SULAWESI UTARA
Sulut/block-7/#E4D932
Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan korban yang berhasil melacak keberadaan sepeda motornya menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) yang terpasang pada kendaraan.
"Dalam waktu kurang lebih dua jam, anggota berhasil mengamankan dua orang pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor," kata Kompol Sutikno, Senin.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi memastikan lokasi terjadinya tindak pidana atau locus delicti berada di wilayah hukum Polsek Jatinegara. Oleh karena itu, proses penyidikan dan penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan kepada Polsek Jatinegara.
"Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui locus delicti berada di wilayah hukum Polsek Jatinegara, sehingga proses hukum selanjutnya kami limpahkan ke Polsek Jatinegara," ujarnya.
Kasus ini bermula saat korban menyadari sepeda motornya hilang setelah berkunjung ke rumah kerabat di kawasan Kalimalang pada Minggu (5/7) malam. Berbekal perangkat GPS yang terpasang pada kendaraan, korban berhasil mengetahui posisi sepeda motornya melalui telepon seluler dan segera melaporkannya kepada Polsek Duren Sawit.
Merespons laporan tersebut, Tim Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit yang sedang berpatroli langsung menuju titik koordinat yang diberikan korban. Setibanya di lokasi, petugas menemukan dua terduga pelaku tengah menunggu calon pembeli sepeda motor hasil curian di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Haji Naman.
Polisi kemudian mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor hasil curian. Sementara itu, seorang pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran aparat.
Pemilik sepeda motor, Ria, mengaku bersyukur kendaraannya berhasil ditemukan meski mengalami kerusakan.
"Alhamdulillah, bersyukur motornya bisa ditemukan. Kondisinya rusak, pelat nomornya sudah tidak ada, bagian kontak kunci juga sudah dirusak," ungkapnya.
Saat ini, kedua pelaku menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Jatinegara untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor lainnya. Polisi juga terus memburu satu pelaku yang masih buron.
Report, Jp
Penyerahan cinderamata tersebut menjadi simbol apresiasi perusahaan kepada para pekerja yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung operasional dan kemajuan IPC Terminal Petikemas selama masa pengabdiannya.
Direktur Utama IPC Terminal Petikemas, Guna Mulyana, mengatakan pemberian penghargaan kepada pekerja yang memasuki masa purna bakti merupakan bentuk terima kasih perusahaan atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama bertahun-tahun.
"Para pekerja purna bakti telah menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan IPC Terminal Petikemas. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas, profesionalisme, serta kontribusi terbaik yang telah didedikasikan bagi perusahaan. Semoga masa purna bakti menjadi awal dari kehidupan yang penuh kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan," ujar Guna Mulyana.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang menghargai setiap insan perusahaan atas pengabdian dan kinerja yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini, IPC Terminal Petikemas berharap semangat pengabdian para pekerja purna bakti dapat menjadi inspirasi bagi seluruh karyawan untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung kemajuan perusahaan.
Report, Jp
Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.
Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas mengimbau warga untuk mengaktifkan kembali kegiatan siskamling, khususnya pada malam hari, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran yang rawan terjadi di lingkungan permukiman.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan daring yang dilakukan melalui media sosial, telepon, aplikasi pesan singkat, maupun situs web. Warga diminta tidak mudah memberikan data pribadi atau melakukan transaksi kepada pihak yang tidak dikenal.
Bhabinkamtibmas turut mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas dengan menghubungi Bhabinkamtibmas setempat, Polsek Duren Sawit, atau melalui layanan darurat 110 yang dapat diakses secara gratis.
Melalui kegiatan Cooling System ini, Polsek Duren Sawit berharap terjalin komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Report, Jp
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan upaya promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas Kendahe.
Pada momentum pelayanan kesehatan ini juga dirangkaikan dengan pemasangan meteran listrik di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kawaluso dari PLN UP3 Tahuna dalam program 'Light Up The Dream'
Pemasangan meteran listrik tersebut disaksikan langsung oleh Camat Kendahe, Irwin R. Sasiang, S.P. Koordinator PLN Kawaluso, Kepala Puskesmas Kendahe, dr Nur Islamiah serta Pejabat Kapitalaung Kampung Kawaluso, Auddy R Walukow
Pemasangan aliran listrik tersebut sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah, Tenaga Kesehatan, dan PLN dalam meningkatkan Pelayanan Publik
dr. isma, sapaan akrab Kepala Puskesma Kendahe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Manajer PLN UP3 Tahuna, Camat Kendahe, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, serta Pejabat Kapitalaung Kampung Kawaluso atas dukungan dan kolaborasi yang telah diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Manajer PLN UP3 Tahuna, Bapak Camat Kendahe, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, serta Pejabat Kapitalaung Kampung Kawaluso atas dukungan yang diberikan. Semoga dengan hadirnya aliran listrik di Pustu Kawaluso, fasilitas ini semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kampung Kawaluso,” ucap dr. isma
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Pulau Kawaluso terus meningkat sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah, nyaman, dan berkualitas.
"Kami harap dengan kehadiran aliran listrik di Pustu Kawaluso ini diharapkan dapat menunjang operasional fasilitas kesehatan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal" tutup dr. isma
Hsn M.
CIKARANG, SuaraIndonesia1.com — Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI) sukses menggelar agenda akbar tahunan Temu Nasional & Permitech Expo 2026. Berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 4–5 Juli 2026, perhelatan berskala nasional ini diselenggarakan secara terpusat di Balai Pelatihan Teknis (BPT) Komdigi Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Mengusung tema besar "Akselerasi Talenta Digital Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam mempertemukan para pemangku kebijakan, akademisi, praktisi industri, serta ratusan delegasi mahasiswa komputer dari berbagai wilayah di Indonesia untuk merumuskan langkah taktis dalam mempercepat kesiapan SDM digital nasional.
Agenda utama ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh nasional, pejabat kementerian, dan pakar industri digital. Di antaranya Menteri Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), Meutya Viada Hafid; Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang; Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto; Plt. Bupati Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja; serta Ketua Umum PERMIKOMNAS RI, Fadli, bersama Koordinator Wilayah VI DKI Jakarta Permikomnas, Niha Nihaya.
Kompetisi Keamanan Siber dan Pameran Karya Inovatif
Guna menguji sekaligus memamerkan kompetensi riil talenta muda Indonesia, Temu Nasional dan Permitech Expo 2026 ini menghadirkan dua pilar kegiatan kompetitif dan edukatif yang menarik perhatian banyak pihak:
Cyber Security Competition: Kompetisi tingkat nasional yang dirancang khusus untuk menguji ketangkasan, analisis, dan kemampuan problem-solving para mahasiswa dalam menangani ancaman serta kerentanan keamanan siber. Kompetisi ini krusial mengingat kebutuhan pertahanan siber Indonesia yang semakin mendesak menjelang era Indonesia Emas.
Pameran Karya (Permitech Expo): Ajang unjuk gigi bagi mahasiswa dan inovator muda dalam menampilkan produk teknologi, aplikasi web/mobile, sistem cerdas, dan cetak biru inovasi digital. Pameran ini berhasil menarik perhatian para praktisi industri yang mencari potensi kolaborasi dan komersialisasi riset mahasiswa.
Fadli, selaku Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS), menyatakan bahwa PERMIKOMNAS memiliki potensi besar dalam mendukung ekosistem digital Indonesia demi kemajuan bangsa. Ia berharap potensi tersebut dapat dioptimalkan dan diwujudkan dengan baik.
Dalam sambutan tambahannya, Fadli menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama. Melalui kompetisi siber dan pameran karya ini, pihak panitia dan organisasi membuktikan bahwa talenta digital muda Indonesia bukan sekadar konsumen teknologi, melainkan kreator dan benteng pertahanan digital masa depan bangsa menuju target besar Indonesia Emas 2045.
Sesi Kolaboratif dan Pandangan Para Ahli
Selain kompetisi dan expo, acara ini juga diperkaya dengan rangkaian talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai klaster strategis digital dan edukasi.
Para panelis ahli yang membagikan pandangannya secara bergantian antara lain Deny Haryadi selaku Dosen Information Technology dari Telkom University, Stepi Anriani selaku Direktur Eksekutif INSS, Naomi Triyuliani selaku Kepala Divisi Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Alfreno Kautsar Ramadhan selaku Staf Khusus Menteri Komdigi RI, serta Wulandari Sawitri selaku Aktivis Mental Health.
Pembahasan dalam talkshow tersebut mencakup penguatan literasi digital, regulasi keamanan data nasional, kesiapan talenta menghadapi kecerdasan buatan (AI), aspek inklusivitas keuangan digital oleh OJK, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental bagi para pekerja dan mahasiswa di industri kreatif-teknologi yang bergerak sangat cepat.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Temu Nasional & Permitech Expo 2026 ini, PERMIKOMNAS RI meneguhkan perannya sebagai generator pencetak talenta digital yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi nyata dalam peta jalan transformasi digital nasional.
Reporter: Jhul-Ohi
BOLMONG SELATAN, SuaraIndonesia1.com – Menjelang usia ke-18 Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), berbagai pertanyaan mulai mengemuka mengenai arah regenerasi kepemimpinan di daerah tersebut. Salah satu sorotan datang dari kondisi Kecamatan Bolaang Uki yang merupakan ibu kota kabupaten sekaligus kecamatan tertua di Bolsel.
Dalam dinamika politik menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah, masyarakat menilai keterwakilan figur dari Bolaang Uki semakin minim. Padahal, sebagai pusat pemerintahan, kecamatan ini dinilai memiliki sumber daya manusia yang layak diberi kesempatan tampil dalam panggung kepemimpinan daerah.
Kondisi tersebut memunculkan kritik bahwa wajah ibu kota seolah hanya menjadi penonton dalam setiap kontestasi politik, tanpa memiliki ruang yang cukup untuk melahirkan pemimpin daerah.
Di tengah situasi itu, sejumlah kalangan juga melontarkan kritik terhadap pola kepemimpinan yang dinilai terlalu terpusat pada kelompok tertentu. Mereka mengibaratkan sistem yang berjalan menyerupai “monarki absolut”, di mana kekuasaan dianggap terus berputar pada lingkaran yang sama sehingga regenerasi kepemimpinan berjalan lambat.
Pandangan tersebut turut memunculkan anggapan bahwa pemerintahan daerah seakan dikuasai oleh sistem yang lebih menguntungkan kelompok atau keluarga tertentu. Kritik ini menjadi bahan diskusi publik mengenai pentingnya demokrasi yang lebih terbuka, kompetitif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik Bolsel untuk berpartisipasi dalam memimpin daerah.
Informasi tersebut memicu pertanyaan warga. Pasalnya MTQ kecamatan merupakan ajang pembinaan dan penjaringan qori-qoriah untuk mewakili Batangasai ke tingkat kabupaten.
Diduga 10 Desa Tidak Hadir,
Hingga saat ini belum ada rilis resmi dari Panitia Kecamatan dan KUA Batangasai terkait jumlah desa yang hadir. Namun berdasarkan data sementara, ada 10 desa yang tidak terlihat mengirim kontingen.
Dugaan Penyebab Absennya 10 Desa,
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab:
1. Keterlambatan Sosialisasi
2. Undangan dan juknis dinilai telat sampai ke desa, sehingga persiapan peserta tidak maksimal.
3. 2. Kendala Anggaran
4. Biaya pembinaan, transport, dan perlengkapan peserta memberatkan desa yang belum memiliki alokasi dana.
5. 3. Minimnya Pembinaan,
6. Beberapa desa belum memiliki ustadz/ustadzah pembina tetap di TPA, sehingga tidak ada peserta yang siap lomba
Jika 10 desa benar absen, maka target pembinaan di Batangasai tidak tercapai. Selain itu keterwakilan Batangasai di MTQ Kabupaten Sarolangun juga dikhawatirkan berkurang.
Warga berharap Panitia Kecamatan, KUA Batangasai, dan Camat segera memberikan klarifikasi. Sekaligus melakukan evaluasi bersama 10 desa yang tidak hadir agar kejadian serupa tidak terulang.
“MTQ ini ajang syiar Islam. Sayang kalau gagal karena tidak ada peserta. Kami minta ada solusi dan pembinaan agar tahun depan semua desa bisa ikut,” ujar salah seorang tokoh agama di Batangasai. Yang Segan Di Sebut Namanya,
Pihak terkait diharapkan segera menggelar rapat evaluasi dan membuka ruang dialog dengan desa-desa agar pembinaan Al-Qur'an di Kecamatan Batangasai tetap berjalan
Penulis Abdulrazak,
METLIFE STADIUM, NEW JERSEY, SuaraIndonesia1.com – Norwegia sukses menciptakan kejutan besar di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan menyingkirkan tim unggulan Brasil melalui kemenangan dramatis 2-1 pada laga yang berlangsung Senin (6/7) dini hari WIB. Dua gol kemenangan The Vikings dicetak oleh bintang andalan mereka, Erling Braut Haaland, yang menjadi pahlawan kemenangan tim asuhan Stale Solbakken.
Jalannya Pertandingan
Norwegia langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga, bahkan sempat mencetak gol pada menit ketiga melalui Patrick Berg, namun dianulir setelah pengecekan VAR menyatakan terjadi offside dalam proses serangan.
Brasil mendapat peluang emas pada menit ke-10 setelah Matheus Cunha dijatuhkan Kristoffer Ajer di kotak penalti. Wasit semula membiarkan permainan berlanjut, namun setelah meninjau tayangan VAR, akhirnya menunjuk titik putih. Namun, Bruno Guimaraes yang maju sebagai eksekutor gagal menaklukkan kiper Norwegia, Orjan Nyland, yang dengan gemilang menepis tendangan penalti ke sisi kiri bawah gawang.
Sepanjang sisa babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Sundulan Haaland pada menit ke-37 masih mampu diamankan Alisson, sementara tendangan Vinicius Junior pada menit ke-40 juga berhasil diblok Nyland. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Norwegia tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya pertandingan. Brasil justru mendapatkan peluang pertama pada menit ke-59 melalui Endrick yang baru masuk menggantikan Matheus Cunha, namun penyelesaian akhirnya masih melebar.
Nyland kembali menunjukkan kelasnya dengan melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk memblok tembakan jarak jauh Brasil pada menit ke-62 dan menggagalkan peluang Bruno Guimaraes semenit berselang.
Gol Penentu Haaland
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-79. Umpan silang Andreas Schjelderup dari sisi kanan pertahanan Brasil disambut sundulan Erling Haaland setelah memenangi duel udara melawan Gabriel Magalhaes, bola meluncur deras ke gawang Alisson. Norwegia unggul 1-0.
Brasil nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-85 ketika sapuan pemain belakang Norwegia mengarah ke gawang sendiri, namun sekali lagi Nyland menunjukkan refleks luar biasa dengan menggagalkan bola sebelum melewati garis gawang.
Pada menit ke-90, Haaland mencetak gol keduanya melalui tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan Alisson, mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Gol Hiburan Brasil
Di masa injury time, Brasil mendapatkan hadiah penalti kedua setelah wasit menilai Leo Ostegard melakukan pelanggaran terhadap Casemiro di kotak terlarang. Neymar yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-90+7, memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Namun, gol tersebut tidak cukup menyelamatkan Brasil. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Norwegia yang memastikan langkah mereka ke perempat final.
Penampilan Gemilang Nyland
Kiper Norwegia, Orjan Nyland, layak mendapat pujian atas penampilan briliannya yang menjadi faktor kunci kemenangan. Selain menepis penalti Bruno Guimaraes pada babak pertama, ia juga menggagalkan sejumlah peluang emas Brasil sepanjang pertandingan.
Jadwal Selanjutnya
Kemenangan ini membawa Norwegia melaju ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Meksiko melawan Inggris yang akan digelar di Stadion Azteca, Mexico City, pada Senin (6/7) pukul 07.00 WIB.
Susunan Pemain
Brasil XI (4-3-3): Alisson (kiper); Douglas Santos, Gabriel, Marquinhos, Danilo; Martinelli, Casemiro, Guimaraes; Rayan, Vinicius Junior, Cunha. Pelatih: Carlo Ancelotti.
Norwegia XI (4-3-3): Nyland (kiper); Moller Wolfe, Heggem, Ajer, Ryerson; Berg, Berge, Odegaard; Nusa, Haaland, Sorloth. Pelatih: Stale Solbakken.
Dengan hasil ini, Brasil yang merupakan salah satu tim unggulan harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, sementara Norwegia terus mencatatkan sejarah dengan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam turnamen ini.
"Siapa Bilang Brasil Tak Terkalahkan? Haaland Buktikan Sebaliknya!"
(JO)
Suaraindonesia1, Jakarta – Polri menerima penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas kontribusinya dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, yang diserahkan pada Rapat Kerja Nasional Evaluasi di Asrama Haji Jakarta Timur, Sabtu (4/7).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Mochamad Irfan Yusuf, kepada Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, sebagai representasi institusi Polri. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran aktif Polri dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji melalui penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga, pengamanan, perlindungan jemaah, serta penegakan hukum guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan.
Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M sekaligus memberikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Haji dan Umrah RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pemikiran demi menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah bekerja keras memberikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji. Berkat kerja sama seluruh jajaran, kita menerima banyak apresiasi atas pelayanan haji tahun ini,” ujar Dr. Mochamad Irfan Yusuf.
Menurut Menteri Haji dan Umrah, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai unsur pendukung menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan haji yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.
Sepanjang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Polri berperan aktif dalam mendukung berbagai tahapan penyelenggaraan, mulai dari pengamanan proses keberangkatan dan kepulangan jemaah, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk penyalahgunaan penyelenggaraan perjalanan ibadah, hingga penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu kelancaran penyelenggaraan haji.
Sebagai bagian dari penguatan koordinasi tersebut, Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Ilegal. Satgas ini hadir untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan langkah preventif, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan penyelenggaraan ibadah haji secara melawan hukum. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada calon jemaah haji Indonesia.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol. Dr. Drs. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Polri. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh personel Polri bersama kementerian dan lembaga terkait dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada Polri melalui Dirtipidter Bareskrim Polri.
Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus wujud kepercayaan atas sinergi yang telah terbangun dengan baik selama penyelenggaraan ibadah haji. Kami memandang penghargaan ini bukan hanya sebagai capaian institusi, tetapi juga sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kadiv Humas Polri.
Ia menambahkan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Luar Negeri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang penyelenggaraan ibadah haji.
“Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman melalui pengamanan yang optimal, perlindungan kepada jemaah, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan berkeadilan. Sinergi yang kuat merupakan kunci untuk menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin berkualitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, hasil evaluasi tahun ini akan menjadi dasar perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun berikutnya,” tambahnya.
Penghargaan yang diterima Polri pada Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M menjadi bukti bahwa kolaborasi antarkementerian dan lembaga mampu menghadirkan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Ke depan, Polri akan terus mendukung setiap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, sehingga seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, tertib, serta memperoleh perlindungan secara optimal sejak sebelum keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air.
(Si1/Red)
PARIGI MOUTONG, Suara Indonesian.com – Lembaga Analisis Hak Asasi Manusia Indonesia (LA HAM RI) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada prajurit Batalyon Infanteri TP 918/Matufu Maliuntinufu (MM) atas terselenggaranya kegiatan Karya Bakti Kesehatan di Desa Nunuratai, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian TNI terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat di wilayah pelosok.
Apresiasi tersebut secara resmi disampaikan oleh Wakil Ketua Umum LA HAM RI, Akram Pasau, S.H., kepada Komandan Batalyon TP Yonif 918/MM, Mayor Inf. Angga Singgih Lestiawan, S.S.T.Han., S.I.P., M.I.P., beserta seluruh prajurit yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.
Rangkaian Karya Bakti Kesehatan meliputi pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan masyarakat, serta pembersihan fasilitas umum secara gotong royong. Seluruh kegiatan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Akram Pasau menilai bahwa program ini mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di daerah-daerah lain yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Kehadiran yang Membangun Kebersamaan dan Kepercayaan
Melalui Karya Bakti Kesehatan ini, kehadiran prajurit Yonif TP 918/MM di tengah masyarakat bukan sekadar memberikan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepercayaan dengan warga melalui kegiatan sosial yang bermanfaat. Hal ini ditegaskan langsung oleh Dokter Yonif TP 918/MM, Lettu Ckm dr. Mangatur R.
"Program ini menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain memberikan pelayanan medis, kegiatan ini juga mengedukasi warga agar menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai langkah menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ujar dr. Mangatur.
Sementara itu, Komandan Yonif 918/MM, Mayor Inf. Angga Singgih Lestiawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu pemerintah daerah dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Kami menjalankan ini sebagai tugas pengabdian kepada masyarakat. Jika kehadiran kami dapat membantu dan meringankan beban warga, maka itu adalah kebanggaan tersendiri bagi seluruh prajurit," tegasnya.
Respon Positif Warga dan Harapan ke Depan
Warga Desa Nunuratai menyambut antusias dan positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi kesehatan yang diberikan tim medis Yonif 918/MM. Kehadiran para prajurit dinilai sangat berarti, mengingat selama ini akses pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Taopa masih sangat terbatas.
Kegiatan Karya Bakti Kesehatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi antara TNI, Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ketahanan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik di tingkat kecamatan.
REDAKSI
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Penggilingan, Sekretaris Kelurahan Penggilingan, Ketua Karang Taruna Jakarta Timur, Bendahara Karang Taruna Kecamatan Cakung, Ketua beserta Pengurus Karang Taruna Kelurahan Penggilingan, Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kelurahan Penggilingan, Ketua Unit Karang Taruna Tingkat RW (UKKT) RW 01 hingga RW 20 se-Kelurahan Penggilingan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Cakung, serta Ketua Sanggar Teater Biru Jakarta.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, Lurah Penggilingan menyampaikan sambutan yang berisi apresiasi atas dedikasi, kinerja, dan partisipasi aktif seluruh pengurus Karang Taruna Kelurahan Penggilingan dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada kesempatan tersebut, Lurah Penggilingan secara resmi membuka Musyawarah Warga Karang Taruna Kelurahan Penggilingan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Karang Taruna Jakarta Timur dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Penggilingan yang menekankan pentingnya sinergi, soliditas organisasi, serta peran aktif generasi muda dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Setelah pembacaan doa, kegiatan memasuki agenda utama berupa Musyawarah Warga Karang Taruna yang menjadi forum evaluasi, penyampaian aspirasi, serta pembahasan berbagai program kerja organisasi ke depan guna meningkatkan kontribusi Karang Taruna bagi masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, aman, dan kondusif serta diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kebersamaan antarpengurus maupun anggota Karang Taruna di Kelurahan Penggilingan.
Report, Ida Ismayani
PNS senior di Kementerian ATR/BPN RI ini mengutarakan, bahwa tanah merupakan fondasi utama kehidupan, peradaban, dan pembangunan bangsa. Menurut Doktor Budi sapaan akrabnya, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh tata kelola agraria yang adil dan berkelanjutan.
"Di Indonesia, pengelolaan agraria berlandaskan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dan Undang-Undang Pokok Agraria Tahun 1960. Reformasi tata kelola Agraria & Pertanahan dipandang sebagai kunci untuk mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, ketahanan nasional, dan Indonesia Emas 2045," kata Dr. Budi Suryanto, SH, CN, MH, M.Si, saat di wawancara wartawan senior Gus Din di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Doktor Budi, Indonesia dalam problem Agraria dan Pertanahan memerlukan Diagnosis Nasional, agar lebih mengetahui persoalan agraria Indonesia. Dimana banyak berbagai persoalan agraria yang dihadapi Indonesia, seperti konflik Agraria & Pertanahan, ketimpangan penguasaan lahan, tumpang tindih perizinan & tata ruang, persoalan kawasan hutan, alih fungsi lahan pertanian, serta lemahnya integrasi data dan koordinasi antar instansi K/L.
"Reformasi Tata Kelola Agraria dan Pertanahan sangat diperlukan untuk menciptakan kepastian hukum, petlindungan hukum, memperkuat tata kelola, dan mendukung pembangunan Nasional yang berkelanjutan. Hal ini agar setiap persoalan agraria dan pertanahan di Indonesia mudah dipecahkan," ucapnya.
Doktor Budi juga menawarkan Grand Strategy Reformasi Agraria Nasional, dimana strategi besar ini melalui enam agenda utama. Yaitu reformasi data spasial dan tekstual, Regulasi, informasi agraria pertanahan, harmonisasi regulasi dan kepastian hukum, pemberdayaan ekonomi berbasis agraria, perlindungan ketahanan pangan dan lingkungan, modernisasi pelayanan melalui digitalisasi, serta penyelesaian konflik agraria secara adil. Pelayanan Agraria Pertanahan akan mudah, gampang, Cepat, murah, ramah dan Transparan.
Untuk di wujudkan mulai dari:
Administrasi Pelayanan yg akuntabel, Penyelesaian seluruh Sengketa Konflik Agraria dan Pertanahan, menghapus kejahatan pertanahan/ mafia Tanah, menjalankan Reforma Agraria Modern, Mewujudkan Peta tunggal/One map Policy, melakukan Sensus bidang tanah secara masif dan holistik seluruh Indonesia, Digitalisasi warkah spasial/ tekstual, dan membangun Big Data Nasional.
"Reformasi ini diposisikan sebagai strategi nasional untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan bangsa Indonesia," tandasnya.
Selain itu kata dia, modernisasi sistem pertanahan melalui teknologi, dan penguatan peran agraria sebagai pilar pembangunan Nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Reformasi Peta Jalan Implementasi Reformasi Tata Kelola Agraria Nasional dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan," ujar pria penerima penghargaan Satyalencana Karya Satya XX Tahun 2010 dan XXX Tahun 2012 oleh Presiden Republik Indonesia.
Selanjutnya manfaat reformasi bagi masyarakat dan negara, antara lain meningkatkan kepastian hukum,dan perlindungan hukum, memperkuat ketahanan pangan, memperbaiki pelayanan publik, akuntabel, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan iklim investasi yang sehat, dan mengurangi konflik Agraria pertanahan.
"Agenda prioritas nasional ini meliputi integrasi data, harmonisasi regulasi, digitalisasi pelayanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan pengawasan dan penegakan hukum yang berintegritas," ujar pria lulusan Doktor of Philosophy In The Field of Law, Internasional Ability Certification Committee ini.
Terakhir dirinya menegaskan, bahwa reformasi tata kelola agraria merupakan strategi nasional untuk mewujudkan keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, dan kedaulatan bangsa. Dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan berkeadilan, tanah diharapkan menjadi modal utama pembangunan nasional.
"Reformasi tata kelola agraria merupakan strategi nasional, demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan terwujudnya Indonesia Emas 2045. Hal ini agar kita mewariskan peta jalan agraria dan pertanahan yang komperhensif bagi generasi muda mendatang," pungkas Doktor Budi. (red)
CURRICULUM VITAE:
Dr. Budi Suryanto, SH, CN, MH, M.Si
Pangkat/Jabatan: Widyaiswara Ahli Utama ( IV/E) pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional RI (BPN RI)
Keberhasilan DIsetiap Menjabat:
1.Tahun 2008-2011, meraih Piagam Penghargaan Juara ke 1 Nasional saat menjabat Kepala Kantor Pertanahan Kota Magelang
2.Tahun 2011/2013, meraih Juara ke 2 & 3, menyelesaikan Program Nasional tepat waktu & Akuntabel, dari Menteri Keuangan RI.
3.Tahun 2014/2016 dua tahun berturut turut meraih juara ke satu dan ke dua, menyelesaikan Program Srategis Nasional tepat waktu dan Akuntabel, serta penyelesaian sengketa Konflik besar Mandalika di NTB, yang sudah 29 tahun tidak selesai serta Menggagas Sertifikasi massal desa demi desa. (PTSL awal) di Provinsi NTB pada saat sebagai Kakanwil BPN Propinsi NTB, Serta Melegalisasi pulau-pulau terluar yang perbatasan dengan negara Australia.
4.Tahun 2017-2018, Mengggas sertifikasi massal PTSL bersama pimpinan pimpinan (pendaftaran tanah sistemik lengkap) hingga meraih kenaikan Pangkat Istimewa, saat menjabat Direktur Pendaftaran Tanah Kementrian Agraria dan Tata Ruang/ BPN.
Penulis/Editor: Gus Din
Suaraindonesia1,Jakarta – Kapolri memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) enam Kapolda jajaran di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran di tubuh Polri guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.
Adapun enam Kapolda yang melaksanakan serah terima jabatan, yakni:
- Kapolda Aceh dari Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah kepada Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.;
- Kapolda Sumatera Barat dari Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si. kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.;
- Kapolda Jawa Barat dari Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. kepada Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.;
- Kapolda Kalimantan Barat dari Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. kepada Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H.;
- Kapolda Kalimantan Utara dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H.; dan
- Kapolda Papua Barat Daya dari Brigjen Pol. Gatot Haribowo kepada Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Ia menjelaskan, mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia sekaligus upaya memperkuat pelaksanaan tugas di tingkat kewilayahan.
“Kami berharap para pejabat yang diberikan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutupnya.
(Red Si1)
Dalam prosesi tersebut, Wike Efrilla T. dari Partai NasDem resmi dilantik menggantikan posisi almarhum M. Yani, legislator senior yang tutup usia pada 15 Januari 2026 lalu.
Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 505/KEP.GUB/SETDA.PEM-OTDA/2026 tertanggal 26 Juni 2026 tentang Peresmian Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota DPRD Kabupaten Merangin.
Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat naskah pelantikan dibacakan. Prosesi pengucapan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Merangin, Muhammad Rifaldi.
"Saya percaya bahwa Saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan," ujar Rifaldi tegas di hadapan para hadirin.
Usai melangsungkan prosesi, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh memberikan ucapan selamat secara personal kepada Wike Efrilla.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Merangin, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Saudari Wike Efrilla T. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas yang tinggi," singkatnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jambi yang juga Anggota DPR RI, Syarif Fasha. Selain itu, tampak pula Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi NasDem, Idzhar Majid, jajaran unsur Forkopimda, Sekda Zulhifni, para Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.
Report(Bg nasri)
BEKASI, SuaraIndonesia1.com – Pengurus dan delegasi Persatuan Mahasiswa Ilmu Komputer dan Informatika Nasional (PERMIKOMNAS) Wilayah XIV Sulawesi Tenggara (Sultra) secara aktif berpartisipasi dalam rangkaian Temu Nasional dan Permitech Expo 2026. Acara bergengsi ini berlangsung selama dua hari, pada 4–5 Juli 2026, bertempat di Balai Pelatihan Talenta Komunikasi dan Digital (BPT KOMDIGI), Cikarang.
Mengusung tema besar "Akselerasi Talenta Digital Menuju Indonesia 2045", kegiatan ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, serta pelaku industri teknologi informasi dari berbagai penjuru tanah air. Partisipasi PERMIKOMNAS Sultra diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi terkemuka, yaitu Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Universitas Nahdatul Ulama Kendari, Universitas Muhammadiyah Buton, dan Institut Teknologi Informasi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi.
Kehadiran ini merupakan wujud nyata komitmen wilayah Sultra dalam mengakselerasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Selain bertujuan memperluas jaringan antarmahasiswa, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang tukar gagasan, penguatan kolaborasi lintas daerah, serta penyerapan perkembangan inovasi digital terkini.
Sepanjang acara, para peserta mengikuti beragam agenda padat manfaat, meliputi seminar nasional, talkshow inspiratif, pameran teknologi (Permitech Expo), kompetisi, hingga forum diskusi interaktif. Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan narasumber kompeten dari unsur pemerintah, akademisi, hingga praktisi industri digital, yang seluruhnya dirancang untuk mencetak talenta digital tangguh guna menjawab tantangan transformasi teknologi di era modern.
Delegasi PERMIKOMNAS Wilayah XIV Sulawesi Tenggara menyatakan optimisme bahwa pengalaman dan wawasan yang diperoleh dari ajang ini akan menjadi modal berharga untuk mengembangkan organisasi di tingkat daerah, memperluas kerja sama antarwilayah, serta melahirkan program-program inovatif yang berdampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat luas.
Melalui momentum Temu Nasional dan Permitech Expo 2026 ini, PERMIKOMNAS Wilayah XIV Sulawesi Tenggara menegaskan tekadnya untuk terus berperan aktif dalam melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Jhul-Ohi
JAKARTA, SuaraIndonesia1.com – Antusiasme luar biasa mewarnai pelaksanaan hari pertama Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi Profesional Jurnalis Hukum Indonesia "Certified Indonesian Legal Journalist (C.ILJ) Batch 6" yang diselenggarakan oleh Mimbar Hukum Indonesia (MHI). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari jurnalis, praktisi hukum, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Program ini menjadi salah satu agenda pengembangan kompetensi jurnalis hukum yang semakin diminati di tengah meningkatnya kebutuhan akan pemberitaan hukum yang profesional, berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas insan pers dalam memahami sistem hukum Indonesia, meningkatkan kualitas pemberitaan perkara hukum, serta membangun jurnalisme yang menjunjung tinggi etika profesi, independensi, dan kepentingan publik.
Direktur Mimbar Hukum Indonesia (MHI), M. Jamil, S.H., M.Kn., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap praktik jurnalisme, khususnya dalam pemberitaan hukum.
"Perkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah jurnalisme secara fundamental. Informasi mengenai suatu perkara hukum kini dapat menyebar dalam hitungan detik dan menjangkau jutaan orang sebelum proses hukum berjalan secara utuh. Di tengah derasnya arus informasi tersebut, media massa dan jurnalis memegang peran strategis sebagai penjaga kepentingan publik, sekaligus sebagai pihak yang turut membentuk cara masyarakat memahami hukum dan keadilan," ujar Jamil.
Menurutnya, kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip dasar hukum maupun etika jurnalistik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi jurnalis hukum menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di era digital.
Program Certified Indonesian Legal Journalist (C.ILJ) Batch 6 pada hari pertama menghadirkan dua materi utama yang membekali peserta dengan pemahaman mendasar sekaligus aplikatif mengenai dunia jurnalistik hukum.
Pada Sesi Pertama, peserta memperoleh materi bertajuk "Mengenal Dunia Hukum dan Peran Strategis Jurnalis Hukum di Indonesia" yang disampaikan oleh Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., Ketua Umum DPP AKPERSI. Dalam paparannya, Rino menegaskan bahwa jurnalis hukum bukan hanya bertugas menyampaikan fakta kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan konteks hukum secara benar agar publik tidak mudah terjebak dalam disinformasi maupun opini yang menyesatkan. Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sistem peradilan, asas praduga tak bersalah, proses penegakan hukum, hingga teknik peliputan perkara menjadi bekal utama bagi seorang jurnalis hukum profesional. Dengan kompetensi tersebut, media dapat berperan sebagai sarana edukasi publik sekaligus pengawas jalannya penegakan hukum. Sesi pertama dipandu oleh Adrian Febri, Pengurus PERMAHI DIY, yang memfasilitasi diskusi interaktif dan tanya jawab antara narasumber dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Memasuki Sesi Kedua, peserta mendapatkan materi "Etika, Independensi, dan Tanggung Jawab Hukum Jurnalis dalam Pemberitaan Kasus Hukum" yang disampaikan oleh Firmansyah, S.H., M.Si., Advokat sekaligus Divisi Hukum DPP AKPERSI, dan didampingi oleh moderator M. Jamil, S.H., M.Kn., Direktur Mimbar Hukum Indonesia. Dalam materinya, Firmansyah menekankan bahwa pemberitaan perkara hukum memiliki konsekuensi yang sangat besar terhadap reputasi seseorang, jalannya proses hukum, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum. Karena itu, setiap jurnalis dituntut untuk menjaga independensi, menghindari trial by the press, memegang teguh asas keberimbangan, serta memahami berbagai ketentuan hukum yang mengatur aktivitas jurnalistik agar pemberitaan tidak justru menimbulkan persoalan hukum baru. Diskusi pada sesi ini berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan peserta mengenai tantangan pemberitaan hukum di era media digital, penggunaan media sosial sebagai sumber informasi, serta batasan antara kebebasan pers dan tanggung jawab hukum.
Melalui penyelenggaraan C.ILJ Batch 6, Mimbar Hukum Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik hukum serta memperkuat sinergi antara dunia pers dan dunia hukum demi terwujudnya pemberitaan yang profesional, beretika, dan mendukung tegaknya supremasi hukum di Indonesia.
Pelaksanaan hari pertama ini menjadi fondasi penting bagi rangkaian pelatihan berikutnya yang akan membahas kompetensi lanjutan dalam jurnalistik hukum. Besarnya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap jurnalis yang memahami hukum secara mendalam semakin tinggi seiring meningkatnya kompleksitas persoalan hukum di era digital.
Mimbar Hukum Indonesia dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan agenda lainnya yang tidak kalah menarik. Pada Minggu, 5 Juli 2026, akan diselenggarakan Pendidikan, Pelatihan, dan Sertifikasi Jurnalis Hukum Indonesia “CILJ Batch 6” hari kedua. Pada hari Rabu, 8 Juli 2026 akan diselenggarakan Webinar Nasional bertema “Datang Berobat, Pulang Membawa Keadilan? Mengupas Hak Pasien dan Wajah Baru Rumah Sakit Pasca Permenkes Nomor 6 Tahun 2026” dengan Narasumber Dr. Franky Ariyadi, S.E., S.H., M.M. (Dosen Magister Hukum Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang). Pada hari Jumat, 10 Juli 2026 akan diselenggarakan Webinar Nasional bertema “Problematika Keberadaan Perjanjian Kawin Terhadap Harta Bersama Dalam Perkawinan Campuran”, dengan Narasumber YM. Intan Avi Savila, S.H., M.Kn. (Hakim Pengadilan Agama Tabanan Bali). Pada hari Sabtu, 11 Juli 2026 akan diselenggarakan Webinar Nasional bertema “Pelaksanaan Waris Islam Dalam Praktik: Ketika Hukum Agama Bertemu dengan Realitas Sosial Indonesia”, dengan Narasumber Dr. Asrianti Sukirman, S.H., M.H. (Dosen Hukum Keluarga STAI Babussalam Sula - Maluku Utara). Semua kegiatan akan diadakan secara daring melalui Zoom Meeting. Bagi masyarakat atau peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia melalui Instagram @MimbarHukumIndonesia atau Narahubung/WhatsApp Admin: 081776666123. (*)
Reporter: Jhul-Ohi
suaraindonesia1 Adalah media online yang menyajikan informasi terkini serta terpercaya. Dibawah naungan badan hukum PT. SUARA KHARISMA BINTANG INDONESIA terdaftar legal di Kemenkumham dengan nomor: AHU-0117306.AH.01.11.TAHUN 2019
suaraindonesia1 berkantor pusat di PLAZA ALDEOS Jl. Warung Buncit Raya No. 39, Warung Jati Barat, RT 001/RW 09, Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan, Indonesia
Email : redaksi.skrinews@gmail.com
Telp/WA : 0822 250000 24
COPYRIGHT © SUARA INDONESIA 1