BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Slider

latest
randomposts4

SULAWESI UTARA

Sulut/block-7/#E4D932

PAPUA

Papua/block-2/#5351E5

JAKARTA

JAKARTA/block-2/#00A0A2

POHUWATO

Pohuwato/block-1/#235FB6

NUSA TENGGARA

Nusa%20Tenggara/block-2/#0019A2

GORONTALO

Gorontalo/block-2

KESEHATAN

Kesehatan/block-1/#45B623

RIAU

Riau/block-2

SULAWESI SELATAN

Sulsel/block-2/#1200EF

OPINI

Opini/block-7/#990505

KALIMANTAN TIMUR

KALTIM/block-2/#C603AB

ACEH

Aceh/block-2/#C60350

KRIMINAL DAN HAM

Kriminal%20Dan%20Ham/block-5/#FF0000

NASIONAL

Nasional/block-8

DAERAH

Daerah/block-9

EKONOMI

Economy/block-3/#229304

OLAH RAGA

Olah%20Raga/block-5/#FF0000

JABODETABEK

Jabodetabek/block-1

GLOBAL

internasional

Latest Articles

Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 19 Bersihkan Jalan Kampung Mariadei, Pemerintah Kampung Soroti Sampah di Jalan Trans Yapen


KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelompok 19 bersama Karang Taruna dan masyarakat Kampung Mariadei, Kabupaten Kepulauan Yapen, melaksanakan aksi pembersihan lingkungan di sepanjang jalan utama kampung hingga batas wilayah Kampung Ketuapi, Sabtu (8/8/2026).


Kegiatan tersebut menyasar ruas jalan poros Kampung Mariadei hingga Jalan Trans Kosiwo Yapen atau ruas jalan Serui–Kosiwo. Aksi ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan estetika lingkungan kampung.


Mahasiswa KKN Uncen Kelompok 19, Dina Talita Paet, dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara, konsentrasi Kebijakan Publik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi mahasiswa bersama Karang Taruna untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Kami dari Kelompok 19 KKN Uncen di Kampung Mariadei berkolaborasi bersama Karang Taruna untuk membersihkan sepanjang jalan yang ada di Kampung Mariadei, dimulai dari jembatan hingga sampai pada batas di Ketuapi,” ujar Dina.


Menurutnya, program kerja mahasiswa KKN tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga mencakup aspek kebersihan dan estetika lingkungan.


“Ini termasuk dalam program kerja kami. Selain meningkatkan ekonomi lokal, kami juga memperhatikan kebersihan dan estetika kampung. Untuk itu, kami berkolaborasi dengan Karang Taruna guna membantu menyelesaikan kegiatan pembersihan hari ini,” katanya.


Pemerintah Kampung Apresiasi Kegiatan Mahasiswa Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kampung Mariadei. Sekretaris Kampung Mariadei, Donal Atururi, mengatakan pemerintah kampung turut melakukan pengawasan agar seluruh program kerja mahasiswa KKN berjalan dengan baik serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku di kampung.


Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program KKN juga harus tetap menghormati norma adat, istiadat, dan agama yang hidup di tengah masyarakat.


“Kami hadir untuk mengawasi sekaligus memastikan program kerja mahasiswa KKN dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa karena mereka telah banyak membantu pemerintah dan masyarakat kampung,” ujar Donal.


Donal menjelaskan, selama berada di Kampung Mariadei, mahasiswa KKN Kelompok 19 telah melaksanakan berbagai program kerja, baik fisik maupun nonfisik.


Beberapa di antaranya berupa kegiatan pembersihan lingkungan, pengecatan, pembuatan tempat sampah, serta sejumlah program lainnya yang akan dilaksanakan hingga masa KKN berakhir.


Dalam kegiatan pembersihan tersebut, pemerintah kampung bersama mahasiswa melibatkan Karang Taruna dan masyarakat. Pembersihan dilakukan di RW 1 yang meliputi RT 1, RT 2, dan RT 3, serta RW 2 yang meliputi RT 1, RT 2, dan RT 3.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan indah menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


Pemerintah Kampung Soroti Sampah di Jalan Trans Yapen, Di tengah kegiatan pembersihan, Pemerintah Kampung Mariadei turut menyoroti persoalan sampah yang masih ditemukan di sepanjang Jalan Trans Yapen.


Sekretaris Kampung Mariadei, Donal Atururi, mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan yang melintas, untuk tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan.


“Kami mengimbau kepada masyarakat yang melintas menggunakan kendaraan, baik sepeda motor maupun kendaraan lainnya, jangan membuang sampah di sepanjang jalan. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, karena Kampung Mariadei bukan tempat untuk membuang sampah,” tegasnya.


Menurut Donal, masih ditemukan kebiasaan sebagian pengguna kendaraan membuang atau melemparkan sampah dari kendaraan ketika melintas. Akibatnya, sampah menumpuk di sejumlah titik dan mengganggu kebersihan serta keindahan lingkungan kampung.


Ia menegaskan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kampung dan masyarakat Mariadei, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap orang yang melintasi wilayah tersebut.


“Mari kita jaga kebersihan bersama. Jangan jadikan sepanjang Jalan Trans Yapen sebagai tempat membuang sampah. Apa yang kita buang hari ini akan kembali memberikan dampak kepada kita dan lingkungan tempat kita hidup,” ujarnya.


Kolaborasi untuk Lingkungan yang Lebih Bersih


Pemerintah Kampung Mariadei berharap kolaborasi antara mahasiswa KKN Uncen Kelompok 19, Karang Taruna, pemerintah kampung, dan masyarakat dapat terus terjalin dan menjadi contoh positif dalam membangun kesadaran bersama.


Kebersihan lingkungan, kata pemerintah kampung, bukan sekadar persoalan keindahan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan layak bagi masyarakat.


Aksi pembersihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi dapat menjadi kebiasaan dan gerakan bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan Kampung Mariadei secara berkelanjutan.


(Niko)

Perayaan HUT Edisinews.id ke-2 Dipenuhi Rasa Kekeluargaan


Jakarta, suaraindonesia1.com, Perayaan HUT media Edisinews.id yang ke-2 di Kantor PERADI Awalindo/EdisiNews/Radar Terkini, di JL Tanah Abang III No 31 Petojo Selatan Kecamatan Gambir Jakarta PusatSabtu (8/8/2026) berjalan dengan khidmat.


Acara yang digelar selama dua hari, pada Jumat - Sabtu (7-8) ini dilaksanakan dengan berbagai rangkaian, diantaranya, santunan anak yatim dan pelatihan jurnalistik yang digelar pada puncak perayaan hari Sabtu (8/8/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai itu dihadiri oleh pimpinan perusahaan, pimpinan redaksi, wakil pimpinan redaksi, staf, jajaran redaksi, Kaperwak, Kabiro, serta para wartawan EdisiNews.


Para peserta hadir dengan mengenakan seragam Edisi sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh jajaran dalam memperingati perjalanan EdisiNews.id yang telah memasuki tahun kedua.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kabiro Jakarta Pusat, Noferi, yang sekaligus bertugas sebagai pembawa acara (MC). Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan EdisiNews.id selama dua tahun dalam menjalankan aktivitas sebagai media online.

Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi perjalanan dan tantangan dunia media yang terus berkembang.



Setelah prosesi pemotongan tumpeng, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan jurnalistik yang diberikan oleh Sunarno, selaku Pemimpin Redaksi EdisiNews.id, bersama Rizky Purnomo, selaku Wakil Pemimpin Redaksi.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan HUT ke-2. Para wartawan mendapatkan pemaparan mengenai jurnalistik sebagai bekal untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan.

Sunarno selaku Pemimpin Redaksi EdisiNews.id turut memberikan pemaparan kepada para peserta. Pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas wartawan dalam mencari, mengolah, melakukan verifikasi, serta menyajikan informasi kepada masyarakat.

Selain pelatihan, Cardi Santoso selaku pimpinan perusahaan PT EDISI NEWS MEDIA juga memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Cardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah hadir dan ikut berpartisipasi dalam peringatan HUT ke-2 EdisiNews.id.



 Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur perusahaan menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan sebuah media.

Ia juga menyampaikan harapan agar momentum ulang tahun ke-2 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi titik awal untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan perusahaan maupun sumber daya manusia di dalamnya.

Cardi Santoso berharap kegiatan seperti peringatan ulang tahun dan pelatihan jurnalistik dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.



Ia berharap kegiatan mendatang dapat dikemas dengan konsep yang berbeda, lebih kreatif, menarik, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh jajaran EdisiNews.id.

“Semoga ke depannya acara seperti ini bisa terus berlangsung dan tentunya dengan konsep yang berbeda. Harapannya, EdisiNews.id bisa semakin besar, semakin berkembang, dan semakin dikenal oleh berbagai kalangan,” ujar Cardi Santoso.



Menurutnya, perkembangan sebuah media tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan pemberitaan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan melalui kegiatan pelatihan jurnalistik dinilai penting untuk terus dilakukan. Dengan wartawan yang memiliki kemampuan dan pemahaman jurnalistik yang baik, diharapkan EdisiNews.id dapat semakin meningkatkan kualitas pemberitaan serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.



PT EDISI NEWS MEDIA tercatat memiliki SK Kemenkumham AHU-027501.AH.01.30.Tahun 2024, NPWP 20.878.757.2-045.000, dan NIB 1106240080482.

Susunan jajaran perusahaan terdiri dari Nurlela, S.H. sebagai Komisaris, Cardi Santoso sebagai Direktur, Sunarno sebagai Pemimpin Redaksi, serta Rizky Purnomo sebagai Wakil Pemimpin Redaksi.



Kegiatan HUT ke-2 dan pelatihan jurnalistik tersebut juga dihadiri staf serta jajaran redaksi lainnya. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun dan mengembangkan EdisiNews.id.



Peringatan HUT ke-2 akhirnya bukan sekadar menjadi momentum perayaan bertambahnya usia media, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, serta menyatukan visi seluruh jajaran.

Dengan semangat tersebut, EdisiNews.id diharapkan mampu terus berkembang, memperluas jangkauan pemberitaan, meningkatkan kualitas jurnalistik, dan semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.



Perjalanan dua tahun menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan dukungan seluruh jajaran, peningkatan kualitas wartawan, serta inovasi dalam menghadirkan berbagai kegiatan, EdisiNews.id diharapkan dapat tumbuh menjadi media yang semakin besar dan dikenal oleh berbagai kalangan di Indonesia.



(Ida)

Ketua Umum APKOMINDO: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Momentum Memperkuat Kedaulatan Digital, Inovasi Teknologi, dan Kepastian Hukum Menuju Indonesia Emas 2045


Jakarta – Suaraindonesia1, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan atas perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, mempercepat transformasi digital, membangun kemandirian teknologi nasional, serta menegakkan kepastian hukum sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), yang juga menjabat sebagai Ketua Umum APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) serta Sekretaris Jenderal PERATIN (Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia), menegaskan bahwa kemerdekaan pada era digital memiliki makna yang semakin luas. Bangsa Indonesia tidak cukup hanya merdeka secara politik, tetapi juga harus mampu menjadi bangsa yang berdaulat dalam penguasaan teknologi, data, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, serta ekonomi digital.


"Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk memperkuat daya saing bangsa. Indonesia perlu terus mendorong lahirnya inovasi, memperkuat industri teknologi nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia digital, serta membangun ekosistem yang mampu bersaing di tingkat global," ujar Hoky.


Menurutnya, transformasi digital yang sedang berlangsung harus dibangun di atas fondasi tata kelola yang baik (good governance), kepastian hukum, integritas, transparansi, dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta seluruh elemen masyarakat.


Sebagai Ketua Umum APKOMINDO, Ketua Umum APTIKNAS, dan Sekretaris Jenderal PERATIN, Hoky berpandangan bahwa kemajuan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas nasional, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Oleh karena itu, penguatan ekosistem digital nasional harus diiringi dengan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual, keamanan data, keamanan siber, kepastian hukum, serta terciptanya iklim usaha yang sehat dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha.


Dalam konteks penguatan keamanan siber nasional, Hoky juga kembali menegaskan dukungannya terhadap percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan Siber (RUU KKS). Menurutnya, Indonesia membutuhkan landasan hukum yang kuat, komprehensif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk menghadapi semakin kompleksnya ancaman siber.


"Saya mendukung agar RUU KKS dapat segera diselesaikan dan disahkan melalui proses legislasi yang transparan, berkualitas, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Keamanan siber bukan lagi semata-mata persoalan teknis, tetapi sudah menjadi bagian dari kedaulatan negara, ketahanan nasional, perlindungan masyarakat, dan keberlangsungan ekonomi digital," tegas Hoky.


Ia menilai, kehadiran regulasi yang kuat di bidang keamanan siber akan memberikan kepastian mengenai tata kelola, pembagian peran dan tanggung jawab, mekanisme perlindungan serta penanganan insiden siber, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan asosiasi.


"Jangan sampai perkembangan teknologi digital kita bergerak jauh lebih cepat daripada kesiapan regulasinya. Karena itu, percepatan RUU KKS menjadi penting agar Indonesia memiliki payung hukum yang mampu memberikan perlindungan sekaligus menciptakan kepastian bagi masyarakat, dunia usaha, dan seluruh ekosistem digital nasional," ujarnya.


Di tengah perkembangan pesat teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik. Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi, inovasi, investasi, pengembangan talenta digital, serta penguasaan teknologi yang berkelanjutan.


APKOMINDO bersama APTIKNAS dan PERATIN berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional, meningkatkan daya saing industri teknologi informasi dan komunikasi, memperluas literasi digital masyarakat, memperkuat perlindungan hukum di bidang teknologi informasi, serta meningkatkan peran Indonesia dalam ekosistem digital regional maupun global.


"Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga amanah yang harus diisi melalui karya nyata, inovasi, integritas, kolaborasi, dan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara," kata Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, kepastian hukum yang berkeadilan, transformasi digital yang inklusif, penguatan keamanan siber, serta pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.


"Di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, mari kita jadikan semangat Proklamasi 17 Agustus sebagai energi untuk memperkuat persatuan, membangun kemandirian teknologi nasional, meningkatkan daya saing industri digital Indonesia, serta mewujudkan kepastian hukum yang berkeadilan. Dengan semangat gotong royong, inovasi, integritas, dan kolaborasi, saya optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa yang maju, berdaulat, adil, makmur, dan disegani dunia menuju Indonesia Emas 2045."


Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Merdeka! Merdeka! Merdeka!, Sekali Merdeka, Tetap Merdeka.

Istri Pejabat PU-PR Bolmong Diduga Pimpin PT SMG, Aktivitas Tambang di Tanoyan Diselidiki; Disebut Kegiatan Personal Haji Adi, Bukan Perusahaan


BOLAANG MONGONDOW, SuaraIndonesia1.com — Aktivitas pertambangan emas yang diduga berlangsung tanpa dasar hukum di kawasan Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, menyeret sejumlah nama dan memunculkan pertanyaan terkait pihak yang sebenarnya berada di balik kegiatan di lapangan.


Nama PT Sinar Mobagu Group (SMG) sempat disebut dalam sejumlah informasi yang beredar. Namun, berdasarkan penelusuran informasi, perusahaan tersebut disebut masih baru dibentuk dan akta pendiriannya masih berada di notaris, sehingga belum beroperasi secara aktif di lapangan.


Di sisi lain, aktivitas yang terjadi di kawasan Tanoyan Selatan disebut-sebut merupakan kegiatan yang dilakukan secara personal oleh Haji Adi, bukan atas nama atau operasional PT SMG.


Informasi yang dihimpun sebelumnya menyebutkan posisi direktur PT SMG diduga ditempati Shella Claudia Pondalosa, yang disebut merupakan istri Asrul Paputungan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bolaang Mongondow.


Keterkaitan tersebut kini menjadi bagian dari informasi yang perlu ditelusuri lebih jauh. Namun, dengan adanya klarifikasi bahwa PT SMG belum beroperasi, maka dugaan aktivitas di lapangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan badan usaha tersebut.


Asrul Paputungan juga memberikan konfirmasi bahwa benar Shella C. Pondalosa tercatat sebagai Direktur PT SMG, namun ia menegaskan bahwa perusahaan tersebut belum pernah menjalankan aktivitas usaha di wilayah mana pun.


Kawasan Hutan dan Aktivitas Emas


Sorotan utama perkara ini bukan semata soal nama perusahaan, melainkan dugaan adanya aktivitas pertambangan di kawasan yang diduga merupakan kawasan hutan di Tanoyan Selatan.


Di lokasi tersebut, aktivitas pengerukan dan pengolahan material yang mengandung emas disebut terjadi dan dikaitkan dengan kegiatan personal di lapangan.


Jika benar kegiatan tersebut berlangsung di kawasan hutan tanpa persetujuan atau perizinan yang dipersyaratkan, maka hal itu dapat bersinggungan dengan ketentuan pidana kehutanan dan pertambangan.


Kerusakan bentang alam, perubahan fungsi kawasan, sedimentasi sungai, hingga potensi pencemaran menjadi sejumlah risiko yang patut diperiksa dalam aktivitas pertambangan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.


Polisi Mulai Menelusuri


Dugaan tersebut kini disebut tengah ditangani aparat penegak hukum. Polres Kotamobagu dikabarkan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah pihak.


Penyelidikan antara lain diarahkan untuk memastikan status kawasan yang digunakan, legalitas penguasaan lahan, serta bentuk aktivitas pertambangan yang berlangsung di lapangan, termasuk siapa pihak yang sebenarnya mengendalikan kegiatan tersebut.


Dalam kasus pertambangan, penting untuk menelusuri aktor di lapangan, sumber modal, serta pihak yang memperoleh manfaat dari aktivitas yang terjadi, termasuk apabila tidak berkaitan langsung dengan badan usaha yang disebut dalam dokumen formal.


Nama Pejabat Ikut Terseret


Munculnya nama Asrul Paputungan membuat perkara ini semakin menjadi perhatian publik.


Sebagai pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, keterkaitan keluarganya dengan perusahaan yang disebut dalam pemberitaan tentu membutuhkan penjelasan terbuka.


Namun demikian, dengan adanya informasi bahwa PT SMG belum beroperasi, maka fokus pertanyaan publik juga mengarah pada aktivitas di lapangan yang disebut dilakukan secara personal oleh Haji Adi, bukan oleh perusahaan tersebut.


Hingga kini, belum ada kesimpulan hukum yang menyatakan Asrul terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut. Begitu pula belum ada putusan atau keterangan resmi aparat yang menyatakan adanya tindak pidana dalam kegiatan yang sedang diselidiki.


Legalitas Jadi Kunci


Dalam kasus seperti ini, dokumen perizinan dan status kegiatan menjadi kunci untuk mengurai persoalan.


Aparat perlu memastikan apakah aktivitas di lapangan memiliki izin yang sah, apakah lokasi sesuai dengan ketentuan tata ruang, serta apakah terdapat pelanggaran dalam penggunaan kawasan hutan apabila benar berada di wilayah tersebut.


Pemeriksaan juga perlu mencocokkan aktivitas fisik di lapangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk jenis kegiatan, alat yang digunakan, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.


Menunggu Penjelasan Pihak Terkait


Hingga berita ini disusun, PT Sinar Mobagu Group belum memberikan penjelasan resmi terkait status operasionalnya maupun dugaan keterkaitan dengan aktivitas di Tanoyan Selatan.


Klarifikasi juga masih diperlukan dari pihak Haji Adi terkait kegiatan yang disebut berlangsung di lapangan, serta dari Asrul Paputungan mengenai tudingan keterkaitan dengan perusahaan tersebut.


Keterangan dari aparat penegak hukum juga dinantikan untuk memperjelas sejauh mana penyelidikan telah berjalan dan siapa pihak yang bertanggung jawab dalam aktivitas yang sedang disorot.


Rep: JO

Diduga Langgar Permendikbud, Pungutan di SDN 9 Telaga Biru Tuai Protes Orang Tua


KAB. GORONTALO, SuaraIndonesia1.com — Dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) terkait penggalangan dana di lingkungan sekolah kembali menyita perhatian. Kali ini, praktik pungutan yang dilakukan di SD Negeri 9 Telaga Biru menuai kritik pedas dari sejumlah orang tua siswa.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekolah menggelar rapat antara guru dan orang tua siswa pada Jumat (7/8). Dalam rapat tersebut, pihak sekolah menetapkan dua jenis pungutan yang diwajibkan kepada seluruh siswa. Pertama, setiap orang tua diminta membayar Rp100.000 untuk keperluan pergantian horden dan pengecetan bangku sekolah. Kedua, setiap siswa dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp10.000 per bulan.


Dengan total 180 siswa, sekolah berpotensi mengumpulkan dana sebesar Rp18.000.000 dari pungutan pertama, dan Rp1.800.000 per bulan dari iuran kebersihan.


Sejumlah orang tua yang hadir dalam rapat menyampaikan keberatan secara tegas. Mereka menilai pungutan tersebut memberatkan, terlebih bukan kali pertama orang tua dimintai sumbangan. Bahkan, menurut pengakuan mereka, orang tua juga kerap diminta turun langsung bekerja untuk keperluan sekolah seperti pengecatan, namun tanpa imbalan dan justru tetap dimintai biaya tambahan.


"Ini sudah berlangsung sejak lama, bukan tahun ini saja. Kami merasa sangat keberatan karena memberatkan ekonomi kami," ujar seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.

Praktik ini diduga melanggar ketentuan dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 dan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Kedua aturan tersebut secara eksplisit melarang sekolah negeri dan komite sekolah melakukan pungutan wajib dan mengikat. Penggalangan dana hanya diperbolehkan jika berbentuk bantuan atau sumbangan sukarela dengan azas gotong royong.


Apabila ditemukan unsur paksaan, ancaman, atau pengikatan, maka praktik tersebut dapat dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli) yang berpotensi dikenai sanksi administratif hingga pidana.


Redaksi masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan membuka ruang hak jawab demi menjaga prinsip keberimbangan dan profesionalitas dalam pemberitaan ini.


REDAKSI

Kapolda Bersama Wakapolda Hadiri TIFF 2026, Polda Sulut Dukung Pariwisata dan Jamin Keamanan




SUARAINDONESIA1, Tomohon - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie bersama Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono menghadiri gelaran internasional Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang berlangsung di Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).


Kehadiran pimpinan Polda Sulut dalam ajang internasional tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pengembangan sektor pariwisata Sulawesi Utara agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun dunia internasional.


Selain memberikan dukungan terhadap promosi pariwisata, Polda Sulut juga memastikan aspek keamanan selama pelaksanaan TIFF 2026. Pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta, masyarakat, wisatawan, maupun para pengunjung yang hadir menyaksikan rangkaian kegiatan.


Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, kehadiran Kapolda dan Wakapolda Sulut merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap berbagai kegiatan yang dapat memperkenalkan potensi pariwisata Sulawesi Utara ke dunia internasional.


“Polri melalui Polda Sulut tentunya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TIFF 2026. Ini merupakan salah satu momentum untuk semakin memperkenalkan pariwisata Sulawesi Utara di mata dunia,” ujar Kombes Pol Alamsyah.


Ia menambahkan, aspek keamanan menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan internasional tersebut. Karena itu, Polda Sulut bersama jajaran terkait terus memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.


“Kami ingin seluruh peserta dan pengunjung dapat menikmati rangkaian TIFF 2026 dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel Polri di lapangan adalah bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus mendukung suksesnya kegiatan ini,” jelasnya.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Polri, masyarakat dan seluruh pihak terkait sangat diperlukan agar TIFF 2026 tidak hanya menjadi agenda pariwisata, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian dan citra Sulawesi Utara.


“Harapan kami, TIFF 2026 dapat berjalan sukses dan semakin memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu destinasi pariwisata yang mampu bersaing dan dikenal di tingkat internasional,” pungkas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.(Si1/Red)

Jelang Puncak TIFF 2026, Polisi Perketat Pemeriksaan Pengunjung di Area Utama




SUARAINDONESIA1 , Tomohon - Pengamanan pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 diperketat. Personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulawesi Utara melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan tamu dan pengunjung sebelum memasuki area utama festival, Sabtu (8/8).


Pemeriksaan berlangsung di pintu masuk yang berjarak sekitar 200 meter dari panggung utama di kawasan Menara Alfa Omega, Kota Tomohon.


Untuk memastikan keamanan, petugas menggunakan alat pendeteksi khusus serta security door (secdoor). Setiap barang bawaan diperiksa secara teliti guna mencegah masuknya benda yang dapat membahayakan keamanan selama kegiatan berlangsung.


Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan yang telah ditetapkan.


“Pemeriksaan ini untuk memastikan para tamu maupun pengunjung tidak membawa barang-barang berbahaya dan terlarang,” ujar Kombes Pol Hasibuan.


Pengamanan tersebut dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Tournament of Flower (ToF), agenda puncak TIFF 2026 yang menjadi salah satu rangkaian utama festival bunga internasional di Kota Tomohon.


Dalam kegiatan ToF, masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan parade kendaraan yang dihias menggunakan bunga segar hasil pertanian dari dataran tinggi Tomohon. Parade tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah dan swasta hingga peserta dari sejumlah negara asing.


Dengan pengamanan di sejumlah titik, aparat kepolisian berupaya memastikan seluruh rangkaian puncak TIFF 2025 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang hadir. (Si1/Red)

Gereja Katolik di Fakfak Ajak Umat Sukseskan Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua


FAKFAK – Suaraindonesia1, Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua yang dipusatkan di Kabupaten Fakfak pada 8 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama.


Menyambut peringatan bersejarah tersebut, Ketua Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak, RD. Alex Fabianus, Pr., mengajak seluruh umat Katolik di Kabupaten Fakfak untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sebagai wujud persaudaraan yang telah lama tumbuh di Tanah Papua.


Ajakan tersebut disampaikan Pastor Alex Fabianus dalam keterangan pers di Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Fakfak pada Jumat, 7 Agustus 2026.


Menurut Pastor Alex, Kabupaten Fakfak selama ini dikenal sebagai daerah yang menjadi teladan dalam kehidupan toleransi. Perbedaan agama, suku, budaya, dan adat tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan bekerja sama membangun daerah.



"Sebagai umat Katolik, kita dipanggil menjadi pembawa damai. Dukungan terhadap peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus komitmen untuk terus menjaga persaudaraan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita," ujar Pastor Alex.


Ia menegaskan bahwa Gereja Katolik senantiasa mengajarkan kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pentingnya membangun dialog dan kerja sama dengan semua orang tanpa memandang latar belakang agama maupun suku. Nilai-nilai tersebut selaras dengan kehidupan masyarakat Fakfak yang selama ini hidup dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.


Pastor Alex mengingatkan bahwa toleransi tidak cukup diwujudkan dalam simbol atau seremoni semata, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, saling membantu, menjaga tutur kata, menghormati perbedaan keyakinan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


Menurutnya, semangat toleransi yang hidup di Fakfak merupakan warisan sosial yang sangat berharga. Tidak sedikit keluarga yang memiliki anggota dengan agama berbeda, namun tetap hidup dalam kasih, saling mengunjungi pada hari-hari besar keagamaan, bergotong royong membangun kampung, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan sosial. Nilai-nilai tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


Pastor Alex kembali mengimbau seluruh umat Katolik agar berpartisipasi menjaga suasana yang aman dan kondusif selama berlangsungnya peringatan.


"Kepada seluruh umat Katolik di Kabupaten Fakfak, saya mengimbau agar kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita terus bergotong royong serta mendukung peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua sebagai wujud kebersamaan dan toleransi yang telah lama menjadi nilai hidup masyarakat Fakfak," ungkapnya.


Ia menambahkan bahwa peringatan tersebut hendaknya menjadi kesempatan untuk semakin mempererat tali persaudaraan.


"Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua hendaknya menjadi momentum untuk semakin mempererat tali persaudaraan. Mari kita hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai saudara yang ikut menjaga suasana tetap aman, damai, dan penuh sukacita," katanya.


Lebih lanjut, Pastor Alex mengajak umat Katolik untuk terus menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis melalui tindakan nyata. Kehadiran Gereja, katanya, tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan rohani, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan saling menghormati.


Ia berharap seluruh umat Katolik mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, serta menghindari segala bentuk tindakan maupun penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.


Menurut Pastor Alex, sejarah panjang perjalanan agama-agama di Papua merupakan bagian dari kekayaan budaya dan identitas masyarakat yang patut dihormati bersama. Menghargai sejarah tidak berarti mengurangi identitas iman masing-masing, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam hidup berdampingan sebagai sesama anak bangsa yang memiliki tujuan bersama, yakni mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.


Semangat tersebut sejalan dengan ajaran Gereja Katolik yang mendorong umat membangun persaudaraan universal, memperjuangkan perdamaian, serta bekerja sama dengan semua pihak demi kebaikan bersama. Oleh karena itu, dukungan terhadap peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua merupakan salah satu wujud nyata panggilan Gereja untuk menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.


Menutup pesannya, Pastor Alex mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk terus merawat warisan toleransi yang telah diwariskan para leluhur.


"Mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan memperkuat persaudaraan. Semoga seluruh rangkaian peringatan berlangsung dengan aman, lancar, penuh sukacita, dan semakin mempererat hubungan antarumat beragama. Fakfak harus terus menjadi teladan bagi Papua bahkan Indonesia sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan semangat hidup sebagai satu keluarga," tutup Pastor Alex Fabianus.

Suasana Penuh Haru dan Kehangatan Mewarnai Malam Pisah Sambut Kapolres Warope


Waropen-Suaraindonesia1.com. Suasana penuh kehangatan, keakraban, sekaligus rasa haru mewarnai acara Malam Pisah Sambut Kepala Kepolisian Resor Waropen (Kapolres Waropen) yang digelar di Aula Kerja Bersama, Sabtu (07/09/2026) Malam.


Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan pengantaran tugas Akbp Iip Syarif Hidayat, S.H. Sebagai pejabat lama Kapolres Waropen serta penyambutan hangat bagi pejabat baru Akbp Toufan Irdianto, S.Sos yang resmi menjadi Kapolres Waropen yang baru.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Waropen, Bupati Waropen beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta segenap personel dan Bhayangkari Polres Waropen.


Akbp Toufan Irdianto, S.Sos pejabat baru Kapolres Waropen dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih dan penghormatan kepda Akbp Iip Syarif , S.H. atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin polres waropen dengan berbagai capaian dan sinergi yang telah dibangun akan kkami lanjutkan, saya juga mengucapkan banyak terimakasih dan apresiasi kepada Bpk Bupati waropen yang mana telah menyambut menyambut kami di kabupaten waropen dengan sangat baik 


"Kami siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dan menjaga kondusivitas di Kabupaten Waropen. Kami sangat mengharapkan dukungan penuh serta sinergitas dari Pemkab Waropen, Forkopimda, para tokoh, dan seluruh lapisan masyarakat agar kita dapat bersama-sama membangun daerah ini tetap aman dan damai," tegas Kapolres baru".


Sementara itu, pejabat lama Kapolres Waropen Akbp Iip Syarif Hidayat, S.H. mengucapkan selamat datang kepada Akbp Toufan Irdianto, S.Sos sebagai kapolres waropen yang Baru Serta menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polres Waropen, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Waropen atas dukungan, kerja sama, dan sinergitas yang terjalin dengan sangat baik selama masa kepemimpinannya.


"Kami menguapkan terima kasih atas kerja sama dan rasa kekeluargaan yang begitu luar biasa dari seluruh personel dan masyarakat Waropen. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama bertugas di sini, serta mohon doa restu untuk mengemban amanah di tempat tugas yang baru," ujarnya.


Bupati Waropen Drs. F.X. Mote, M.Si dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan serta mendukung stabilitas pembangunan di daerah. Pemerintah daerah juga menyambut hangat kedatangan pejabat baru dan berharap hubungan kemitraan antara Pemkab dan Polres Waropen terus terjalin harmonis.


Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Forkopimda dan jajaran Polres Waropen kepada pejabat lama, foto bersama, serta ramah tamah yang diiringi hiburan musik. Rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan.

PMII Cabang Kota Gorontalo Bedah Skandal IUP dan Saham KUD Dharma Tani: "Negara Jangan Tutup Mata atas Hak Rakyat"


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Gorontalo menggelar kajian mendalam terkait dugaan skandal hukum dan pengalihan Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta penjualan saham KUD Dharma Tani yang dinilai cacat hukum dan merugikan hak-hak masyarakat koperasi. Kegiatan intelektual ini berlangsung di Sekretariat PC PMII Kota Gorontalo, dihadiri oleh kader PMII, aktivis mahasiswa, serta sejumlah pemerhati hukum dan pertambangan lokal.


Kajian bertema besar "Skandal Pengalihan IUP dan Penjualan Saham KUD Dharma Tani Secara Melawan Hukum" ini menyoroti runtutan persoalan yang berlangsung sejak tahun 2009 hingga polemik pengalihan saham terbaru pada tahun 2024, yang hingga kini terus menuai bantahan keras dari pengurus sah serta badan pengawas koperasi.


Dalam forum diskusi, para peserta membedah secara kritis kronologi kasus yang bermula dari penerbitan IUP Operasi Produksi seluas 100 Ha di Gunung Pani kepada KUD Dharma Tani, hingga bagaimana hak kepemilikan mutlak koperasi secara sistematis tergerus melalui produk-produk hukum dan akta perusahaan yang sarat cacat prosedur.


Ketua Cabang PMII Kota Gorontalo menyampaikan bahwa kajian ini bukan sekadar diskusi akademis, melainkan bentuk manifestasi kepedulian kaum pergerakan terhadap carut-marut tata kelola sumber daya alam di Gorontalo yang diduga mengabaikan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).


"Kita melihat ada dugaan persekongkolan jahat yang terstruktur dalam merampas hak-hak KUD Dharma Tani. Mulai dari pengalihan IUP di tengah proses peradilan hingga hilangnya porsi kepemilikan saham KUD di PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS) tanpa persetujuan anggota dan pengurus yang sah. Padahal, Mahkamah Agung melalui putusan inkrah telah menyatakan bahwa produk-produk hukum yang mendasari peralihan tersebut tidak sah secara hukum," tegas perwakilan PMII dalam forum diskusi.

Selain menyoroti aspek putusan pengadilan perdata dan PTUN—termasuk Putusan MA Nomor 328 K/Pdt/2017—forum juga mengungkap kejanggalan administratif terkait tidak adanya penjelasan perihal Persetujuan Gubernur sebagaimana diwajibkan dalam Diktum Kelima SK Perpanjangan IUP Nomor 30/DPM-ESDM-TRANS/PER-IUP-OP/IV/2020 saat transaksi penjualan 255 lembar saham KUD PETS kepada PT PEG dan PT PBJ pada Juni 2024.


Terlebih lagi, bantahan tegas yang dilayangkan secara beruntun oleh Sekretaris Badan Pengawas Sonni Samoe (8 September 2025), Wakil Ketua Badan Pengawas Abdul Rahman Murad (9 September 2025), hingga Ketua KUD Dharma Tani Idris Kadji (23 September 2025) semakin memperkuat indikasi bahwa pengalihan saham dilakukan secara sepihak dan melawan anggaran dasar koperasi.


Melalui kajian strategis ini, PMII Cabang Kota Gorontalo merumuskan sejumlah sikap tegas, di antaranya:


1. Menuntut penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum dalam proses pengalihan IUP dan saham KUD Dharma Tani.

2. Meminta Gubernur Gorontalo dan instansi terkait untuk mengevaluasi serta memberikan sanksi administratif tegas terhadap PT PETS sesuai diktum perizinan apabila terbukti melanggar ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

3. Mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemuda di Gorontalo untuk terus mengawal kedaulatan ekonomi rakyat, memastikan keadilan berpihak kepada rakyat, khususnya penambang lokal yang tergabung dalam organisasi KUD Dharma Tani.


Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif ini ditutup dengan komitmen bersama kader PMII Kota Gorontalo untuk terus menggalang konsolidasi dan mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar berpihak kepada KUD Dharma Tani.


Rep: JO

MBG Harus Diawasi, Jangan Sampai Data Hanya Indah di Atas Kertas


Oleh: Ikbal Ka'u – Masyarakat Gorontalo


GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang menghabiskan anggaran negara dalam jumlah besar. Karena dibiayai oleh uang rakyat, maka tidak boleh ada satu pun pihak yang alergi terhadap kritik maupun pengawasan publik.


Flyer Badan Gizi Nasional Regional Gorontalo yang memuat klaim 116 SPPG aktif, 157.559 penerima manfaat, 5.202 tenaga kerja, dan 953 supplier tentu menjadi informasi yang patut diapresiasi apabila seluruh angka tersebut benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan. Namun, angka bukanlah kebenaran apabila tidak dapat dibuktikan secara terbuka kepada publik.


Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, apakah seluruh data tersebut telah diverifikasi dan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan? Lebih penting lagi, apakah 953 supplier yang disebutkan benar-benar didominasi oleh petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan BUMDes lokal di Gorontalo sebagaimana semangat pemberdayaan ekonomi yang menjadi salah satu tujuan Program MBG? Ataukah kesempatan tersebut justru hanya berputar pada kelompok-kelompok tertentu yang memiliki akses lebih dekat dengan pengambil kebijakan?


Jika kondisi kedua yang terjadi, maka MBG telah bergeser dari tujuan awalnya. Program yang seharusnya menjadi instrumen pemerataan ekonomi rakyat justru berpotensi menciptakan ketimpangan baru.


Saya, Ikbal Ka'u, sebagai masyarakat Gorontalo, menegaskan bahwa kami akan mengonsolidasikan seluruh unsur masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, kelompok tani, nelayan, akademisi, dan masyarakat sipil untuk turun langsung melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG di Provinsi Gorontalo. Kami akan mengecek secara langsung apakah:


• SPPG yang dilaporkan benar-benar beroperasi.

• Supplier yang tercatat benar-benar aktif memasok kebutuhan SPPG.

• Petani lokal benar-benar dilibatkan, bukan sekadar dijadikan pelengkap laporan.

• Mekanisme penunjukan supplier dilakukan secara transparan, terbuka, dan bebas dari praktik konflik kepentingan.


Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa uang negara benar-benar kembali kepada rakyat, khususnya petani lokal yang selama ini sering hanya dijadikan objek program tanpa memperoleh manfaat yang adil.


Saya juga menegaskan bahwa apabila hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya perbedaan antara data yang dipublikasikan dengan kondisi sebenarnya, maka Penanggung Jawab Regional Badan Gizi Nasional Gorontalo wajib memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban secara terbuka kepada masyarakat. Diam bukanlah jawaban. Publik berhak memperoleh klarifikasi atas setiap data yang dipublikasikan oleh lembaga negara. Transparansi merupakan kewajiban penyelenggara pemerintahan, bukan sekadar pilihan.


Apabila terdapat ketidaksesuaian data, maka perlu dijelaskan secara terbuka apakah hal tersebut disebabkan oleh kesalahan administrasi, pembaruan data yang belum sinkron, atau faktor lainnya. Penjelasan tersebut penting agar tidak menimbulkan spekulasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.


Program MBG bukan milik pejabat, bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, keberhasilannya tidak cukup hanya dibuktikan melalui baliho, flyer, atau laporan statistik, tetapi harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Kami akan memastikan satu hal: apakah MBG benar-benar menjadi program untuk anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi petani lokal, atau hanya menjadi deretan angka yang terlihat baik dalam laporan, tetapi tidak sepenuhnya tercermin di lapangan.


Rakyat berhak mengawasi. Pemerintah berkewajiban menjelaskan. Dan setiap rupiah uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


Rep: JO

Jabata Berakhir, Seluruh Jajaran Polres Kepulauan Yapen Lepas Secara Khidmat AKBP. Ardyan Ukie Hercahyo,


KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Rangkaian pergantian pimpinan di lingkungan Polres Kepulauan Yapen berakhir dengan haru dan khidmat. Seluruh jajaran melepas Kepala Kepolisian Resor yang telah menyelesaikan masa tugasnya di Polres Kepulauan Yapen dan melanjutkan tugasnya sebagai Wakapolresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, S.I.K., M.I.K., sekaligus menyambut kedatangan pejabat pengganti, AKBP Diaritz Felle, S.I.K. Acara berlangsung di Halaman Markas Komando Polres Kepulauan Yapen, Jumat (7/8/2026).


Acara dimulai dengan penghormatan terakhir, pemeriksaan barisan pasukan, hingga penghormatan kepada bendera negara sebagai tanda berakhirnya amanah yang diemban selama memimpin jajaran kepolisian di Polres Kepulauan Yapen.


Dalam amanat perpisahannya, AKBP Ardyan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh personel, unsur Forkopimda, serta masyarakat luas yang telah bekerja sama bahu-membahu selama masa kepemimpinannya.


“Selama berdinas di sini, saya merasakan kebersamaan dan kekeluargaan yang begitu erat. Segala capaian dan keberhasilan yang kita raih adalah buah dari kerja keras, loyalitas, dan dukungan segenap pihak. Atas segala kekurangan, kesalahan, maupun tutur kata yang kurang berkenan selama memimpin, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar AKBP Ardyan dengan haru.


Lebih lanjut, beliau berpesan agar kekompakan dan kedisiplinan yang sudah terbangun terus dijaga dan ditingkatkan. Seluruh jajaran diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada pimpinan yang baru, IBU AKBP Diaritz Felle, S.I.K., demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kepulauan Yapen.


Turut hadir dalam momen tersebut para pejabat utama Polres, perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh personel yang berdiri rapi memberikan penghormatan terakhir sebagai tanda penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan.

Soft Launching NCC 2026, APTIKNAS Dorong Percepatan RUU KKS untuk Memperkuat Kedaulatan Digital Indonesia

Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., menyampaikan keterangan pers terkait dukungan percepatan pengesahan RUU RUU KKS pada Soft Launching NCC 2026, (6/8/2026).



Jakarta – Suaraindonesia1, Indonesia terus memperkuat langkah menuju ruang digital yang aman, tangguh, dan terpercaya. Komitmen tersebut ditandai melalui penyelenggaraan Soft Launching The 5th National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 yang digelar di Ballroom Aroem, Gambir, Jakarta, Rabu (6/8/2026), sebagai pembuka menuju konferensi dan pameran National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 yang akan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.


Mengusung tema “Building Trust for Next Era of AI-Driven Digital Transformation”, kegiatan ini menjadi forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan siber nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).


Penyelenggaraan NCC 2026 merupakan hasil kolaborasi PT Naganaya Indonesia Internasional bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), GP Ansor, dan BUMA sebagai hosted by, dengan dukungan Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII) sebagai co-host, serta Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai supporting government. Kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan semakin kuatnya komitmen bersama dalam membangun ekosistem keamanan siber Indonesia.



Dalam sambutannya, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan serta Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo, menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence membawa manfaat besar bagi transformasi digital, namun sekaligus meningkatkan kompleksitas ancaman siber. Tantangan tersebut tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh dan tepercaya.


Senada dengan itu, Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), menilai keamanan siber merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif digital Indonesia. Menurutnya, forum seperti NCC menjadi ruang strategis untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, industri teknologi, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, dan komunitas dalam membangun ekosistem digital nasional yang aman sekaligus berdaya saing.


Sementara itu, Wahyudi Djafar, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Transformasi Teknologi dan Digitalisasi DPP GP Ansor, menekankan bahwa Indonesia memerlukan regulasi keamanan siber yang mampu menjawab tantangan era digital. Namun, proses penyusunannya perlu mengedepankan transparansi, partisipasi publik, dan pendekatan multipemangku kepentingan agar menghasilkan tata kelola keamanan siber yang efektif sekaligus tetap melindungi hak-hak masyarakat.



Presiden Direktur PT Naganaya Indonesia Internasional, Aditya Adiguna, yang juga menjabat sebagai Ketua Komtap Kerjasama & Event DPP APTIKNAS menyampaikan bahwa penyelenggaraan NCC yang telah memasuki tahun kelima tidak hanya menjadi forum berbagi wawasan, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan peluang kerja sama nyata di bidang keamanan siber. Menurutnya, NCC harus menjadi jembatan kolaborasi antara regulator, pelaku industri, komunitas, dan penyedia solusi teknologi dalam memperkuat ketahanan siber nasional.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO, sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menegaskan bahwa percepatan transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber dan kepastian hukum. Di tengah semakin masifnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, keamanan siber telah berkembang menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan perlindungan Infrastruktur Informasi Kritikal, keberlangsungan layanan publik, stabilitas ekonomi, serta kepercayaan masyarakat dan investor terhadap ekosistem digital Indonesia.


Atas dasar itu, APTIKNAS bersama APKOMINDO dan PERATIN kembali menegaskan dukungannya terhadap percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) sebagai landasan hukum yang dibutuhkan Indonesia untuk memperkuat tata kelola keamanan siber nasional. Dukungan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam Soft Launching NCC 2026 dan akan terus dikawal bersama seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia.



Menurut Hoky, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi era digital. Transformasi digital juga harus ditopang oleh regulasi yang memberikan kepastian hukum dan mampu menjawab berbagai tantangan keamanan siber yang terus berkembang.


Dukungan terhadap percepatan pengesahan RUU KKS bukanlah sikap baru. APTIKNAS telah menyampaikan dukungan tersebut secara terbuka pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 BSSN pada 6 April 2026 dan kembali menegaskannya dalam Seminar Nasional “Dari Serangan Digital ke Ancaman Nyata: Urgensi Payung Hukum Keamanan Siber” di Universitas Indonesia pada 11 Mei 2026 yang melibatkan Komisi I DPR RI. Pernyataan tersebut juga telah dipublikasikan secara luas melalui berbagai media.


Hoky meyakini bahwa pengesahan RUU KKS akan memberikan landasan hukum yang lebih kuat dalam melindungi Infrastruktur Informasi Kritikal, memperjelas tata kelola keamanan siber nasional, memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat, dunia usaha, dan investor terhadap ekosistem digital Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Hoky juga menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya diukur dari kecepatan adopsi teknologi, tetapi juga dari kemampuan negara membangun kepercayaan publik terhadap ruang digital.


“Teknologi dapat mempercepat transformasi digital. Namun, hanya keamanan siber yang mampu menjaga kepercayaan, dan hanya kepastian hukum yang mampu menjaga kedaulatan digital Indonesia,” tegas Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.


Ia menambahkan bahwa keamanan siber bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, APTIKNAS terus mendorong kolaborasi Hexahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan asosiasi, sebagai fondasi untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperluas literasi digital, serta membangun ekosistem keamanan siber nasional yang semakin tangguh.


Semangat kolaborasi tersebut juga menjadi landasan penyelenggaraan NCC 2026. APTIKNAS mengajak seluruh unsur Hexahelix untuk berpartisipasi aktif dalam konferensi dan pameran yang akan diselenggarakan pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, sebagai forum strategis untuk berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring, membangun kemitraan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi di bidang keamanan siber.


Menutup sambutannya, Hoky mengingatkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan digital di kawasan. Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam membangun ruang digital yang aman, tangguh, dan terpercaya.


“Di era Artificial Intelligence, kedaulatan digital tidak cukup dibangun dengan teknologi. Kedaulatan digital harus ditopang oleh regulasi yang kuat, kolaborasi yang erat, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.


Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kolaborasi, mempercepat transformasi digital yang bertanggung jawab, serta bersama-sama mendorong percepatan pengesahan RUU KKS sebagai fondasi hukum dalam memperkuat ketahanan siber dan kedaulatan digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.


Melalui penyelenggaraan NCC 2026, diharapkan semakin terbangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem keamanan siber nasional yang kuat, adaptif, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital berbasis Artificial Intelligence.


Semangat kolaborasi tersebut juga menjadi tema utama talk show “National Cybersecurity Connect 2026 Preview: Bringing the Cybersecurity Ecosystem Together” yang dipandu oleh Audrey Chandra, News Anchor Kompas TV, dan menghadirkan para pembicara dari sektor keamanan siber, teknologi, perbankan, serta penyelenggara acara nasional.


Kegiatan Soft Launching NCC 2026 juga dihadiri oleh Tri Wahyudi, S.T., Direktur Aplikasi pada Kedeputian Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf). Turut hadir pula jajaran pengurus DPP APTIKNAS, antara lain Andi Mulja Tanudiredja, Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama, Event, dan Hubungan Internasional; Didi (A.P.) Nurcahya, Ketua Komite Tetap (Komtap) Cyber Security Audit & PDP; Yuliasiane Sulistiyawati, Ketua Komtap Cyber Security Solutions; Hartanto Sutardja, Wakil Ketua Komtap Kerja Sama Luar Negeri; Yuliyanti, Ketua Komtap Humas dan Komunikasi Internal & Eksternal; serta Cepu Supriyanto, Ketua Komtap Pengembangan Produk Tingkat Pemerintah Daerah. (Hndr).

Penuh Tradisi dan Kekeluargaan, AKBP Tofan Irfiyanto, S.Sos Beserta Istri Ny. Ida Tofan Disambut Hangat Oleh PJU dan Personel Polres Waropen di Kabupaten Waropen


Waropen-Suaraindonesia1.com. Suasana hangat mewarnai penjemputan serta penyambutan Kapolres Waropen yang baru, AKBP Tofan Irfiyanto, S.Sos., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Waropen, Ny. Ida Tofan, dan juga pejabat lama Akbp Iip Syarif Hidayat, S.H. bersama Ny. Ken Iip Syarif saat tiba di Kabupaten Waropen. Kamis (06/08/2026)


Kedatangan pimpinan baru di jajaran Polres Waropen tersebut disambut langsung oleh Bupati Waropen Drs. F.X.Mote, M.si serta anggota Forkopimda Kabupaten Waropen, para Pejabat Utama (PJU) Polres Waropen, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran personel Polres Waropen.


Penyambutan diawali dengan prosesi tarian adat khas waropen dan pengalungan Noken sebagai bentuk penerimaan dan penghormatan masyarakat Waropen terhadap sosok pemimpin yang baru. AKBP Tofan Irfiyanto beserta Ny. Ida Tofan.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Tofan Irfiyanto menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas penyambutan yang diberikan oleh pemerintah daerah, PJU Polres Waropen dan masyarakat setempat.


Kami merasa sangat terhormat atas penyambutan yang begitu hangat ini. Sebagai pejabat baru, kami memohon dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, tokoh adat, serta tokoh agama untuk bersama-sama menjaga keandalan kamtibmas di Kabupaten Waropen," tegas AKBP Tofan Irfiyanto.


Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program prioritas Kepolisian, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah demi terciptanya iklim wilayah yang aman dan kondusif.


Rangkaian kegiatan penjemputan diakhiri dengan tarian adat pengantaran serta acara tatap muka bersama seluruh jajaran personel Polres Waropen.

Pelanggar Pengelolaan Sampah Ilegal di Jakarta Timur Didenda, DLH DKI Tegaskan Tak Ada Toleransi


Jakarta, suaraindonesia1.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengambil langkah tegas terhadap praktik pembuangan sampah ilegal di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dua pelaku, Tri Joko dan Habib, dijatuhi sanksi administratif masing-masing sebesar Rp5 juta setelah terbukti melanggar ketentuan pengelolaan sampah.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengungkapkan bahwa Tri Joko mengumpulkan puing dan limbah bangunan dari berbagai lokasi berdasarkan pesanan pelanggan. Sampah tersebut kemudian diangkut oleh Habib menggunakan kendaraan pikap tanpa memiliki izin resmi sebagai pengangkut sampah.


Alih-alih membawa limbah ke fasilitas pengelolaan yang sah, sampah justru dibuang di lahan kawasan Kampung Dukuh, Kramat Jati, yang tidak diperuntukkan sebagai lokasi pembuangan maupun pengelolaan sampah.


"Atas pelanggaran tersebut, Tri Joko dan Habib masing-masing dikenai sanksi administratif sebesar Rp5 juta yang wajib disetorkan ke kas daerah sesuai ketentuan," ujar Marulina.


Sebagai tindak lanjut, DLH DKI Jakarta memasang papan larangan membuang sampah di lokasi tersebut dan memperketat pengawasan guna mencegah terulangnya aktivitas pembuangan sampah ilegal.


Marulina menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan penegakan hukum secara konsisten terhadap setiap pelanggaran pengelolaan sampah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mencegah munculnya titik-titik pembuangan sampah liar di Ibu Kota.


Ia juga mengimbau masyarakat, pelaku usaha, kontraktor, hingga penyedia jasa angkutan sampah untuk memanfaatkan layanan pengelolaan sampah resmi yang telah disediakan pemerintah.


"Kami mengajak masyarakat, pelaku usaha, kontraktor, maupun penyedia jasa angkutan untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab melalui fasilitas resmi. Pemprov DKI Jakarta tidak akan memberikan ruang bagi praktik pembuangan sampah ilegal yang merugikan lingkungan dan masyarakat," tegasnya.


Selain penindakan terhadap pelaku, Pemprov DKI Jakarta memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara objektif dan transparan. Inspektorat Provinsi DKI Jakarta turut melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait guna memastikan fungsi pelayanan publik, pengawasan, dan kewilayahan berjalan sesuai ketentuan. Apabila ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian, tindakan akan diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Melalui langkah tegas ini, DLH DKI Jakarta berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat sehingga praktik pembuangan sampah ilegal dapat ditekan dan kualitas lingkungan di Jakarta tetap terjaga.



Report, Ida

KETUM HMI Bone Bolango Tantang Bupati Copot Kadis PMD dan Kabag ULP, Soroti Dugaan 'Abuse of Power'


BONE BOLANGO, SuaraIndonesia1.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone Bolango secara tegas menantang Bupati Bone Bolango untuk segera mencopot Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis Pemdes) serta Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (Kabag ULP). Tuntutan keras ini muncul sebagai respons atas polemik dugaan intimidasi dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) yang berujung pada penonaktifan sepihak Kepala Desa Toto Utara pada 24 Juli 2026.


Ketua Umum HMI Cabang Bone Bolango, Rolan Abdullah, menilai langkah Kadis Pemdes menonaktifkan Kades Toto Utara menyalahi peraturan perundang-undangan dan sarat akan arogansi birokrasi. Sanksi tersebut diduga kuat dijatuhkan hanya karena sang Kades menolak mengikuti arahan Pemdes demi menjaga serta mengawal hak-hak masyarakat Toto Utara. Di sisi lain, Rolan juga menyoroti pembiaran terhadap Kabag ULP terkait skandal dugaan bagi-bagi fee proyek yang sebelumnya telah dilaporkan secara resmi oleh HMI ke Kejaksaan Negeri Bone Bolango dan BPK RI Perwakilan Gorontalo pada 16 Oktober 2025.


"Kami menantang Bupati Bone Bolango untuk berani mencopot Kadis Pemdes dan Kabag ULP. Jangan sampai bupati hanya memenuhi hasratnya untuk kepentingan keluarga dan kepentingan pribadi, lantas mereka yang berjuang untuk rakyat dan belum terbukti bersalah justru langsung dinonaktifkan," tegas Rolan Abdullah.

Lebih lanjut, aktivis mahasiswa tersebut mengingatkan kepala daerah agar tidak menggunakan kekuasaannya untuk melindungi oknum pejabat yang bermasalah secara hukum.


"Saya meminta bupati jangan ada pilih kasih dalam mengambil kebijakan. Aturan harus ditegakkan secara adil kepada siapa pun, bukan dijadikan alat untuk membungkam perangkat desa yang kritis," pungkas Rolan.

Rep: JO