ruang partisipasi agar energi, kreativitas, dan kemampuan intelektual mereka dapat memberikan manfaat bagi pembangunan.


Persatuan Pemuda Aceh Serantau juga mendorong agar capaian pemerintahan terus dievaluasi berdasarkan hasil yang terukur, termasuk penurunan angka kemiskinan, perluasan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, serta perbaikan pelayanan publik.


Bagi organisasi ini, mendukung pemerintah bukan berarti menutup mata terhadap tantangan, melainkan memberikan kepercayaan sekaligus ikut bekerja untuk memastikan agenda pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.


Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Presidium Nasional Persatuan Pemuda Aceh Serantau menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam memperkuat komunikasi, menyampaikan gagasan kebijakan, dan membangun kolaborasi lintas sektor demi masa depan Aceh.


“Harapan kami sederhana, Aceh harus terus bergerak maju. Kami ingin melihat semakin banyak anak muda mendapatkan pekerjaan, semakin banyak usaha masyarakat berkembang, pembangunan semakin merata, dan kesejahteraan benar-benar dirasakan rakyat. Kami siap menjadi bagian dari ikhtiar besar tersebut,” tutup pernyataan Presidium Nasional Persatuan Pemuda Aceh Serantau.

Rep: JO

UNG Perkuat Kolaborasi Riset Internasional Indonesia dan Australia melalui PAIR Sulawesi NZ 2.5


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil bagian dalam kolaborasi riset internasional Indonesia dan Australia melalui program Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi, kelompok riset Net Zero (NZ) 2.5 (Waste Management) selama 2 tahun (2025-2027).


Hasil penelitian Tahun Pertama telah didiseminasikan dan rekomendasinya disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai impact partner dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi pada Jumat, 9 Oktober 2026.


UNG berkontribusi melalui Dr. Raghel Yunginger, M.Si., sebagai peneliti, bersama Rezkiawan Tantawi, S.E., M.M., sebagai Research Assistant, dan coordinator tim ini Bapak Dr. Irwan Ridwan Rahim dari Universitas Hasanuddin. Keduanya menjadi bagian dari tim riset internasional yang mengkaji pengelolaan limbah plastik sekali pakai di fasilitas Kesehatan. Melalui PAIR Sulawesi NZ 2.5, UNG berkontribusi dalam jaringan penelitian internasional dengan membawa pemahaman atas karakteristik lokasi dan kemitraan di Gorontalo. Diseminasi dan penyampaian rekomendasi membuka ruang tindak lanjut bersama pemerintah daerah untuk mendukung pengelolaan limbah fasilitas kesehatan dan perlindungan kawasan pesisir dari pencemaran sampah.


Tim peneliti UNG memegang peranan penting melalui penguasaan karakteristik lokasi penelitian serta sinkronisasi kemitraan dengan impact partner di Gorontalo. Pemahaman terhadap kondisi setempat membantu tim menghubungkan metodologi penelitian dengan konteks daerah. Peran ini juga mendukung penyelarasan komunikasi dan kerja sama dengan mitra agar rekomendasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan di lapangan.


Penelitian NZ 2.5 dilaksanakan dalam program PAIR Sulawesi yang didanai bersama oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Pendanaan dari Indonesia didukung oleh Kemendiktisaintek melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sedangkan pendanaan dari Australia berasal dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Dukungan pendanaan bilateral ini menunjang kolaborasi peneliti dari kedua negara dalam pelaksanaan riset.


Cakupan penelitian meliputi Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, serta Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Kepulauan Bunaken. Perhatian terhadap wilayah pesisir dan kepulauan menjadi bagian penting dalam riset ini karena kawasan tersebut perlu dilindungi dari pencemaran sampah. Pengelolaan limbah fasilitas kesehatan yang aman dan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan pesisir dan laut.


Kolaborasi Peneliti dari Indonesia selain UNG adalah UNHAS, UNSRAT, dan Institut Teknologi Kalimantan. Sedangkan dari Australia adalah Prof. Bronwyn Laycock dan Dr. Clement Chan dari University of Queensland, serta Catherine O'Shea dan Sherah Kurnia dari University of Melbourne. Melalui kolaborasi riset ini, pengelolaan limbah medis dan nonmedis mendapat perhatian sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan. Pengelolaan yang aman dan berkelanjutan diperlukan untuk mencegah pencemaran lingkungan serta mengurangi risiko dampaknya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem pesisir dan laut.


Diseminasi menjadi ruang penyampaian hasil kajian dan rekomendasi kepada pemerintah daerah. Sementara itu, monitoring dan evaluasi memberi kesempatan bagi tim penelitian dan lembaga pendukung untuk meninjau pelaksanaan riset serta mendiskusikan keterkaitan luarannya dengan kebutuhan mitra.


Impact partner yang terlibat meliputi Bappeda Provinsi Gorontalo, Bapperida Kabupaten Gorontalo, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Biluhu, serta Pemerintah Kecamatan Biluhu. Para mitra menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi riset dan apresiasi serta terima kasih kepada tim PAIR Sulawesi NZ 2.5. Dukungan tersebut menjadi dasar untuk keberlanjutan riset pada skala pengembangan yang berdampak terhadap pengelolaan limbah fasilitas kesehatan.


Rep: JO

APBD 2027 Jangan Sekadar Retorika, Rakyat Membutuhkan Solusi Nyata


Oleh: Tutun Suaib, S.H., CPLC

Praktisi Hukum


GORONTALO UTARA, SuaraIndonesia1.com – APBD 2027 jangan sekadar retorika yang dibungkus dengan kata-kata indah. Rakyat membutuhkan solusi nyata menghadapi permasalahan yang ada.


Kekeringan ekstrem akibat kemarau panjang yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, petani mengalami gagal panen, hingga kebakaran terjadi di berbagai wilayah, harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Gorontalo Utara dalam menyusun kebijakan pembangunan tahun 2027.


Persoalan ini tidak cukup dijawab dengan penyaluran bantuan sesaat, rapat koordinasi, kegiatan seremonial, atau penyampaian konsep program dalam bentuk retorika yang dibungkus dengan kata-kata indah. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar dan mencegah krisis serupa terus berulang.


APBD TAHUN ANGGARAN 2027 HARUS MENJADI MOMENTUM UNTUK MENGUBAH POLA KEBIJAKAN, DARI SEKADAR MENJALANKAN KEGIATAN MENJADI MENGHASILKAN MANFAAT NYATA BAGI MASYARAKAT SERTA MEMBANGUN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA.


Pemerintah daerah perlu menjadikan ketahanan air bersih, perlindungan petani, pencegahan kebakaran, dan mitigasi bencana sebagai bagian penting dari prioritas anggaran. Pembangunan embung, penampungan air hujan, perbaikan jaringan air bersih dan irigasi, perlindungan sumber mata air, serta penguatan sistem peringatan dini harus direncanakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.


Namun, perhatian pemerintah tidak boleh berhenti pada persoalan kekeringan. Ketika musim hujan tiba, ancaman bencana banjir dan tanah longsor juga perlu diantisipasi sejak dini. Perubahan kondisi lingkungan, berkurangnya kawasan resapan air, kerusakan tutupan lahan, serta buruknya sistem drainase di sejumlah wilayah dapat memperbesar risiko bencana. Karena itu, keseimbangan lingkungan dan kesiapan menghadapi perubahan musim harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.


JANGAN MENUNGGU BENCANA BARU BERGERAK


Pengalaman menghadapi kekeringan seharusnya menjadi pelajaran bahwa pemerintah harus mempersiapkan langkah sebelum bencana terjadi. Begitu pula menghadapi musim hujan, jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah banjir merendam permukiman, tanah longsor menutup akses jalan, atau masyarakat kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.


Dalam perencanaan APBD 2027, pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk normalisasi dan pemeliharaan drainase sesuai kajian teknis, perbaikan saluran air, pemetaan kawasan rawan banjir dan longsor, rehabilitasi daerah aliran sungai, serta perlindungan kawasan resapan di wilayah yang rawan.


Selain itu, sistem peringatan dini, kesiapan personel, peralatan evakuasi, jalur penyelamatan, dan edukasi masyarakat harus diperkuat. Program tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat risiko masing-masing wilayah agar anggaran tidak habis untuk kegiatan yang kurang menjawab kebutuhan lapangan.


"Pemerintah tidak dapat mengendalikan hujan, tetapi dapat mengurangi risiko bencana melalui perencanaan yang matang, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, dan kesiapsiagaan yang terukur."

INDIKATOR KEBERHASILAN APBD 2027 HARUS JELAS


Agar anggaran tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, keberhasilannya harus dapat diukur melalui hasil nyata yang dirasakan masyarakat.


• Air bersih: Bertambahnya rumah tangga yang mendapatkan akses air bersih secara berkelanjutan dan berkurangnya wilayah yang mengalami krisis air.

• Pertanian: Meningkatnya luas lahan yang mendapat dukungan pengairan, membaiknya kesiapan petani menghadapi kemarau, dan tersedianya bantuan pemulihan bagi petani terdampak.

• Pencegahan kebakaran: Meningkatnya kesiapan petugas, tersedianya atau ditambahnya peralatan yang memadai dalam upaya pencegahan.

• Mitigasi banjir dan longsor: Meningkatnya cakupan wilayah rawan yang dipetakan, berfungsinya drainase dan sistem peringatan dini, serta terlaksananya pemeliharaan infrastruktur dan pemulihan lingkungan.

• Akuntabilitas anggaran: Setiap program memiliki target, jadwal, penanggung jawab, biaya pemeliharaan, dan laporan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.


Target angka perlu ditetapkan berdasarkan data awal dan tingkat kerawanan. Evaluasi juga harus melihat dampak nyata, bukan sekadar jumlah kegiatan seremonial yang terlaksana atau anggaran yang terserap.


HENTIKAN KEBIASAAN MENGUKUR KEBERHASILAN DARI SEREMONI


Rapat koordinasi, sosialisasi, dan seremoni memang dapat menjadi bagian dari proses pembangunan. Namun, semuanya tidak boleh menggantikan tindakan nyata.


Pemerintah harus mengevaluasi program sebelumnya secara terbuka: apa yang telah berhasil, apa yang belum memberikan hasil, dan apa yang perlu diperbaiki. DPRD juga perlu memastikan bahwa anggaran yang disetujui menjawab kebutuhan masyarakat serta mengawasi pelaksanaannya hingga ke lapangan.


Program yang baik bukan hanya terdengar meyakinkan saat dipresentasikan atau disampaikan lewat konten media sosial, tetapi harus terbukti memberikan perubahan melalui tindakan nyata. Anggaran yang besar pun tidak berarti banyak apabila persoalan mendasar masyarakat tetap berulang tanpa penyelesaian.


APBD 2027 HARUS MENJADI BUKTI KERJA, BUKAN SEKADAR JANJI-JANJI ATAU HANYA SEBATAS RETORIKA YANG DIBUNGKUS DENGAN KATA-KATA INDAH.


Kekeringan, kebakaran, banjir, dan tanah longsor harus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa hanya berorientasi pada kegiatan tahunan. Pemerintah perlu membangun ketahanan air, melindungi penghidupan petani, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menyiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana sepanjang tahun.


Jangan sampai ketika kemarau datang, rakyat kesulitan mencari air; ketika hujan turun, rakyat kembali dihantui banjir dan longsor. Kondisi tersebut harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperbaiki perencanaan, menetapkan prioritas anggaran, dan memastikan program berjalan secara konsisten.


APBD 2027 JANGAN HANYA MENJADI DOKUMEN BERISI KONSEP DAN JANJI. JADIKAN ANGGARAN SEBAGAI BUKTI TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH MELALUI TINDAKAN NYATA, INDIKATOR KEBERHASILAN YANG TERUKUR, PENGAWASAN TERBUKA, DAN HASIL YANG DAPAT DIRASAKAN MASYARAKAT.


Sebab, keberhasilan pembangunan bukan diukur dari seberapa ramai kegiatan dilaksanakan atau seberapa indah program dipaparkan, melainkan dari seberapa besar persoalan rakyat berhasil diselesaikan.


Rep: JO

Ketum AKPERSI Serukan Aksi di Polres Kabupaten Bogor, Desak Penanganan Tegas Dugaan Intimidasi Terhadap Anggota AKPERSI


BOGOR, SuaraIndonesia1.com — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC AKPERSI) Kabupaten Bogor menyerukan aksi penyampaian aspirasi di Polres Kabupaten Bogor, Senin (12/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga tuntutan terpenuhi. Aksi tersebut digelar sebagai respons atas dugaan intimidasi terhadap anggota AKPERSI yang diduga melibatkan salah satu kepala desa di Kabupaten Bogor.


Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.EJ., C.BJ., CFLE., C.ILJ., menegaskan bahwa dugaan intimidasi terhadap anggota pers harus ditangani secara serius dan transparan. Menurutnya, setiap laporan atau pengaduan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum harus ditindaklanjuti secara profesional tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan pihak yang dilaporkan.


“Kami dari DPP AKPERSI bersama DPC AKPERSI Kabupaten Bogor mendesak Kapolres Kabupaten Bogor agar memberikan perhatian serius terhadap dugaan intimidasi yang dialami anggota kami. Kami meminta agar perkara ini ditangani secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Jangan sampai ada kesan bahwa persoalan hukum menjadi lambat atau tidak mendapat perhatian hanya karena pihak yang dilaporkan memiliki jabatan,” tegas Rino Triyono.

Rino menyatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional sekaligus upaya organisasi untuk memperoleh kejelasan atas penanganan dugaan intimidasi tersebut. AKPERSI, kata dia, tidak bermaksud mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum, tetapi mendorong agar proses hukum berjalan secara akuntabel dan memberikan kepastian kepada pihak-pihak terkait.


“Kami meminta penyidik menindaklanjuti perkara ini secara objektif, memeriksa pihak-pihak terkait, mengumpulkan bukti, dan mengungkap fakta yang sebenarnya. Apabila berdasarkan hasil penyidikan telah terpenuhi persyaratan hukum, kami mendesak agar penetapan tersangka dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami tidak meminta hukum dipaksakan, tetapi kami juga tidak ingin dugaan intimidasi terhadap anggota pers dibiarkan tanpa kejelasan,” lanjutnya.

Rino Triyono: Jabatan Bukan Alasan untuk Menghindari Proses Hukum


Menurut Rino, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Karena itu, dugaan pelanggaran hukum harus diperiksa berdasarkan fakta dan alat bukti, bukan berdasarkan jabatan, pengaruh, maupun kedekatan dengan pihak tertentu.


“Jabatan kepala desa tidak menempatkan seseorang di atas hukum. Namun, kami tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Kami tidak ingin menghakimi siapa pun sebelum proses hukum membuktikan fakta yang sebenarnya. Yang kami tuntut adalah profesionalisme penyidik, transparansi penanganan perkara, dan kepastian hukum bagi anggota kami,” ujarnya.

Rino juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Apabila dugaan intimidasi tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas jurnalistik yang sah, persoalan itu perlu ditangani secara serius karena berpotensi menghambat kerja pers dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi.


Rino mengingatkan bahwa kritik, konfirmasi, pemberitaan, maupun kegiatan jurnalistik harus disikapi melalui mekanisme yang sesuai dengan hukum. Perbedaan pendapat antara pejabat publik dan jurnalis tidak seharusnya berkembang menjadi ancaman atau tindakan intimidatif.


“Jurnalis bukan musuh. Pers bekerja untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab. Jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, gunakan hak jawab, hak koreksi, atau jalur hukum yang tersedia. Jangan menggunakan intimidasi untuk menyelesaikan persoalan,” katanya.

DPC AKPERSI Kabupaten Bogor Siap Kawal Perkara


Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bogor, Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ., bersama jajaran organisasi menyatakan kesiapan mengawal persoalan tersebut melalui jalur yang sah dan konstitusional.


AKPERSI menegaskan bahwa pengawalan perkara dilakukan untuk memastikan adanya kejelasan penanganan, sekaligus mendorong perlindungan terhadap anggota yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.


Organisasi juga mengingatkan seluruh anggotanya agar tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan prinsip verifikasi, menjaga keberimbangan pemberitaan, serta tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.


Menurut AKPERSI, perlindungan terhadap jurnalis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional. Kebebasan pers bukan berarti kebebasan tanpa batas, tetapi pelaksanaan kemerdekaan pers juga tidak boleh dihambat melalui tindakan intimidasi atau tekanan yang bertentangan dengan hukum.


Desak Kapolres Berikan Kejelasan Penanganan


Melalui aksi yang direncanakan berlangsung di Polres Kabupaten Bogor pada Senin (12/10/2026), DPP AKPERSI dan DPC AKPERSI Kabupaten Bogor mendesak kepolisian agar:


1. Menindaklanjuti dugaan intimidasi terhadap anggota AKPERSI secara profesional, objektif, dan transparan.

2. Memeriksa pihak-pihak terkait serta mengumpulkan dan menilai bukti sesuai ketentuan hukum.

3. Memberikan kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara melalui mekanisme komunikasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Mengambil tindakan hukum sesuai kewenangan apabila ditemukan bukti dan terpenuhi persyaratan untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.

5. Memastikan penanganan perkara berlangsung tanpa diskriminasi dan tetap menghormati hak semua pihak.


Rino menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut melalui mekanisme hukum dan penyampaian aspirasi yang sah.


“Kami berharap Kapolres Kabupaten Bogor merespons persoalan ini secara terbuka dan memberikan kepastian hukum. Kami akan mengawal perkara ini sampai ada kejelasan penanganan. Perjuangan kami bukan untuk menempatkan siapa pun di atas hukum, melainkan memastikan hukum berlaku adil bagi semua,” tegas Rino.

Rino menambahkan, AKPERSI berkomitmen menjaga marwah profesi jurnalistik, memperjuangkan perlindungan anggota, dan mendukung penegakan hukum yang profesional serta berintegritas.


“Jurnalis bukan musuh, intimidasi bukan solusi. Kami ingin pers yang merdeka, profesional, dan berintegritas, serta penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.”

DPP AKPERSI dan DPC AKPERSI Kabupaten Bogor berharap aksi tersebut menjadi momentum bagi semua pihak untuk mengedepankan dialog, menghormati kebebasan pers, dan menyelesaikan persoalan berdasarkan hukum yang berlaku.


Rep: JO

Warga dan Anggota Dewan Apresiasi Bupati M. Syukur Atas Pembangunan Jalan Mampun Baru – Pulau Tujuh



Suaraindonesia1com, PAMENANG BARAT – Pembangunan jalan penghubung Desa Mampun Baru hingga Pulau Tujuh di Kecamatan Pamenang Barat mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari masyarakat serta wakil rakyat setempat. 


Ucapan terima kasih disampaikan langsung saat Bupati Merangin, M. Syukur, melakukan peninjauan lokasi perbaikan jalan tersebut pada Sabtu (10/10).  


Anggota DPRD Kabupaten Merangin, Patria Nusa Nanta, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Merangin dan Bupati M. Syukur atas komitmen serta pengalokasian anggaran untuk perbaikan jalan Mampun Baru - Pulau Tujuh..

  

"Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah, terutama Pak Bupati yang telah mengalokasikan anggaran rabat beton di jalan ruas Mampun Baru sampai Pulau Tujuh. Semoga apa yang terbangun ini bisa menunjang perekonomian masyarakat di sini dan tidak berhenti hanya di tahun ini, tetapi bisa berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya," ungkap Patria di sela-sela peninjauan. 


Senada dengan hal tersebut, Tokoh Masyarakat Pulau Tujuh, H. Didit Paidi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya pembangunan rabat beton yang sudah lama dinantikan warga. Menurutnya, perbaikan jalan ini akan sangat membantu kelancaran aktivitas harian warga serta pengangkutan hasil kebun.  


"Alhamdulillah, artinya tahun ini kita dapat alokasi kegiatan rabat beton di Pulau Tujuh dan Mampun Baru. Mudah-mudahan ini tidak berhenti di tahun ini, setiap tahun kita bisa dapat terus sehingga kondisi jalan di desa kami betul-betul bisa lancar. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Dewan," ujar Didit penuh rasa syukur.  


Sebagai informasi, proyek peningkatan jalan ruas Mampun Baru – Simpang Meranti berupa pengerjaan rabat beton ini bersumber dari APBD Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1,55 miliar yang dikerjakan oleh CV Bintang Kerinci.  


Menanggapi harapan warga dan anggota dewan, Bupati Merangin, M. Syukur menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah secara bertahap. Ia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.  


"Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas jalan demi mendorong kesejahteraan dan perekonomian warga. Kami berharap, pembangunan rabat beton ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dijaga bersama oleh masyarakat, agar usia pakainya lama dan mobilitas ekonomi warga senantiasa lancar," singkatnya. 


(Bg nasri)

Serahkan SK MPC Kepulauan Seribu, Pemuda Pancasila Perkuat Barisan dan Solidaritas


Kepulauan Seribu, suaraindonesia1.com Upaya memperkuat konsolidasi organisasi Pemuda Pancasila di wilayah Kepulauan Seribu ditandai dengan kegiatan silaturahmi dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Sabtu (10/10/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan, Wakil Ketua 3 Bernard Tampubolon, Wakil Sekretaris Pemberdayaan dan Pembinaan Cabang (P2C) Jakarta Utara–Pulau Seribu, Jerry Patty, bersama Wakil Sekretaris Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam), Burhanudin. Penyerahan SK ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, menata kepengurusan, serta meningkatkan soliditas organisasi di wilayah Kepulauan Seribu.


Penyerahan SK tersebut merupakan bagian penting dalam penguatan struktur organisasi. Melalui keputusan ini, kepengurusan MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Seribu diharapkan dapat menjalankan tugas, fungsi, dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan serta mekanisme organisasi.



Ketua Pemuda Pancasila MPC Kepulauan Seribu, Sahabudin, mengatakan bahwa penyerahan SK bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan juga menjadi landasan bagi pengurus untuk menjalankan amanah organisasi dan memperkuat koordinasi di setiap tingkatan kepengurusan.


Menurut Sahabudin, kejelasan struktur kepengurusan sangat penting agar pembagian tugas, tanggung jawab, dan koordinasi antarbidang dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, setiap pengurus diharapkan berkontribusi aktif dalam menjalankan program organisasi sekaligus menjaga soliditas Pemuda Pancasila di Kepulauan Seribu.


Ia berharap seluruh jajaran pengurus dapat menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dalam menjalankan roda organisasi.



“Harapan kami, Pemuda Pancasila di Kepulauan Seribu semakin solid, kompak, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.


Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarpengurus serta memperkuat koordinasi dalam pembinaan dan pengembangan organisasi. Dengan adanya penyerahan SK, kepengurusan MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Seribu diharapkan semakin tertata, memiliki arah kerja yang jelas, dan mampu menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab.


Sejumlah Pengurus Hadir


Kegiatan silaturahmi dan penyerahan SK tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus Pemuda Pancasila, di antaranya:


1. Arudi, Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DKI Jakarta.

2. Bernard Tampubolon, Wakil Ketua 3

3. Jerry Patty, Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Cabang (P2C) Jakarta Utara–Pulau Seribu.

4. Burhanudin, Wakil Sekretaris Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam).


Kehadiran jajaran pengurus tersebut mencerminkan upaya membangun komunikasi dan koordinasi lintas kepengurusan guna memperkuat konsolidasi internal organisasi.


Melalui kegiatan ini, Pemuda Pancasila diharapkan semakin solid, mampu menjaga persatuan, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kepulauan Seribu.


Report: Jp

IKBY Manokwari Dua Kali Melakukan Ujicoba Pengolah Sampah Plastik Prototipe SAKTI-1


Manokwari, suaraindonesia1.com, Sabtu (10-10-2026),- Penundaan pelaksanaan pawai budaya dalam rangka HUT Provinsi Papua Barat pada Kamis,08-10-2026, sebagai dampak  bencana asap yang melanda Manokwari, mengakibatkan pengurus Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari mengalihkan peserta kegiatan yang berasal dari IKBY Manokwari untuk menyaksikan langsung ujicoba prototipe SAKTI-1 di Reremi, Kamis (08-10-2026).


"Sebagaimana diketahui bahwa massa jenis solar lebih tinggi daripada massa jenis bensin. Adapun untuk massa jenis rendemennya solar lebih tinggi daripada massa jenis bensin. Jadi pada saat ujicoba ke-2 dari prototipe SAKTI -1 besutan IKBY Manokwari memang telah dihasilkan minyak pirolisis setara solar setelah mendapat treatment lanjutan dan gas. Mengacu pada referensi yang pernah dipelajari,

disebutkan bahwa idealnya plastik memang dicacah agar mempercepat proses pengolahan sampah plastik dengan teknologi pirolisis," ujar Muhammad Subagyo Sugiarto, Ketua IKBY Manokwari, Kamis, 08-10-2026



"Dari pengalaman IKBY Manokwari pada ujicoba 1 bulan Agustus lalu dengan prototipe yang lebih sederhana, dan dengan memadukan artikel-artikel terkait sebagai referensi yang pernah dibaca serta diskusi yang telah dilakukan secara daring dengan Prof. Dr. Mulya Gusman dari Universitas Negeri Padang selaku akademisi lingkungan hidup dan Denny Camber dari Reynol Energy maupun Budi Trisno Aji dari Bank Sampah Banjarnegara selaku praktisi yang produk hasil pengolahan sampah plastik dengan teknologi pirolisisnya sudah beredar dan dimanfaatkan di masyarakat, makin dipahami bahwa tujuan akhir kegiatan ini adalah mengurangi jumlah sampah plastik yang beredar di masyarakat sehingga makin banyak peralatan ini dibuat dan makin banyak yang memanfaatkan maka makin cepat sampah plastik berkurang secara drastis dengan polusi asap yang makin sedikit," sambungnya.


"IKBY Manokwari mengapresiasi jika langkah ini juga akan diikuti oleh paguyuban lain di Manokwari. Karena saat ini, IKBY Manokwari adalah paguyuban pertama yang merealisasikan pengolahan sampah plastik dengan peralatan teknologi pirolisis. Oleh karena itu makin banyak aktivitis yang melakukan modifikasi pengembangan inovasi terhadap alat sehingga semakin efektif dan makin ekonomis harga alat akibat makin ditekannya biaya pembuatan alat adalah lebih baik untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat," ucap Cito Waluyo,Plt. Sekretaris IKBY Manokwari.



Terpantau mobil IKBY Manokwari di perempatan Haji Bauw pada Sabtu, 10-10-2026, mengangkut sampah plastik yang hendak diolah baik menggunakan peralatan teknologi pirolisis maupun untuk kepentingan pembuatan kerajinan. 

"Sampah plastik ini dikumpulkan dari pinggir laut dan jalan menuju pantai marampa oleh beberapa rekan untuk kemudian dijual ke Kami untuk selanjutnya kami olah. Memang saat ini peralatan kami masih dalam tahap pengembangan karena swadana dan belum bisa mencapai target yang diharapkan karena pengembangan ini secara otodidak. Tetapi paling tidak, secara Paguyuban, kami berani memulai dengan tujuan mengurangi sampah plastik liar yang beredar di masyarakat dengan meminimalkan pengolahan sampah plastik lewat pembakaran langsung. Peralatan yang kami gunakan sudah sangat minim menghasilkan asap," ucap Subagyo.


"Ini rangkaian dari gerakan di bidang lingkungan hidup yang di Manokwari dimotori oleh IKBY Manokwari.

Seperti yang sudah diketahui oleh sebagian masyarakat bahwa terkait dengan lingkungan hidup maka IKBY Manokwari menggalakkan 

Wayang yang merupakan singkatan dari Warga Sayang Lingkungan, dimana gerakan ini berfokus mengolah sampah plastik _low value_ jadi minyak dan residu dengan peralatan pirolisis. Selain itu, ada juga CANDI, yang merupakan singkatan dari Creative and Design Industries, dimana gerakan ini berfokus mengolah sampah plastik menjadi kerajinan/benda Seni. Bahkan residu hasil pengolahan dengan pirolisis tadi yang apabila kemudian mendapatkan perlakuan tambahan tertentu maka dapat dibuat menjadi kerajinan misalnya asbak maupun benda seni misalnya patung," sambung Cito. 


"Adapun harapannya ini bisa menggerakkan Pemerintah untuk membantu pengadaan  mesin dengan kapasitas yang lebih besar sehingga kemampuan kami menerima sampah dan mengolah sampah bisa lebih besar. Selain itu, dukungan operasional untuk organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan sehingga bisa membeli sampah plastik dari masyarakat, membuka lapangan kerja untuk petugas pemilah dan pengolah sampah plastik. Tentunya ini membantu pemerintah mewujudkan terciptanya lapangan kerja. Kami berharap adanya pengadaan untuk peralatan sederhana seperti yang kami miliki yang disebar ke semua wilayah padat penduduk untuk mengurangi sampah plastik liar yang bermuara di TPA Arfai, parit, sungai, dan laut di ManSubagy," pungkas Subagyo. (release/cr)